Not A Dream Marriage

Not A Dream Marriage
BAGIAN 49 (PERTEMUAN DUA WANITA)


__ADS_3

Dua hari lagi menjelang pernikahannya, Salsa dengan nekat pergi keluar untuk menemui April. Sejak kemarin Salsa menjalani masa pingit, dirinya tak boleh pergi kemanapun cukup berdiam diri di dalam rumah.


Menyibukkan dengan melakukan perawatan tubuh. Tapi hari ini dia sudah bertekad akan pergi meninggalkan rumah selama beberapa jam.


Salsa sudah melakukan banyak pertimbangan, bagimanapun dia harus berbicara empat mata dengan April sebagai perempuan biasa bukan sebagai saingan perebut hati Reza.


“Baiklah, aku tunggu kau di Cafetaria jam empat sore.”


Diam-diam Salsa pergi melalui pintu belakang. Dirinya berhasil meloloskan diri dan dapat keluar bebas menemui April.


Salsa telat hampir setengah jam, karena dirinya harus mengulur banyak waktu untuk dapat keluar rumah. April sudah sampai lebih dahulu ternyata. Minuman telah tersedia di meja mereka. Dua gelas minuman, satu untuk Salsa dan satu untuk April.


“Maafkan aku Nona April, aku terlambat.” Ucap Salsa. April hanya tersenyum mengiyakan.


"Jangan panggil Nona, panggil April saja."


Setelahnya mereka saling diam. Lima menit kemudian Salsa mulai membuka percakapan penting mereka.


“April, sebelumnya saya ingin meminta maaf kepadamu. Saya sudah mengetahui semua.” Dengan tegar Salsa mulai memberitahukan apa yang telah dia ketahui tentang isi dari kotak berwarna merah muda.

__ADS_1


April hanya tertunduk menitikkan air mata, dirinya memang sudah kehabisan kata-kata. Ditengah kekalutan yang melanda, April sudah tidak tahu lagi harus mengatakan semuanya kepada siapa.


Salsa memandang lekat paras ayu April, nampak wajahnya yang tertekan tak seperti biasa. April yang congkak dan tegas seperti lenyap berganti dengan April yang sedang menderita sendirian. Salsa mengusap bahu April, dia mengajak April berbicara untuk berbagi sebagai wanita satu sama lain.


“Apa yang kamu inginkan dariku? Katakanlah?” tanya Salsa membuat tangis April terhenti.


“Salsa tak ada yang perlu kamu lakukan, semua ini murni dari kesalahan Reza dan aku. Kamu tidak berhak melakukan apapun yang dapat merugikan untuk dirimu.” Kata-kata April membuat Salsa semakin terenyuh.


Bagaimana bisa dirinya tetap melangsungkan pernikahan dengan Reza di atas penderitaan April dan calon anak mereka? Tidak bisa, semua tidak bisa dibiarkan.


Otak Salsa sudah berputar untuk berpikir. Dia tak pernah rela meninggalkan Reza tetapi April saat ini lebih membutuhkan pertanggung jawaban Reza. Salsa tak boleh berpikiran egois.


Tak ada jawaban apapun dari April.


“Aku mohon, menikahlah dengannya.” Kali ini suara Salsa sedikit tercekat.


April terdiam menatap Salsa tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. April tahu bagaimana mereka saling mencintai? Bagaimana mereka saling mendamba pernikahan yang selama ini sudah mereka rencanakan? April menolak dengan tegas keinginan Salsa, dia memang mencintai Reza tapi merebut Reza harus dengan cara yang terhormat.


April mengakui dirinya telah salah karena terjebak oleh ambisi ingin memiliki dan nafsu yang tak berkesudahan sebelumnya, bukan berarti April tak memiliki hati untuk membiarkan Salsa tersakiti begitu saja.

__ADS_1


“Baiklah jika itu keinganmu.” April menyetujui permintaan Salsa.


“Tidaaaakk.” Teriak seorang lelaki membuat seisi pengunjung kafe meliriknya.


Rupanya Reza telah mendengar percakapan dua wanita yang bertemu diam-diam dan merencanakan semua tanpa persetujuannya.


Reza menggebrak meja, untuk pertama kalinya dia bersikap sangat kasar. Reza menolak mentah-mentah penikahannya dengan April. Hubungan dengan April baginya tak lebih dari sebuah kesalahan.


“Berapapun yang kau minta atas harga dari kesucianmu, akan aku bayar. Tapi jangan kau hancurkan pernikahanku.” Reza membuka suara dengan lantang.


Satu tamparan keras mendarat di wajah Reza, tamparan dari Salsa untuk yang pertama dan terakhir kali akan dia rasakan. Salsa merasa kecewa dengan sikap pecundang Reza, kali ini Salsa membenarkan kata-kata Gio bahwa Reza benar-benar seorang bajing*n.


“Jika dirimu tidak bertanggung jawab jangan pernah berharap untuk dapat menikahi diriku.” Salsa kembali membuka suara dengan nafas yang memburu. Dadanya terasa sesak.


Kemarahan Reza sedikit mereda. Dirinya ikut berdiskusi bersama dua wanita yang harus ia segera nikahi. Salsa mengutarakan solusi yang ada di fikirannya. Untuk menyelamatkan nama baik Reza dan April Salsa meminta pernikahan mereka diundur, Salsa meminta Reza dan April menikah lebih dahulu.


“Jika kalian sudah menikah, maka kamu bisa kembali kepadaku dengan catatan setelah April melahirkan.” Salsa tertunduk, entah apakah keputusan yang ia ambil sudah tepat.


Reza dan April setuju, mereka bertiga telah bersepakat. Kini Salsa hanya perlu menyiapkan mentalnya tentang berita pernikahan yang batal dua hari lagi.

__ADS_1


Gio tersenyum mendengarkan kesepakatan bodoh diantara tiga manusia yang sedang terjebak keadaan. Tanpa sadar Reza telah membuka peluang emas untuk Gio.


__ADS_2