Not A Dream Marriage

Not A Dream Marriage
Bagian 22 (Rindu Tak Bertamu)


__ADS_3

Anna berguling-berguling ditempat tidur, ia merasa bahagia sungguh benar-benar diluar dugaannya.


Selama ini ia selalu merasa Sam sangat acuh tak acuh kepadanya.


Tapi pikiran itu berubah setelah ia berbincang dengannya, lalu Sam berkata merindukannya, sangat merindukannya.


Oh, Anna Marriane segeralah engkau bangun dari kehaluanmu, tapi sungguh semua itu bukan kehaluan semata.


Untuk pertama kalinya ada laki-laki yang mengatakan merindukannya.


Dan apakah kalian tahu itu semua adalah kata yang paling puitis yang pernah Anna dengar, Aku merindukanmu Anne.


Ada banyak alasan yang membuat Anna bahagia bukan hanya dapat mendengar suara Sam tapi bisa berbincang dengan Sam layaknya manusia normal adalah kebahagiaan tersendiri.


Ya, selama ini jarang sekali Anna mengobrol dengan Sam meski mereka bertetangga sudah sangat lama tapi memang Sam anak yang terlihat cuek. Sejak kejadian memalukan dikantin Anna sempat menghindari Sam karena malu citranya sebagai perempuan yang anggun dan manis jadi rusak karena kebiasaan buruknya yang tiba-tiba datang tanpa diundang, apalagi kalau bukan kentut sembarangan.

__ADS_1


Wahai jomblo-jomblo yang tak pernah mengenal cinta, apakah ini yang dinamakan jatuh cinta? apakah hanya sebatas kata rindu sudah membuatmu senang bukan kepalang?


Tapi lagi-lagi Anna harus berbenturan dengan kenyataan saat satu pesan masuk dengan foto laki-laki bersama seorang gadis bule sepertinya menghiasi layar profile si empunya nomor.


"Harusnya aku tak berharap lebih."


Baru beberapa belas menit lalu ia merasa ada keajaiban untuk segera mengakhiri masa lajangnya tapi kesempatan itu harus pupus begitu saja tanpa mengenal perjuangan lebih dahulu.


Mendadak nafasnya kembali hilang bukan karena lagi perasaan gugup melainkan perasaan sesak, seperti ia sedang berdiri di lantai 14 setelah susah payah menaiki anak tangga untuk mencapai ke atas lalu ia harus jatuh lagi ke dasar.


Hati Anna retak, kalau telur retak masih bisa digoreng tapi kalau hati Anna?


Rasanya sakit tapi tidak berdarah.


Menangis pun jadi susah, air mata mendadak macet dipelupuk mata.

__ADS_1


Cobaan apalagi Tuhan? Lagi-lagi cintanya bertepuk sebelah tangan. Bukan lagi-lagi tetapi lebih tepatnya untuk pertama kali.


Sam adalah laki-laki pertama yang Anna suka, laki-laki yang memiliki sejuta cerita yang harus Anna ungkap. Anna tidak tahu pasti kapan perasaan itu ada, tapi semenjak Salsa mencoba memberi ruang untuk abangnya dihati Anna, Anna tidak pernah menolak.


Bunga-bunga yang sudah terlanjur bertebaran dihatinya mendadak hilang disapu kenyataan menyakitkan, kenyataan kalau Sam hanya menganggapnya sebatas Adik. Tapi kenapa dia harus berbicara begitu? Berbicara lebih dulu soal rindu?


Untuk apa? Dia meminta nomor ponselnya yang sampai hari ini baru tersimpan sebagai salah satu daftar dikontaknya.


Berusaha tegar Anna membalas chat Sam yang masuk dengan sedikit lamban. Basa-basi yang indah sampai pada benang merah mengapa Sam mencoba menghubunginya.


Anna yang terlalu banyak berharap atau Sam yang justru yang membuka harapan?


Untuk apa Sam menanyakan kepadanya tentang bagaimana cara mendekati wanita yang tidak pernah berpacaran? Sementara saat ini hanya dengan mengatakan aku rindu kamu sudah cukup mengisi relungnya dengan kebahagiaan meski semu.


Untuk apa Sam menanyakan apa yang perempuan suka selain kata rindu? Tentu saja dengan memilikimu secara utuh.

__ADS_1


Ingin sekali Anna mengembalikan kata Rindu yang hanya membuatnya menjadi sendu.


Padamu Sam ingin Anna menutup telinganya untuk tidak mendengar lagi kata rindu dan pada rindu yang tak pernah bertamu.


__ADS_2