Not A Dream Marriage

Not A Dream Marriage
Bagian 25 (DITERIMA)


__ADS_3

Sosok lelaki berusia sekitar 45 tahun tengah terduduk di balik ruangan nomor 2.


Setelah mempersilahkan calon pegawainya masuk, ia mulai membaca lamaran dan data diri dari perempuan yang kini tengah duduk berhadapan dengannya.


“Apakah kamu siap bekerja dibawah tekanan?”


Laki-laki itu seperti meragukan keseriusannya untuk bekerja.


“Siap pak.”


Salsa menjawab dengan mantap, dia tahu betul apapun pekerjaanya tentu ada resiko dan tuntutan yang akan ia jumpai.


Setelah beberapa saat lelaki itu mempertimbangkan, akhirnya lelaki yang masih terlihat sedikit lebih muda dari usianya itu memutuskan untuk menerimanya menjadi salah satu pegawai di gedung Algoritma.


“Baiklah selamat nona, anda diterima dan anda bisa memulai pekerjaan anda lusa setelah kepulangan pemilik perusahaan ini. Nanti akan ada yang menghubungi anda kembali nona.”


“Baiklah pak, kalau begitu saya permisi.”


Salsa berpamitan dan berjabat tangan dengan laki-laki itu sebagai tanda kerja sama mereka sebagai pegawai di gedung Algoritma.


Ada sesuatu yang menarik perhatian laki-laki yang ada didepannya yaitu sebuah cincin yang melingkar di jari manis Salsa.


Hari ini Rezanya kembali, tapi mereka masih belum bisa bertemu karena masih banyak hal yang harus diurusnya dikantor.

__ADS_1


Salsa menghubungi Anna, ia ingin mentraktirnya jalan-jalan hari ini hitung-hitung bersedekah kepada fakir jomblo.


Sebelum pergi ke Mall, Salsa mengajak Anna berkunjung terlebih dahulu kerumah yayasan yang sering Salsa kunjungi bersama keluarganya.


Selain rendah hati keluarga Salsa memang tergolong dermawan mereka memang menjadi salah satu donatur tetap disebuah rumah yatim yang sudah menampung cukup banyak anak disana, mereka bukan hanya tergolong dari anak yang tidak mempunyai orang tua, ada juga dari yang masih mempunyai orang tua namun tidak mampu untuk menyekolahkan. Suasana di yayasan sungguh menyenangkan mereka tidak hanya bersekolah mereka juga belajar kerajinan dan menghasilkan pendapatan dimana pendapatan itu untuk memenuhi kebutuhan mereka atau untuk ditabung agar nanti mereka membutuhkan sesuatu yang mendesak anak-anak itu tidak mau merepotkan pengasuh yayasan.


Anna yang baru pertama kali ikut berkunjung ke yayasan sungguh terharu dan malu akan ketegaran anak-anak ini yang masih mau berjuang dan berbagi satu sama lain.


Anak-anak itu masih mampu tertawa bahkan disaat mereka tahu bahwa mereka tidak mempunyai siapapun lagi seperti keluarga kecuali mereka yang senasib dengannya yang tinggal bersama-sama satu atap, sementara aku yang baru patah hati dengan Sam sudah merasa kalau aku benar-benar merasa sendiri sungguh memalukan seperti itulah yang ada dibenak Anna saat ini.


“Terima kasih ka Salsa, sering-sering berkunjung kesini, kami akan sangat merindukanmu.”


Begitulah ucapan salah seorang bocah yang mampu membuat Salsa menjadi terharu, Anna? Jangan ditanya mukanya sudah penuh ditutupi oleh tissue.


Anna menarik lengan Salsa untuk segera meninggalkan foodcourt membuat kecurigaan di otak Salsa, Anna yang mendapat tatapan kecurigaan dari Salsa akhirnya membuka suara mengakui bahwa dirinya tidak mau menjadi baper karena melihat banyaknya pasangan yang berduaan terlebih foodcourt itu tempatnya memang bergaya klasik.


Dasar jomblo kalo ngeliat ada yang pacaran bawaannya ngi-***, bawaannya baper.


Akhirnya mereka memutuskan untuk memakan direstoran ayam cepat saji Mc’dono.


Salsa mencoba menghubungi Reza tapi nomor yang ditujunya sedang tidak dapat dihubungi. Sebal!


Mata Anna kembali mengawasi sekelilingnya seperti sedang mencari sesuatu.

__ADS_1


“Anna, kamu cari apaan sih? Bang Sam gak ada disini.”


Salsa menepuk bahu Anna yang hanya menengok sedetik kemudian matanya kembali lagi melirik mencari-cari sesuatu.


“Anna, gimana hubungan lu sama bang Sam?”


Kali ini Anna benar-benar menengok kepada Salsa matanya seolah mengungkapkan jangan menyebut nama Sam lagi.


“Anna, jawab dong. Gue bener-bener penasaran, bang Sam tidak pernah cerita apa-apa sama gue, begitu juga lu setelah bang Sam minta kontak lu beberapa bulan lalu, lu pulang dengan perasaan senang tapi sejak saat itu gw ngerasa lu berubah, lu terlihat jadi membenci kesendirian lu. Sebenernya ada apa sama kalian?”


Salsa yang mengira bahwa Anna mungkin saja terluka dengan foto profile bang Sam bersama perempuan lain. Salsa juga tahu perihal foto abangnya akan menjadi masalah untuk Anna dan Salsa sudah menegur abangnya untuk segera mengganti fotonya dengan alasan bikin sakit mata karena tidak cocok dilihatnya tapi sayangnya tidak pernah digubris oleh Sam.


Seandainya memang dia tidak menyukaiku seharusnya dia tidak memberi harapan palsu untukku.


Nafas Anna kembali sesak mengingat wajah Sam bersama wanita asing disampingnya.


*****


Laki-laki yang telah terduduk terus memandangi kepergian wanita yang baru saja bersamanya, dia tahu sekali cincin sederhana itu milik siapa.


Dia sangat mengenali si pemilik cincin itu, karena berkatnya lah ia bisa memiliki perkejaan tetap dan hidup layak semua itu tak lepas dari bantuan seseorang yang sudah dianggapnya seperti layaknya kakak.


Tak terasa air mata setitik membasahi pipi laki-laki tersebut.

__ADS_1


“Apakah engkau sudah menemukannya?” Sedikit senyum terulas memorinya terus mengulang.


__ADS_2