Not A Dream Marriage

Not A Dream Marriage
Bagian 23 (SIDANG KELULUSAN)


__ADS_3

Hari ini adalah hari penentuan bagi dua anak manusia yang sudah berjuang sekian tahun demi mendapatkan sebuah gelar.


Pukul 06.00 pagi Salsa dan Anna sudah berangkat ke kampusnya di antar oleh pak Ali.


Sebelum berangkat mereka tak lupa meminta doa restu kepada orang tua masing-masing. Salsa juga menghubungi Reza dan bang Sam meminta doa dari mereka agar dimudahkan dirinya untuk melewati ujian terakhir untuk kelulusannya.


Triing... Triing...


Satu pesan masuk diponsel Anna dilihatnya nama Sam disana.


[Pagi An, semangat untuk sidangnya. Jangan lupa baca Basmalah dan ingat wajah bang Sam sebelum memulai presentasi. Hehe Semangat.]


Anna tak ada niat untuk membalasnya, sudah sejak beberapa hari lalu ia tak menghiraukan pesan Sam. Hatinya sudah mulai terlatih untuk patah hati sejak hari dimana Sam berhasil menyakitinya hanya dengan kata rindu.


Anna mendapatkan giliran terlebih dahulu, setelahnya tak lama disusul oleh Salsa. Satu jam berlalu, mereka berhasil melewati sidang skripsi dengan lancar. Tinggal menunggu hasilnya keluar siang nanti.


Setelah jam makan siang Reza menyempatkan untuk datang ke kampus Salsa bersama Maya sekretarisnya.


Kenapa Reza harus membawa Maya? Selain untuk menyiapkan barang-barang kejutan untuk Salsa, Maya juga harus diasingkan dari April yang pergerakannya semakin hari semakin agresif terhadap Reza.


"Kenapa kantor kosong? Kemana Reza dan Sekretarisnya?" Benar saja April kembali menemui Reza setelah jam makan siang dengan alasan klasik, soal bisnis!


Salsa dan Anna menunggu dikantin karena sudah jam makan siang, kebetulan mamah dan bi Inem datang menemuinya membawakan kotak bekal makan siang untuk putrinya dan Anna.


"Hmmm tante masakannya enak banget." Puji Anna


"Enak dong, secara kan gratisan, hehe." Salsa yang menyahut.


Tidak lama Reza dan Maya sampai dikampusnya dan menuju kantin dimana Salsa dan yang lainnya berada.


"Jaaaa." Salsa melambaikan tangannya kearah Reza.

__ADS_1


Reza yang melihatnya langsung berjalan kearah meja dimana bidadarinya berada.


Reza memberikan bucket bunga mawar dan boneka teddy bear besar kesukaan Salsa.


"Wow banyak banget hadiahnya Ja, terima kasih calon imamku." Salsa mengucapkan terima kasih dengan senyum ketulusannya, bersyukur Salsa memiliki Reza yang selalu memberikan dukungan atas apa yang Salsa lakukan.


Anna menghentikan aktifitas makannya. Lagi-lagi dia menjadi sedih, karena kali ini Anna sungguh merasa iri. Lagi juga kenapa disaat-saat seperti ini sisi ke-baperannya muncul si?


Melihat ekspresi Anna yang mendadak murung Maya berinisiatif mengeluarkan kotak hadiah yang memang dibelikan untuk Anna.


"Ini untuk mba Anna." Maya menyodorkan kotak hadiahnya.


"Serius May? Wah terima kasih Maya. Boleh aku buka sekarang?"


"Silahkan mba."


Anna membuka bungkusnya dengan tergesa-gesa, ia sangat penasaran dengan isinya. Jangan-jangan prank!


[Untuk mba Anna, agar telinganya tidak meledak karena selalu mendengarkan pembicaraan romantis antara si bos dan mba Salsa, semoga barang ini dapat menjadi teman yang baik disaat mba Anna merasa kesepian tanpa pasangan.]


"Terima kasih Maya kadonya, semoga kelak kamu akan merasakan seperti ku menjadi jomblo lumutan."


Saatnya pengambilan hasil sidang.


Hati para mahasiswa dan mahasiswi saat ini sangat tegang, inilah akhir dimana mereka akan lulus atau justru mengulang.


Satu persatu nama dipanggil giliran Anna masuk untuk mengambil hasil.


Setelah keluar Anna hanya menangis tidak mengucapkan apa-apa hanya memeluk Mamah Salsa erat.


Sekarang giliran Salsa yang masuk untuk mengambil hasil dan keluar dengan wajah berbinar dan haru.

__ADS_1


Bersyukur kini mereka berdua telah lulus dengan nilai yang cukup bagus dan tidak ada satupun revisi.


Sungguh moment yang sangat mengharukan. Setelah semua mahasiswa dan mahasiswi menerima hasil, mereka saling berfoto dan bertukar kado karena mereka akan berkumpul kembali nanti pada saat acara gladiresik wisuda dan pertemuan terakhir mereka saat wisuda nanti.


Sidang skripsi telah usai, Salsa beserta keluarga kembali pulang.


Tentu hari ini sungguh melelahkan, tenaga dan fikirannya sudah terkuras habis.


Sesampainya dirumah Salsa langsung beristirahat, sebelumnya ia menata kado-kado yang ia dapat terlebih dahulu. Teringat satu tangkai mawar yang diberikan oleh anak kecil perempuan tadi, sungguh menggemaskan!


Berbeda dengan Anna, yang masih terlihat murung dikamarnya. Sebagai jomblo sudah terbiasa untuk sendirian, tapi kali ini berbeda.


Ia merasa sangat kesepian padahal banyak disekitarnya orang-orang yang menyayanginya. Bahkan tadi dia merasa ada yang kurang disaat semua berkumpul.


Hatinya sudah berbeda saat ini, dia tak lagi nyaman dengan statusnya yang masih sendiri.


*****


Anak perempuan berambut kriwil tengah memegang setangkai bunga mawar ditangannya.


Ditariknya almamater seorang wanita agar ia berjongkok men-sejajarkan tubuhnya.


"Ini untukmu tante. Semoga sukses selalu." Anak kecil itu mengulurkan kedua tangannya.


"Terima kasih adik manis." Salsa mengusap pucuk kepala anak itu dengan gemas.


Belum sempat bertanya anak perempuan itu sudah pergi berlari dan menghilang dibalik tangga.


"Aku sudah memberikan bunganya om. Jadi belikan aku es krimnya."


"Kamu memang anak pintar." Seorang laki-laki muda dan tampan menggendong tubuh anak perempuan itu dan membawanya ke tempat dimana ia akan menepati janjinya.

__ADS_1


__ADS_2