Not A Dream Marriage

Not A Dream Marriage
Bagian 61 (SENJA DIUJUNG JEMBATAN)


__ADS_3

JIKA PEMISAH ANTARA KAMU DAN AKU HANYALAH SEBUAH JARAK, APAKAH KELAK KAMU AKAN MEMAHAMI JIKA PEMISAH DIANTARA KITA ADALAH JODOH KITA YANG SESUNGGUHNYA?


đź’žHAPPY READING GUYS, JANGAN LUPA LIKE DAN VOTENYA. UNTUK PARA READERS DAN AUTHOR LAIN SILAHKAN TINGGALKAN JEJAK DIKOLOM KOMENTAR . SAATNYA KITA SALING MENDUKUNG SATU SAMA LAIN. HATUR NUHUN.đź’ž


Salsa membuka mata minimalisnya. Lagi-lagi dia di buat takjub oleh sesuatu di depan matanya. Pemandangan laut lepas indah menghias. Ternyata Gio adalah pria yang mempunyai selera pilihan yang lumayan bagus juga, pikir Salsa.


Salsa memandang ke sekitar area kamar, namun tak ditemukannya sosok seorang Gio.


Dimana lelaki gila itu berada?


Karena tak menemukan Gio di kamar, Salsa berinisiatf mencarinya ke luar kamar. Baru selangkah dirinya keluar, mata Salsa langsung menangkap keberadaan orang yang sedang dicarinya.


Gio tengah tertidur pulas di atas sebuah sofa. Salsa teringat perkataan Gio sesudah menyuruhnya untuk beristirahat. Dengan langkah pelan Salsa seperti sedang berusaha mendekati seekor beruang kutub yang tengah tertidur pulas dan akan membangunkannya dengan caranya sendiri.


Maksud hati ingin mengagetkan Gio justru Salsa yang di buatnya kaget. Ketika hendak mencapai tubuh Gio kaki Salsa justru tersandung oleh sebuah benda keras dilantai. Karena sikap kecerobohannya, mengantarkan Salsa dalam pelukan Gio. Senjata makan tuan!


Gio sama sekali tak bergeming dari tidurnya. Jantung Salsa semakin berdegup tak dapat lagi dia kondisikan. Terlebih saat dimana nafas mereka saling berhembus dan memberi sebuah desiran hangat.


Wajah tampan Gio terlihat mempesona bahkan ketika dirinya sedang tertidur yang kini tak dapat lagi Salsa sangkal. Ketika hendak menjauhkan tubuhnya tak disangka tangan Gio mendorongnya hingga posisi mereka telah saling berpelukan.


Satu senyum kemenangan terbingkai. Tak mau berlama-lama dalam pelukan lelaki yang sangat menyebalkan baginya, Salsa mencari ide cemerlang untuk membuatnya segera terbangun dari tidur.


Dengan gerakan lembut bibir Salsa mendekati daun telinga Gio membuat si empunya telinga menjadi merinding hebat.


“GIOOOOOOOO AYOOOOO BANGUUUUN.” Teriakan Salsa mengudara membuat Gio terperanjat melepaskan pelukannya begitu saja hingga membuat tubuh Salsa terjungkal ke lantai.


“Auuu, Gio ihh..” Sala mengaduh kesakitan.

__ADS_1


Setelah puas di peluk dirinya begitu saja di hempaskan oleh Gio. Yang paling menyebalkan lagi Gio sama sekali tak melirik Salsa justru sibuk melihat jam di gawai dan langsung melenggang pergi menuju arah kamar.


“Tunggu! Lo mau kemana?” tanya Salsa yang sama sekali tak di gubris oleh Gio.


“Ihhh nyebelin, Gio mau kemana?” Salsa mengulang pertanyaannya dengan kata yang lebih sopan.


“Mau mandi. Kenapa? Istriku mau ikut?” Jawaban yang diberikan oleh Gio membuat bola mata Salsa membulat sempurna.


Dasar laki-laki gila.


Tak mendapati jawaban apapun dari Salsa, Gio melanjutkan kembali langkahnya menuju kamar mandi. Satu jam berlalu, pasangan yang tak pernah akur itu kini telah bersiap. Salsa hanya perlu mengikuti langkah Gio jika dia ingin pulang dengan selamat kerumah.


Salsa tak banyak bertanya hingga perjalanan mereka hanya dihabiskan oleh sepasang bibir yang saling membisu.


Pemandangan yang sangat indah dan sangat tidak asing bagi Salsa. Rasanya dia pernah mengunjungi tempat ini? Tetapi kapan? Otaknya kini bekerja keras mencoba mengingat-ingat tempat yang sangat bersejarah bagi seorang Gio.


