Not A Dream Marriage

Not A Dream Marriage
Bagian 32 (PELANTIKAN PERPISAHAN)


__ADS_3

Sebagian orang telah memenuhi Aula yang akan digunakan sebagai tempat acara kelulusan.


Anna dan keluarganya nampak hadir lebih dahulu.


Sebentar lagi upacara akan segera dimulai. Anna masih menahan gelisah dilihatnya ke sekitar kursi tamu sosok yang dicari mungkin tak datang.


Salsa menepuk pundak Anna perlahan, Salsa tahu bahwa Anna berharap bang Sam akan datang tapi sepertinya bang Sam masih belum bisa kembali ke Indonesia. Hubungan Anna dengan bang Sam memang tak berlanjut bukan tetapi perasaan Anna juga dapat berpindah ke yang lain dengan mudah.


Anna mencoba menghembuskan nafasnya. Ingin melihat Sam untuk yang terakhir kali rasanya sungguh sulit.


Perasaan yang menggantung, hubungan yang berakhir meskipun tak memiliki awal, akankah dapat Anna terima perpisahan tanpa kata? Sementara kenangan sejak mereka masih kanak-kanak masih tergenggam erat oleh benaknya Anna.


"Sabar Anna." Salsa kembali mengelus punggung tangan milik sahabatnya.


Tapi bukan hanya Anna yang sedang mengatur bagaimana perasaannya kini, Salsa pun tak kalah sibuk menata hati dan pikiran yang sudah semrawut sejak malam.


Mata sembab Salsa mungkin bisa disembunyikan dari banyak orang akan tetapi tidak bisa disembunyikan dari pandangan Anna. Anna menyadari apa yang Salsa alami tanpa ia ketahui.


"Ca, are u okay?" Anna mulai melirik Salsa yang tangannya mendadak dingin.


"I'am okay." Salsa berusaha tersenyum meski harus dengan susah payah bibirnya ia paksa.


Ya, hatinya mendadak menjadi ngilu mengingat semua. Hanya keringat dingin yang mampu ia keluarkan sementara buih-buih dimata masih tunduk tertahan. Rasanya terlalu pandai Salsa berakting untuk bahagia di atas tumpukan luka.


Satu per satu mahasiswa yang dipanggil namanya menaiki podium untuk dilantik perpindahan posisi tali toga sebagai tanda sukses bagi para mahasiswa.

__ADS_1


Giliran Anna menaiki podium, ketika hendak turun dari podium matanya menangkap satu sosok semoga kali ini ia salah.


Acara telah usai, sebelum kembali mereka menyempatkan untuk berfoto ria.


Reza datang terlambat bersama Maya yang membawa beberapa hadiah untuk Salsa.


"Selamat sayang, sukses selalu." Reza mencium kening Salsa.


Perasaan yang biasanya menghangat kini berubah menjadi panas. Tubuhnya menolak apa yang Reza lakukan.


"Terima kasih." Kata yang seharusnya terucap penuh binar gembira kini musnah terganti oleh tatapan sejuta kecewa.


Reza masih tak menyadari tingkah aneh gadisnya. Rasanya Salsa ingin segera kembali kerumah untuk menyelesaikan tangisnya yang belum selesai bersama Anna.


Kenapa menjadi wanita harus serumit ini?


"Selamat Ca, akhirnya lulus juga." Sam memeluk adik semata wayang yang sudah sangat ia rindukan.


Salsa hanya memeluk abangnya dengan erat, bahagia campur sedih ia ingin sekali tumpahkan.


Anna masih asyik berbincang dengan kawan disekitarnya tapi penciuman tajam milik Anna tahu wangi parfum milik siapa yang kini tepat berada dibelakangnya.


Jarak mereka hanya satu langkah, mata Anna tertunduk dia masih belum mampu menatap laki-laki bertubuh tegap yang membawa setangkai mawar digenggaman.


Sam menyadari wanita yang didepannya pasti terluka, meski perasaan yang mereka miliki tak jauh berbeda.

__ADS_1


Diremasnya bagian depan kebaya, menahan gugup dan rindu secara bersamaan sungguh tidak mudah. Sam memegang dagu Anna agar mata mereka dapat bertemu pandang.


"Anne, i miss you." Sam memeluk tubuh wanita berparas sedikit bule itu tanpa meminta izin kepadanya. Sam sangat tahu ini adalah kali pertama Anna mendapatkan pelukan dari lawan jenis. Biarkan bahasa tubuh yang berbicara jika kata rindu tak mampu keluar dari bibir milik Anna.


Selama ini Anna hanya mampu berhalusinasi kelak merasakan pelukan hangat dari kekasihnya sekaligus pendamping hidupnya, tapi dia tak menyangka akan mendapatkan pelukan pertama dari Sam yang hanya berstatus kakak entah sampai kapan.


Anna mengusap air mata yang mencelos keluar, cukup dia menjadi jomblo yang halu bukan jomblo yang tak tahu malu.


"Anne, apa kamu tidak senang bang Sam pulang?" Sam mengusap rambut Anna perlahan masih mendekapnya mengalirkan segenap kerinduan.


"Tentu, Anna sangat senang bang Sam kembali ke Indonesia. Paling tidak sebelum Anna pergi, Anna bisa pamit secara langsung."


Sam melepaskan pelukan Anna, dia tidak tahu kepergian Anna baik dari Salsa atau dari mulutnya Anna sendiri.


Kenapa harus secepat itu cintanya berlalu? Bahkan sebelum ia memulai kisah.


*****


Tiga laki-laki dengan setelan jas rapih berjalan tergesa-gesa.


"Dimana ruangannya? Sepertinya kita sudah telat."


Setengah berlari mereka memasuki ruangan yang sudah ramai terisi.


Hanya sampai depan pintu saja mereka menghentikan langkah. Mata laki-laki itu tertuju pada sosok wanita berkebaya peach yang tengah menaiki podium dengan langkah anggun.

__ADS_1


Mengapa dia selalu punya pesona? Salsabila Afsheena.


__ADS_2