Not A Dream Marriage

Not A Dream Marriage
Bagian 19 (HABIS BENGEP TERBITLAH SENANG)


__ADS_3

Tiga hari sudah Salsa berdiam diri di dalam kamarnya tanpa keluar rumah. Efek dari marahan dengan Reza ia sangat malas untuk melakukan aktifitas diluar rumah.


“Mah, ada acara apa ini? Tumben masaknya banyak banget?” Salsa melihat ada banyak makanan yang dibuat oleh mamahnya hari ini.


“Teman arisan mamah hari ini mau pada datang yah?”


Salsa menyomot kue bolu dari kotaknya yang sudah di iris rapih oleh bi Inem.


“Iya sayang, kamu bisa bantu mamah tidak Ca?”


“Bisa dong, kebetulan aku sedang tidak sibuk.”


Salsa sibuk membantu mamahnya di dapur. Pukul sudah menunjukan 11.30 mamah menyuruh anak kesayangannya untuk berganti pakaian yang rapih karena ia akan ikut menyambut tamu mamahnya juga.


Bel rumah berbunyi, Bi Inem keluar untuk membuka pintunya. Salsa sangat terkejut karena tamu yang datang bukan tante-tante teman arisan mamahnya melainkan Reza dan sekretarisnya, Maya. Tidak lama berselang Anna juga datang.


“Heran sama Anna, kalau lagi ada makanan banyak dirumah dia pasti datang, tenggorokannya lurus banget.” Salsa nyeletuk menyambutnya kedatangan Anna. Anna terlihat cuek mengabaikan ucapan sahabatnya itu.


Salsa hanya diam tidak menyambut Reza seperti biasanya.


“Ca, kenapa kamu diam?” Reza mulai membuka suaranya.


“Hmmm.” Hanya itu suara yang Salsa keluarkan.


Mamah, Anna, dan Maya saling melempar pandangan satu sama lain.


“Gimana Za kabar kamu? Ini makan yang banyak, mamah ambilin yah.” Mamah mulai mengambilkan lauk pauk untuk Reza.


“Ayo Maya, Anna silahkan dicicipin anggap saja rumah sendiri jangan malu-malu.” Mama tersenyum kepada mereka.


“Anna mah emang biasanya malu-maluin kalo dirumah.” Salsa mulai mengeluarkan suaranya yang lagi-lagi ditujukan kepada Anna.


Anna merengut, mengerucutkan bibirnya ia sangat merasa malu kepada Maya karena kartu Asnya dibongkar Salsa.


Selama acara makan siang tidak ada satupun yang bersuara, baik mamah atau Salsa.

__ADS_1


Hingga makanan dipiring mereka tandas mamah mulai membuka perbincangan dengan Anak dan calon menantunya itu.


“Jadi mau sampai kapan kalian marahan? Bukankah itu semua hanya salah paham?” Mamah menujukan pertanyaan kepada Salsa dan Reza.


Salsa berusaha mengatur nafasanya yang sudah mulai terasa berat karena otaknya kembali memutar adegan yang beberapa hari lalu ia lihat.


“Salah paham bagaimana? Aku melihat semuanya dengan jelas mah. Lalu bagaimana bisa dikatakan salah paham? Apa ada penjelasan dari Eja kepada aku selama tiga hari ini? Gak ada.” Salsa memberanikan diri membuka mulutnya berusaha menyampaikan uneg-uneg yang sudah ingin dia ledakan kepada Reza sejak beberapa hari lalu.


“Maaf Ca.” Hanya kata itu yang mampu Reza keluarkan.


“Ayolah Ja, bicara aku mohon." Dalam hati Salsa berharap Reza memberikan penjelasan yang bisa membuat hatinya sedikit tenang bukan hanya permintaan maafnya.


Reza yang mungkin mendengar suara hati Salsa mulai menjelaskan semua kesalah pahaman diantara mereka.


“Kamu hanya salah paham Ca, April adalah rekan kerjaku, kebetulan dia memang teman kuliahku dahulu. Dia baru di Indonesia mungkin karena sudah lama tinggal dinegeri seberang dia menganggap itu semua hanya hal yang wajar yang biasa dilakukan ketika masih tinggal disana, hanya mungkin dia lupa bahwa Indonesia punya budaya yang berbeda.” Reza mengambil nafasnya dalam berusaha mengumpulkan tenaganya untuk kembali meyakinkan gadisnya.