Ingatan Salsa semakin jelas menangkap bayang-bayang masa lalu, dia memang pernah singgah di pantai ini tepatnya di atas pasir yang kini tengah mereka berdua injak.


“Apakah kamu sedang mengingat sesuatu?” tanya Gio tanpa memandang Salsa dan sibuk menatap ombak yang saling bergulungan.


“Iya aku mengingat sesuatu. Aku pernah berkunjung ke tempat ini bersama kedua orang tuaku dan Bang Sam ketika aku berusia enam tahun. Dulu aku pernah berjanji suatu saat nanti aku pasti akan kembali ke tempat ini bersama pasanganku. Tak disangka aku benar-benar pergi kembali bersama pasanganku yaitu kamu,” jawab Salsa menahan senyum dikalimat terakhir.


Kali ini Salsa berbicara dengan kalimat dan ritme yang jauh lebih sopan agar Gio dapat mendengarnya dan tak mengabaikannya seperti tadi.


“Hanya itu saja yang kamu ingat? Apakah kamu ingat selain dengan keluargamu, bersama siapa lagi kalian pergi?” pertanyaan dari Gio membuat Salsa kini mengubah posisinya menghadap tubuh Gio. Seperti memberitahukan bahwa Salsa harus mengingat semuanya.


“Tentu saja aku ingat, saat itu kami pergi bersama teman papah yang membawa serta istri dan anak mereka.” Jawab Salsa lagi semakin memancing rasa penasaran Gio apakah benar Salsa sudah mengingat semuanya?

__ADS_1


“Apakah kau ingat dengan anak mereka?” tanya Gio lagi yang dijawab anggukan oleh Salsa.


“Siapa?” Gio bertanya kembali kali ini tangannya sudah menyentuh kedua bahu milik Salsa.


Salsa menjawab bahwa dirinya hanya mengingat seorang anak lelaki yang dekat dengan Bang Sam tapi melupakan namanya.


Aneh sekali rasanya. Gio berdengus. Salsa belum sepenuhnya mengingat kejadian yang pernah menimpa dirinya.


Gio menarik Salsa dengan tergesa-gesa membawanya pergi secepat mungkin menuju sebuah tempat sebelum senja terbenam.


Dengan nafas tersengal mereka telah sampai di ujung jembatan. Bulatan surya semakin memancarkan warna kemerahan. Salsa menatap lekat netra coklat lelaki yang masih belum melepaskan genggamannya.


Tempat ini? Kepala Salsa berdenyut nyeri. Kenangan yang membuatnya takut berkecamuk dipikiran. Kini dia kembali ingat kejadian belasan tahun lalu dimana dia dan kakaknya berlari untuk melerai dua bocah lelaki yang tengah bertengkar di atas sebuah jembatan.


“Jembatan ini?” Salsa menggelengkan kepalanya tak percaya, bagaimana Gio bisa mengetahuinya? Bayangan ketika tubuhnya tak sengaja terlempar ke lautan membuat rasa ketakutan itu muncul mengaduk hingga pandangannya hampir saja terasa gelap.


“Sekarang apakah kau sudah ingat kedua bocah yang sedang bertengkar saat itu?”


“Siapa kamu sebenarnya?” kini air mata Salsa ikut terburai bersama ketakutan yang semakin menggema.


Gio mengungkapkan bahwa dia adalah bocah lelaki yang telah membuat Salsa tenggelam kala itu. Air mata Salsa semakin luruh. Ingatan tentang siapa yang ia lupakan dan rentetan kejadian yang terlupa kini bagai susunan sebuah puzle yang akan segera menyatu. Sekarang Salsa ingat nama bocah itu adalah Arsen bukan Gio.


Gio mengerti banyak hal yang masih belum Salsa ketahui dan harus Gio jelaskan perlahan dengan cara napak tilas kembali menuju momen yang banyak Salsa lupa. Lambat laun Salsa akan tahu tentang siapa orang yang selama ini ia benci sesungguhnya.


Gio memeluk tubuh Salsa erat kali ini sebagai Gio suaminya bukan lagi sebagai Arsen.


Senja diujung jembatan menyambut kembalinya ingatan Salsa walau tak sepenuhnya. Salsa semakin tak mengerti mengapa selama ini keluarganya tak pernah menyinggung tentang keluarga Wijaya. Terlalu banyak hal yang di tutupi.

__ADS_1


Salsa kehilangan sebagian memorinya sebab pernah mengalami cedera otak traumatis akibat sebuah kecelakaan yang tidak sengaja menimpanya beberapa tahun silam. Sekarang Gio akan mengembalikan apa yang seharusnya di ingat oleh gadisnya.


__ADS_2