
Perjalanan pulang Sam dan Anna tak terasa sudah hampir berakhir. Anna telah sampai didepan rumahnya.
“Sam, kamu kembali lagi kan kerumah sakit?” tanya Anna.
“Iya Anne, aku pasti kembali kerumah sakit tapi nanti. Lagi pula ada Gio disana dia juga tidak akan berani macam-macam sama Salsa. Aku pamit yah.” Sam mengusap hidung mancung milik Anna.
Tindakan Sam memacu jantung Anna bekerja lebih cepat. Hubungan mereka saat ini masih masuk ke dalam kategori sebastian (sebatas teman tanpa kepastian). Ungkapan Sam hari ini jawabannya masih menggangtung, semua akan dijawab oleh Anna di tiga tahun ke depan bisa cepat bahkan bisa lebih lama.
Anna sendiri ragu apakah Sam akan tetap setia menunggu mengingat Sam adalah tipe lelaki idaman yang bukan hanya menurutnya tapi menurut wanita lain diluar sana.
Anna melepas kepergian Sam dan itu terasa berat. Kencan pertama bersama Sam hari ini adalah momen yang tidak akan pernah Anna lupa meski kencan mereka harus berakhir karena kabar yang tak cukup baik.
Di kamar tempat Salsa dirawat Gio memasuki ruangan itu dengan langkah pelan, khawatir langkahnya akan membangunkan tidur Salsa. Tetapi sepertinya kali ini Gio salah, Salsa justru sedang menunggu kedatangannya.
“Lama banget sih,” gerutu Salsa. Sakit yang dirasakan Salsa mendadak hilang dan berganti dengan emosi yang meledak-ledak melihat kedatangan Gio.
Gio hanya tersenyum miring menanggapi ucapan Salsa, dirinya sedikit lega setidaknya dengan makian-makian yang tak berfaedahnya itu sudah menjadi tanda bahwa kondisi Salsa sudah jauh membaik.
Gio tak mau menanggapi ucapan Salsa, dirinya kembali berwajah datar setelah sebelumnya dia menyunggingkan senyum meski hanya senyuman meremehkan entah Salsa melihatnya atau tidak.
“Ada apa Nona Afsheena memanggil saya? Ingin berterima kasih? Atau jangan-jangan Nona rindu?”
__ADS_1
Ehh, apa dia bilang? Rindu? Hoek, jangankan rindu membayangkan wajahnya yang kaku seperti mumi saja sudah menciptakan suasana horror.
“Idih, jangan ngimpi! Gue mau nanya ngapain lu ngikutin gue? Apa lu tidak punya kerjaan? Atau jangan-jangan lu sengaja yah nguntit gue? Hayo, ngaku lu.” Salsa mulai bertanya menyudutkan Gio tapi Gio masih terlihat tenang tak ada ekspresi terkejut menerima sederet tuduhan yang dikatakan oleh Salsa.
Apa? Memangnya aku seperti penguntit? Kenapa pikirannya menjadi keruh? Rasanya kepalanya tidak terbentur, kenapa dia menjadi halu? Dasar wanita gede rasa.
Sesungguhnya Gio malas menjawab pertanyaan yang hanya membuang waktu, tapi bagaimanapun pendapat Salsa tentang Gio menguntitnya harus segera dipatahkan karena jika dibiarkan Gio khawatir Salsa akan menjadi besar kepala.
“Kamu pikir pantai itu milik nenek moyangmu? Kamu lupa resort yang terletak dipinggiran pantai itu milik siapa? Apa kamu benar-benar amnesia? Kamu dapat masuk kesana juga berkat aku yang kemarin sempat mengajakmu. Jadi, jangan berpikiran sempit.”
