
Janji suci telah terucap, ikrar sehidup semati baik dalam keadaan senang ataupun susah sudah mengikat hidup Gio dan Salsa satu sama lain. Tetapi rasa bahagia sama sekali tidak menyertai kedua pasangan yang baru saja resmi. Penjelasan Gio selalu terngiang di telinga milik Salsa.
"Apakah kau adalah gadis yang bodoh? Mengorbankan keluarga untuk lelaki baj*ngan semacam Reza? Kegagalan pernikahan kalian akan berimbas pada bisnis perusahaan milik papahmu, bukan hanya itu saja bahkan karir yang baru saja di rintis oleh Sam juga akan terancam. Ingat Afsheena kau punya orang tua yang cukup mempunyai nama yang juga harus kau prioritaskan!" Ucapan Gio seperti sebuah tamparan keras untuk mengembalikan kesadaran Salsa.
"Lalu, gue harus bagaimana? Reza pasti tidak akan datang." Salsa mulai panik merutuki kebodohan yang sudah berhasil ia ciptakan.
"Menikahlah denganku! Hanya itu satu-satunya cara." Karena jalan pikirannya sudah buntu Salsa menerima semua dan bukan pula tanpa sebuah pertimbangan.
Tak masalah menikah dengan Gio untuk menyelamatkan nama baik keluarganya serta bisnis papahnya. Paling tidak pernikahan itu akan berjalan mulus selama setahun, setelah Reza dan April bercerai usai kelahiran anak mereka Salsa juga akan mengakhiri pernikahan dengan Gio.
Gio sudah mengetahui rencana licik yang Salsa pikirkan.
__ADS_1
Semua karena kebodohannya yang telah mengantarkan dirinya pada sebuah pernikahan yang tidak pernah ia impikan.
Acara telah usai, satu per satu tamu undangan meninggalkan tempat acara. Hari ini Salsa tak lagi tinggal dikediaman milik Joni, dirinya akan memulai kehidupan baru sebagai Nyonya keluarga Wijaya.
Mamah memeluk erat tubuh putri semata wayangnya. Rasanya baru kemarin putri kecilnya ia rawat tetapi sekarang putrinya telah beranjak dewasa, sudah menikah dan akan pergi meninggalkan rumah.
"Mah, berhentilah menangis." Ucap Salsa mengusap air mata yang terus mengalir dari mata mamahnya.
Mamah masih sangat sulit untuk melepas kepergian Salsa. Salsa terus memeluk mamahnya berusaha meyakinkan bahwa kedepannya hidup Salsa akan jauh lebih baik bersama Gio.
"Jaga adik gue baik-baik!" Pesan Sam kepada sahabatnya yang telah resmi menjadi suami dari adiknya sebelum Salsa benar-benar pergi meninggalkan kediaman Joni.
__ADS_1
Anna memeluk sahabatnya yang tak menyangka akan menikahi mantan atasannya yang galak. Mereka akan saling rindu karena Anna juga akan segera meninggalkan Indonesia dan menetap di Belanda.
Salsa memasukkan badannya ke dalam sebuah mobil mewah yang sudah menunggu di depan halaman. Semua melepaskan Salsa dengan penuh haru termasuk Tuan Joni yang kini menjadi ayah mertua Gio.
"Menangislah jika kau ingin menangis Nona Afsheena," ujar Gio memberikan sebuah sapu tangan kepada Salsa untuk menyeka air mata yang mulai tak dapat ia kondisikan.
"Terima kasih."
"Berterima kasihlah dengan benar nanti dirumah." Jawab Gio membuat bola mata Salsa membulat.
Berterima kasih dirumah? Apa maksudnya?
__ADS_1
Salsa mulai merasa tidak enak dari gelagat bicara Gio. Sepertinya dia akan memperlakukan Salsa dengan tidak baik dirumahnya. Entahlah, Salsa hanya dapat berharap Gio tak menyentuh tubuhnya untuk malam ini dan seterusnya.
Meskipun Salsa telah resmi menjadi istri Gio tetapi dia tak pernah rela kegadisannya dia berikan kepada Gio orang yang tidak pernah ia cinta.