Not A Dream Marriage

Not A Dream Marriage
Bagian 52 (BUKAN PERNIKAHAN IMPIAN 1)


__ADS_3

Pandangan teduh Gio bak sihir yang mampu memutar cepat haluan pikiran Salsa. Dengan sekejap Salsa merubah rencana yang sudah dia buat sejak awal. Satu anggukan kepala yang mengubah segalanya.


“Sekali lagi apa kau yakin?” tanya Gio kembali memastikan. Ia tak ingin Salsa merasa terpaksa atau semua yang terjadi nanti karena dari paksaannya.


Dengan secepat kilat Salsa mulai sibuk dengan segala pertimbangan yang mulai menyergap pikiran. Satu anggukan terlihat dengan mantap lagi!


“Gue siap,” mantap Salsa menjawab dengan menatap sorot mata tajam. Semoga keputusan yang ia buat kali ini tak kembali menjebak dirinya serta keluarga yang dia cinta.


Mereka berdua kembali menuju ruangan dimana dua keluarga tengah menunggu jawaban serta kepastian. Salsa menghirup nafas dan membuangnya perlahan, dia merelaksasi dirinya. Berharap pikirannya kembali cerah.


“Aku bersedia.”


Kata-kata yang keluar dari mulut Salsa sontak membuat semua yang berada diruangan menatap tak percaya.


“Apa kamu sudah yakin?” tanya Tuan Hermawan yang tak dapat berbuat lebih.


“Iya Ca, apa kamu sudah pikirkan baik-baik?” mamah menatap lekat netra sang putri bungsu, dia tahu sekali bagaimana putrinya.

__ADS_1


Meskipun mamah sangat mengenal Gio tapi Gio bukanlah lelaki yang anaknya pilih dan ingin. Salsa mengerti kekhawatiran yang mamahnya pikirkan, tapi dalam lubuk hati Salsa dia telah merencanakan lain untuk pernikahan kedepannya.


Salsa mulai menjelaskan kemantapan dirinya memilih keputusan yang sudah ia ambil, ia hanya berharap semua tak kecewa kepada keputusannya terlebih kepada orang tua Reza.


“Maafkan aku Om Hermawan, ini adalah pilihanku.” Salsa terdiam, rasanya menahan tangis sangat membuat dirinya tersiksa.


Kedua keluarga kini saling meminta maaf atas semua yang sudah terjadi dan semoga keputusan yang diambil tak merugikan kedua belah pihak keluarga.


Mereka semua mencoba menerima dengan lapang dada, terlebih Reza yang sama sekali belum mengetahui rencana lain dari Salsa semoga dia dapat mengerti.


Dua keluarga besar telah keluar dari ruangan, tamu-tamu kembali berkumpul dan tenang.


“Siap,” Gio menjawab dengan tegas seperti biasa masih dengan mimik wajah tenang.


“Baiklah kita akan memulai.” Pak Penghulu melanjutkan acara yang sempat tertunda.


Ikrar telah Gio ucapkan dengan lancar tanpa hambatan. Dirinya benar-benar seperti telah mempersiapkan mentalnya dengan matang.

__ADS_1


Suara teriakan mengesahkan memenuhi ruangan, doa mengalir terdengar khidmat. Kali ini Salsa menitikkan air mata. Entah dia bersedih atau bahagia? Yang pasti dirinya memang sangat terharu dengan suasana pernikahan yang tak dia inginkan.


"Maafkan aku Ja," lirih Salsa dalam hatinya.


Acara sungkeman berlanjut, memohon dan meminta maaf kepada kedua orang tua mempelai. Gio terlihat tertunduk kali ini ia benar-benar menitikkan air mata.


Dimana pikirannya telah melayang mengingat kedua orang tuanya. Hatinya seperti terkena cambuk mengingat kepergian ayah menghadap sang pencipta dan keberadaan ibunya yang entah berantah masih belum ia ketahui.


Joni mengusap bahu Gio, menguatkan hati anak laki-laki yang sangat ia kenal. Ia percaya bahwa Gio mampu menjadi seorang suami yang baik untuk putrinya. Keinginan mendiang ayahnya telah terwujud.


Menikahkan putranya dengan putri Joni meskipun tanpa sebuah tali perjodohan. Gio menangis terguguh memeluk tubuh Joni. Lelaki yang juga banyak berperan membantu kelangsungan hidupnya.


Gio berjanji dalam hatinya, sebagai imbalan rasa terima kasihnya Gio akan membahagiakan anaknya sebagai bentuk membalas budi.


***********


Reza menatap nanar dari balik persembunyian, menyaksikan pemandangan yang membuatnya hancur. Menyaksikan ikrar suci yang terucap dari orang yang sangat dia cinta. Seharusnya lelaki ini yang sedang terduduk bahagia bersama wanita yang mengisi waktunya di 3 tahun dalam hidupnya.

__ADS_1


Ikrar yang sudah terjalin tak dapat di tarik ulang. Kebodohan Reza melupakan orang lain yang juga menginginkan hidup bersama Salsa. Reza menangis menumpahkan kesedihan dan keputusasaan dirinya. Mengapa Salsa tega mengkhianati dirinya dengan menikah dengan lelaki lain sebagai pengganti?


Pernikahan Salsa adalah harga mati yang harus dengan rela Reza terima sebagai wujud langkah Salsa mengorbankan dirinya untuk dapat hidup bersama Reza kelak.


__ADS_2