Not A Dream Marriage

Not A Dream Marriage
Bagian 50 (KESALAHAN DALAM PERNIKAHAN)


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 11.00 siang, acara pernikahan Salsa sudah mundur selama satu jam lamanya. Dengan cemas Salsa menunggu di dalam kamar bersama Maya dan Anna.


“Duh, Ini Reza masih belum bisa di hubungi, Ca.” Anna berulang kali berusaha menghubungi Reza, berbagai cara sudah ia coba tetapi semua sia-sia.


Diluar Sam beserta orang tuanya masih memantau kedatangan Reza. Keluarga Reza tak kalah cemas, pasalnya Reza sudah lebih dahulu berangkat dari pada mereka. Beberapa kali Sam pergi ke depan parkiran memastikan bahwa Reza akan datang.


Pikiran Salsa sudah melayang-layang. Rezanya sungguh-sungguh tak datang ke acara pernikahan mereka. Reza memilih cara seperti ini untuk membatalkan pernikahan mereka.


Salsa meremas gaun kebaya putih yang sudah mambalut tubuhnya dengan begitu anggun. Ketika Maya pergi meninggalkan mereka berdua. Salsa memutuskan untuk mengatakan hal sejujurnya kepada Anna, sahabatnya.


“Percuma, An. Eja tidak akan datang,” air mata Salsa mulai luruh. Kalimat yang baru saja Salsa ucapkan membuat Anna terlonjak kaget, dirinya masih tidak mengerti maksud dari apa yang sudah Salsa katakan. Salsa membeberkan rencana yang sudah ia susun bersama April dan Reza.


Anna tidak percaya dengan kejujuran yang terlanjur Salsa katakan. Sejujurnya Anna merasa kasihan sekaligus kecewa kepada Salsa. Tindakannya sama sekali tak menguntungkan untuk dirinya justru itu semua membuat nama baik keluarga Joni dan Hermawan tercoreng. Salsa tak memikirkan dampak panjang yang akan diakibatkan dari keputusan yang sudah ia ambil.


“Terus gue mesti gimana Anna sekarang?” tanya Salsa yang mulai kebingungan melihat acara pernikahan yang sudah terlanjur kacau balau.


Anna menggeleng dirinya tak dapat menemukan jawaban sekilat itu, terlebih pernikahan mereka telah terundur selama satu jam. Kini mereka hanya tinggal menunggu penghulu yang sudah pasti akan membatalkan pernikahan atau paling tidak mengundurkan pernikahan mereka.

__ADS_1


Dua keluarga besar sudah terlihat gelisah, mempelai pria tak kunjung datang. Kini hampir dua jam acara pernikahan terundur, penghulu sudah tak sabar lagi menunggu. Beberapa tamu sudah pergi meninggalkan tempat acara.


“Mohon maaf sebelumnya, bagaimana ini sudah hampir dua jam tapi mempelai pria belum juga datang? Apakah sebaiknya pernikahan ini kita undur atau dibatalkan? Kepada keluarga mempelai silahkan untuk dirundingkan kembali.” Penghulu memberi pilihan kepada kedua keluarga yang sudah resah menanti.


Disaat kekalutan sudah menyelimuti dua keluarga, suara teriakan dari luar halaman seperti angin segar yang menerpa.


“Mempelai pria datang,” teriak salah seorang memberi informasi. Wajah-wajah yang tadinya tegang kini berubah menjadi ceria, pernikahan akan segera berlangsung.


Sesorang dengan setelan jas putih rapih berjalan membelah kerumunan para tamu. Dirinya menjadi pusat perhatian banyak pasang mata. Dirinya menyapa dua keluarga yang sudah menunggu kedatangan mempelai pria, tapi bukan kehadirannya.


“Apakah anda mempelai prianya? Pak Reza Hermawan?” tanya penghulu melihat dengan seksama pria yang kini berada di hadapannya.


Dua keluarga kini saling melempar pandang. Mereka masih belum mengerti dengan drama semacam apa yang tengah dimainkan oleh Salsa dan Reza, terlebih kehadiran Gio yang tiba–tiba mengaku sebagai mempelai pria.


Diruangan mendadak gaduh dengan bisikan para tamu yang membicarakan kesalahan dalam acara pernikahan. Maya dengan tergesa–gesa berjalan menuju kamar dimana Salsa dan Anna berada. Maya tanpa basa-basi menceritakan kegaduhan yang telah dibuat oleh mantan atasannya Salsa.


“Apa?” Salsa membulatkan bola matanya, dirinya sungguh geram dengan ulah Gio ang mengaku-ngaku sebagai calon mempelai pria.

__ADS_1


Aaaaaaa dasar laki-laki tidak waras.


Tanpa aba-aba Salsa keluar dari dalam kamar menuju dimana pusat perhatian tengah tertuju kepada Gio kini beralih kepada dirinya. Gio perlahan berjalan mendekati ujung tangga untuk menyambut mempelai wanitanya.


Kenapa? Kenapa jadi pada ngeliatin gue sih?


Karena terburu-buru menuruni jejeran anak tangga tubuh Salsa terhuyung ke depan karena kakinya yang terbelit oleh gaun kebaya cukup panjang yang ia gunakan.


Teriakan dari para tamu dan keluarga menggema, beruntung dengan sigap Gio menangkap tubuh Salsa yang hampir mencium lantai. Untuk yang kedua kalinya Salsa dapat melihat wajah mantan atasannya dengan begitu jelas.


Astaga, tampan sekali dia hari ini.


Salsa memandang lekat pemilik netra coklat yang sebenarnya telah lama ia kenal.


************


Holla Readers tercintah, Authors mau ngasih info mungkin akan jarang update karena terfokus juga dengan novel on going di aplikasi sebelah yang Alhamdulillah sudah tanda tangan kontrak. 

__ADS_1


Jika kalian punya aplikasi NOV*LME jangan lupa baca juga karyaku disana yang berjudul “WANITA SIMPANAN AYAH” terima kasih atas dukungan dari kalian semua. Sekalian author ingin mengucapkan SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN 


__ADS_2