
Pemandangan menegangkan yang terjadi seketika berubah menjadi pemandangan yang membuat para tamu menjadi baper berjamaah. Salsa terperanjat dari pelukan Gio, dirinya merapikan kembali gaun kebaya yang ia pakai.
“Gak usah pegang-pegang gue,” ketus Salsa.
Gio hanya melirik tak mau menanggapi ucapan Salsa. Jika waktu dapat diputar mungkin Gio akan memilih untuk membiarkan Salsa tersungkur dilantai ketimbang dia harus menyelamatkan wanita yang tak tahu rasa berterima kasih.
Apa yang Gio pikirkan sama percis dengan pemikiran Salsa yang memilih terjatuh mencium kerasnya lantai daripada jatuh dipelukan lelaki yang berhati keras seperti Gio.
“Mah, pah, aku bisa jelaskan semuanya,” Salsa tertunduk, belum juga ia berbicara Gio sudah kembali menyelak ucapannya.
“Pak bisakah anda menunggu sebentar lagi? Ada sedikit kekeliruan yang harus keluarga kami selesaikan,” Ucap Gio kepada Pak Penghulu.
“Baiklah saya akan menunggu, silahkan diselesaikan terlebih dahulu,” jawab Pak Penghulu ramah.
Gio kembali bersua kali ini dia berbicara dengan penuh wibawa.
__ADS_1
“Dan untuk para tamu terhormat yang sudah hadir saya ucapkan terima kasih atas kehadirannya jika berkenan kalian dapat kembali menikmati hidangan yang tersedia untuk menunggu acara yang akan kembali tertunda sementara.”
Para tamu memandang takjub Gio, mereka yang tadinya hendak pulang menjadi penasaran akan kelanjutan dari pernikahan yang berubah calon mempelai pria. Beberapa tamu membicarakan kesalahan teknis yang terjadi.
Mereka justru tak menyangka jika calon penggantinya adalah seorang pimpinan penerus dari perusahaan keluarga Wijaya. Gio mendekati kedua keluarga yang tengah kebingungan mengajaknya untuk berkumpul bersama dalam ruangan yang tertutup untuk membahas kelanjutan pernikahan.
“Hei nona Afsheena, apakah kau hanya akan berdiri seperti patung disana? Kemarilah!”
Salsa tak habis pikir dengan mantan atasannya yang sangat menyebalkan itu, meskipun dia bukan lagi atasannya tapi selalu dengan seenak jidatnya dapat memerintah.
“Kau adalah sumber masalahnya,” ucap Gio dengan volume yang hampir tak terdengar.
Dasar lelaki yang menyebalkan, bukan gue tapi elo sendiri, tuan pembuat masalah. Ingin sekali rasanya Salsa memukul kepala Gio agar dia menjadi hilang ingatan.
Pak Joni dan Sam terlihat santai, tak ada ekspresi panik atau terkejut akan kehadiran Gio yang secara tiba-tiba. Berbeda dengan mamah dan keluarga Reza.
__ADS_1
“Tuan Gio sebenarnya ada apa dengan ini semua? Kemana Reza?” tanya Pak Hermawan.
“Harusnya aku yang bertanya kemana anda sembunyikan anak anda yang bajing*n?” Gio sudah nampak geram. Dirinya mulai menjelaskan biduk permasalahan yang terjadi. Mulai dari kekhilafan Reza bersama April hingga rencana bodoh mereka bertiga.
Kini Salsa sudah tak dapat lagi mengelak. Gio mempunyai cukup bukti untuk mematahkan pembelaannya. Untuk menyelamatkan nama baik perusahaan serta keluarga mereka kini jalan keluarnya hanyalah pernikahan Salsa yang harus tetap berlanjut, hanya saja bukan bersama Reza tetapi bersama Gio mantan atasan yang sangat tidak dia sukai.
***********
Gio bergegas mencari Reza, pagi ini Sam sudah menghubunginya beberapa kali sebab Reza masih belum terlihat batang hidungnya untuk datang ke acara pernikahannya sendiri. Sementara tamu undangan sudah ramai.
“Ulur waktunya dengan baik, gue pasti akan menemukan b*jingan itu dan menyeretnya kesana, jika gue tidak berhasil menemukannya kita harus menjalankan rencana B,” ujar Gio kepada seseorang di ujung telepon sana.
Gio sudah berusaha mencari keberadaan Reza dimanapun dia berada, namun sialnya keberadaan Reza saat ini tak dapat terlacak olehnya. Sepertinya Reza sudah mengetahui bahwa Gio pasti akan mencarinya dan mengacaukan semua rencana mereka bertiga.
Meskipun Gio sangat menginginkan Salsa tetapi dirinya tak mungkin membiarkan orang yang dia suka menderita. Gio memukul kemudinya dengan kencang, terpaksa dirinya harus menjalankan rencana B karena dirinya sudah tak memiliki cukup waktu untuk kembali mencari Reza.
__ADS_1
“Lihat saja nanti kau, baj*ngan.”