Not A Dream Marriage

Not A Dream Marriage
Bagian 33 (Kepulangan SAM, Kepergian Anna)


__ADS_3

"Kemana Anne?" Sam menatap lekat netra Anna yang mulai berkabut dengan sendu.


Kenapa harus seperti ini pada akhirnya?


Anna masih terdiam, bukan karena dirinya tak ingin menjawab akan tetapi dia sedang mengatur gemuruh di dalam dada yang tak bisa terabaikan.


"Anna akan melanjutkan kuliah di Belanda, begitupun dengan ayah dan ibu semua akan pindah ke Belanda. Anna akan menetap disana." Anna menenggelamkan sedihnya berusaha menerbitkan senyum pertanda bahwa dirinya baik-baik saja.


Sam masih menatap tidak percaya. Sebelum mereka berpisah Sam meminta izin kepada orang tua Anna untuk mengajak Anna berjalan-jalan mencari suasana.


Ayah Anna menyambut dengan gembira, begitupun dengan ibunya Anna.


Mereka pamit terlebih dahulu meninggalkan dua keluarga yang masih berbincang dengan seru.


Sam menautkan jemarinya pada jemari lentik milik Anna. Pegangan tangan membuat mereka menjadi pusat perhatian.


"*Itu kan si jones Anna? Udah punya pacar?"


"Wah pacarnya ganteng juga*."


Bisik-bisik tetangga berseliweran tak dapat dihindari oleh telinga.

__ADS_1


Memang apa yang salah dengan seorang jomblo? Apa jomblo tidak berhak mendapatkan seseorang yang di cinta? Atau jomblo gak berhak bahagia?


Rasanya Anna ingin menutup wajah, memang dia akui ini kali pertama dia berjalan dengan seorang pria apalagi wajah bang Sam sungguh tampan tiada tara bagi Anna.


Tapi tidak menyangka bahwa citra jones yang melekat kepadanya hari ini sungguh membuat telinganya menjadi pengak.


Bang Sam tersenyum menanggapi beberapa wanita yang mencoba menyapa meskipun mereka melihat Anna disampingnya tapi sungguh Anna seperti bayang-bayang bagi para wanita itu juga bagi Sam.


Hadirmu seperti bayang-bayang Anne, terlihat tapi tidak dapat aku sentuh.


Sam membawa Anna menuju sebuah caffe, disana mereka memesan room yang cukup privasi. Anna masih bergelut dengan pikirannya. Entah apa yang akan bang Sam bicarakan hingga butuh ruang hanya untuk mereka berdua.


Mereka kini tengah duduk berhadapan, sama-sama menghadapi situasi yang rumit.


Sam kembali mengambil satu jemari telunjuk Anna mencoba memberitahu gadisnya bahwa ia sudah disini dan meminta pandangannya agar tak lari kemana-mana.


Oh, Sam tolong kondisikan jantungku.


"Anne, lihat aku. Apa selama ini kau mempunyai perasaan lebih terhadapku?" Sam membuka suara dengan pertanyaan yang mengejutkan Anna.


"Apa harus Anna jawab? Dan apakah itu penting untuk bang Sam dengar?" Anna tak kalah membuat Sam terkejut, ingin sekali ia beranjak dari tempat duduknya dan kembali memeluk Anna.

__ADS_1


"Anna tolong jawab? Agar perasaan ini tidak salah. Anna aku mencintaimu, aku merindukanmu bukan karena kamu adalah teman adikku sejak kecil. Tetapi aku baru menyadari perasaan itu tumbuh setelah engkau menjauh." Sam terdiam berusaha mengatur nafasnya dalam-dalam.


"Anna, apa kamu cemburu? Soal foto wanita asing itu dia bukan pacarku hanya sebatas teman. Anna, setelah ini maukah kamu menjadi pendampingku? Pengisi hari-hariku yang sepi."


Anna masih terdiam memandang letak keseriusan dari ucapan Sam.


"Bang Sam, maaf Anna belum siap." Anna melepaskan jemari telunjuknya. Memalingkan wajah ke arah luar jendela. Dadanya sungguh sesak. Bukankah ini yang ia nanti? Memastikan rasa bahwa tak bertepuk sebelah tangan.


"Bang Sam, Anna harus menyelesaikan pendidikan Anna. Anna sudah berjanji akan menjalin hubungan setelah Anna lulus. Apakah bisa bang Sam menunggu?"


Anna menanti jawaban Sam dengan gusar. Menolak bukan berarti tak cinta tapi melepas mimpi bagi Anna juga bukan perkara mudah.


Sam memberikan jawabannya dia bersedia untuk menunggu Anna, berapa lamapun itu dan tak perduli di belahan dunia mana Anna berada Sam akan tetap menunggu sampai waktunya tiba.


Setidaknya ada ucapan perpisahan yang indah untuk mereka ucap, ada ikatan yang terjalin walau nanti fisik mereka terhalang oleh luasnya benua. Meski Sam juga akan kembali ke negara tempatnya bekerja tapi dia urung memberitahu Anna agar Sam tetap bisa memberikan kejutan untuk Anna sewaktu-waktu.


Suasana canggung tercipta, Sam berpindah posisi kini berada disamping Anna.


Sam membelai pipi putih Anna yang membuat sebuah desiran. Aroma parfum makin tercium dimana tubuh Anna kini telah dipeluknya.


Anna sangat gugup ketika Sam perlahan menuntun kepalanya untuk mendekati Sam.

__ADS_1


Jarak wajah mereka hanya tinggal satu senti dan belum juga terjadi suara tak diundang alias senjata milik Anna mengganti keseriusan dengan tawa Sam yang mendadak tak tertahan. Sam tahu Anna pasti gugup.


Diusapnya pucuk kepala Anna. Membingkai satu senyum yang akan terus dia rindu.


__ADS_2