“Percayalah Ca, hanya kamu satu-satunya wanita yang aku cinta. Aku juga kaget tiba-tiba mendapatkan perlakuan seperti itu. Makanya aku kesini ingin menjelaskan semuanya secara langsung kepadamu bukan via telepon atau pesan singkat.” Reza menyentuh tangan Salsa.


Salsa terdiam, ia tidak tahu harus bagaimana. Mamah menyarankan Salsa untuk memafkan Reza dan kembali bersikap seakan semua


Perlahan Salsa mulai menerbitkan senyumnya kepada Reza yang sudah ia tenggelamkan sejak tiga hari lalu. Rezanya sangat bahagia karena tiga hari tanpa kebawelan gadisnya adalah kehampaan terlama dalam hidupnya.


Maya bersyukur akhirnya atasannya ini bisa berbaikan kembali, ia jadi tidak merasa bersalah lagi kepada pacar atasannya itu.


Seperti biasanya ada jomblo yang terusik dengan keromantisan mereka.


“Hmm, hmmm udah baikan kan? Udah lah jangan lama-lama pegangan tangannya, hargailah perasaan yang jomblo diseberang sini.”


Anna menengok mukanya kepada Maya, Maya hanya tersenyum sambil mengatakan “Maaf Mbak aku gak jomblo, aku punya pacar kok meskipun kita tidak satu kantor.”


Jawaban Maya berhasil membuat semua yang ada di meja makan tertawa termasuk Bi Inem yang sedang mengantar jus untuk nonanya ikut tertawa meskipun ditahannya.


“Ah, Maya kenapa kamu tidak berpihak kepadaku siiihhhh.” Anna.


Sebagai ganti dari tiga hari kesedihannya Salsa, Reza mengajaknya untuk nonton malam ini di bioskop dekat Mall xx yang terletak tidakcjauh dari rumah Salsa.

__ADS_1


“Hooooo, kini aku percaya abis bengep terbitlah senang.” Salsa.


*****


Gadis yang bernama April sedang sibuk menghubungi seseorang diseberang sana. Tidak ada respon!


“Apa aku harus datangi kantornya? Tapi pakai alasan apa supaya aku bisa kesana?”


April mulai memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa bebas menemui Rezanya, paling tidak ia harus mempunyai alasan agar Reza tidak menolak kehadirannya.


Tidak kehabisan akal ia mulai kembali menghubungi Reza kali ini menghubungi melalui sekretarisnya.


Maya yang masih sibuk dengan acara makan-makan bersama tidak menghiraukan panggilan tersebut, bukan karena ia tidak tahu tapi karena ia tahu biang masalah pasti ada maunya.


“Huh Bu April, bisa-bisanya dia menghubungiku setelah panggilannya tidak direspon oleh Pak Reza.” Maya


Jangan ditanya kenapa Maya bisa tahu karena ketika mereka sibuk makan Reza mengirimkan salinan pesan singkat dan beberapa panggilan yang tidak ia jawab dari April kepada sekretarisnya Maya.


Reza meminta Maya untuk mengabaikan panggilan masuk dari April jika tidak menyangkut dengan urusan pekerjaan.


Maya sudah cukup mengerti dengan maksud perintah atasannya itu karena tentu saja ia tidak mau kesalah pahaman terjadi diantara hubungannya terlebih mereka akan merencanakan untuk segera menikah.


April sudah kehabisan kesabarannya. Tapi bukan berarti dia akan berhenti untuk mengejar cinta Rezanya,  dia akan memutuskan untuk mengejar Rezanya dengan cara lain.


April tidak akan menyia-nyiakan lagi kesempatannya saat ini, ia sudah semakin dekat dengan Rezanya maka tidak akan lagi ia pernah mau kehilangan jejak Rezanya.


Butuh beberapa tahun untuk aku menemukanmu. Bukan karena aku tidak sanggup mencarimu tapi aku ingin


takdir Tuhan yang bekerja mempertemukan kita lagi. Karena aku yakin disetiap


pertemuan selalu terselip takdir baik untuk kita berdua dapatkan. Salsa.


“Tunggu saja kejutannya Reza.” Seringai jahat mulai menghiasi bibir merahnya.


“Dasar perempuan keras kepala!” Seorang laki-laki dibalik earphonenya mendengarkan suara wanita yang kini tengah berbahagia entah ia harus turut berbahagia atau justru ia harus marah, entahlah dia sendiripun

__ADS_1


tidak dapat memastikan perasaan yang ia punya.


__ADS_2