Dasar laki-laki bodoh, beraninya dia bilang pemikiran gue sempit. Salsa hanya mampu menggerutu didalam hatinya ucapan Gio membuatnya bungkam. Melihat Salsa yang sudah terbungkam Gio keluar meninggalkan ruangan itu, sebelum pergi Gio mengacak rambut gelombang milik Salsa, entah apa yang dia katakan tapi mulutnya seperti mengatakan sesuatu,
“Hah?” Salsapun merasa Gio seperti berbicara sesuatu kepadanya tetapi entah apa karena suaranya tak terdengar.
Apa? Beraninya dia mengacak-ngacak rambut gue? Awas lu Gio. Salsa mengumpat dalam-dalam. Tetapi sentuhan Gio seperti kembali mengingatkan nya akan sesuatu hal yang sepertinya dia ingat. Sentuhan yang tidak dapat diartikan, seperti sentuhan kakak terhadap adiknya tetapi ada ikatan yang lebih mendalam disana.
***********
Melihat kepergian Salsa dengan hati yang hancur, Gio segera menghubungi para pengawalnya agar mengikuti kemanapun Salsa pergi dan terus memberikan laporan keberadaan Salsa beserta segala aktifitas yang sedang ia lakukan.
“Kalian ikuti terus! saya masih ada sedikit urusan.” Para pengawalnya kini telah meninggalkan Gio hanya tersisa satu yang masih setia mendampingi Gio.
__ADS_1
Gio kembali mendatangi tempat Reza yang masih terduduk.
Tanpa basa-basi Gio menarik kerah kemeja milik Reza dan memberinya sedikit pukulan yang lumayan nyeri Reza rasakan. Perkelahian mereka tak dapat dihindarkan membuat kedua lelaki tampan itu menjadi pusat perhatian para tamu.
Kedua orang tua Salsa dan Anna yang melihat kejadian itu segera melerai dua pria yang tengah perang dingin tanpa kata.
“Sudah, Gio tenang! Malu.”
Papah Salsa mencoba menarik Gio menjauh dari Reza sementara Reza memilih untuk pergi meninggalkan banyak pasang mata yang masih mentapnya dengan sorotan ngilu.
Gio berhasil mengatur kembali emosinya yang memang sudah meledak-ledak bahkan jauh sejak semalam. Otak Gio memutar kembali adegan tidak senonoh Reza bersama April. Tindakan Reza sungguh membuat hancur masa depan April yang sudah Gio anggap sebagai adiknya.
Tak disangka Gio bertemu mangsa yang sudah diincarnya sejak semalam, kesalahan yang Reza buat adalah perkara besar dan bagi Gio untuk melumatnya habis hanyalah perkara kecil.
Papah Salsa mulai meminta penjelasan Gio tentang apa yang sebenarnya terjadi. Dengan Geram Gio membeberkan semua kepada kedua orang tua Salsa. Mamah Salsa sangat syok dengan apa yang Reza telah lakukan. Wajar putrinya ingin membatalkan pernikahan yang sudah ia rencanakan, mamah mendukung penuh keputusan putrinya lebih baik batal dari pada harus tetap berjalan dengan menanggung luka sebuah pengkhianatan.
“Gio, dari mana kamu mendapatkan ini semua?” tanya Papah Salsa.
“Ada seseorang yang mengirimkan kepadaku dan sepertinya bukan hanya kepadaku tetapi kepada Salsa dan Reza juga. Aku sendiri sudah bertanya kepada April tetapi dia bukan orang yang merekam ini semua dan aku kenal sekali dengan April meskipun dia adalah wanita yang penuh ambisi dan nekat tetapi dia juga tak akan melakukan hal yang merugikan dirinya.” Jawab Gio.
Kedua orang tua Salsa bersama Gio kini tengah berpikir menduga-duga pelakunya. Dan mencari solusi bersama untuk mendapatkan titik cerah.
__ADS_1
Jika bukan April orang yang merekam ini semua, lalu siapa orang yang melakukan perbuatan keji tersebut? Bahkan orang itu mengerti dan paham kondisi dan tata letak tempat tinggal April secara detail.