
Pesawat pribadi Gio telah mendarat di sebuah Pulau XX. Bukan tanpa alasan Gio mengajak Salsa pergi ke pulau dimana kenangan buruk mereka pernah tercipta.
Sudah lama Gio tak menginjakkan kakinya di pulau ini. Walau aset yang ia miliki cukup banyak di pulau ini namun Gio sama sekali tak ingin mengurusnya dan justru melimpahkannya kepada April.
Kejadian mengerikan yang menimpa dirinya beberapa tahun silam menjadikan Gio tak pernah ingin menginjakkan kakinya kembali di pulau yang pernah mengantarkannya menuju gerbang kematian. Tetapi demi seseorang Gio ingin kembali menuju pulau sejuta kenangan.
Salsa masih tertidur pulas. Entah sedang bermimpi apa dirinya hingga enggan meninggalkan mimpinya barang sebentar.
“Afsheena, bangun. Kita sudah sampai.” Gio menggoyahkan bahu Salsa namun perempuan itu masih tak bergeming dari tidurnya. Dengan terpaksa Gio mengangkat tubuhnya Salsa untuk menuruni pesawat.
“Apakah tuan besar perlu bantuan?” Pengawal di samping Gio sudah memasang sikap sigap menerima perintah dari tuannya.
“Tidak perlu aku bisa sendiri mengangkat tubuhnya.” Gio mengangkat tubuh Salsa perlahan. Tentu saja dia bisa melakukannya sendiri meski tubuh Salsa kenyataannya jauh lebih berat dari yang ia bayangkan.
Gio menggendong tubuh Salsa menuruni pesawat dengan hati-hati, lalu memasukkan tubuh wanitanya ke dalam mobil.
Mobil melaju menuju sebuah resort dimana mereka akan menginap. Resort yang pernah Salsa kunjungi bersama keluarganya, kini mereka akan mengulang lagi masa-masa kecil mereka dahulu.
Di tengah perjalanan Salsa terbangun. Membuka matanya perlahan.
“Gue dimana?” Salsa melihat ke sisi kanan dan kiri. Salsa sudah menyadari saat ini mereka sedang berada di mobil.
“Sebentar lagi kau akan tahu,” ujar Gio.
__ADS_1
Salsa kembali menyenderkan tubuhnya di kursi mobil. Sedari tadi Gio sama sekali tak memberi tahu kemana dia mengajaknya pergi. Salsa merasa pemandangan ini masih berada di negaranya.
Satu-satunya hal yang dapat dia lakukan adalah menikmati perjalanan. Matanya di manjakan dengan pemandangan indah yang telah disuguhkan oleh alam.
Mobil terhenti tepat didepan pintu masuk sebuah penginapan. Beberapa pelayan menyambut hangat kedatangan mereka.
Beberapa rangkaian bunga dan ucapan selamat datang berjejer rapih. Semua kiriman ini berasal dari rekan bisnis Gio pastinya.
“Selamat datang Tuan besar Gio dan Nyonya besar, mari silahkan masuk kami antar menuju tempat anda beristirahat.”
Kepala pengelola penginapan menyambut hangat Gio, sudah lama memang penginapan mereka tidak pernah kedatangan tamu agung.
Gio tersenyum hangat melihat sambutan yang begitu hangat serta antusias yang Gio tak pernah terima sebelumnya. Salsa yang baru melihat senyuman Gio dengan begitu tulus sampai merinding dibuatnya.
“Terima kasih Pak Dan.” Gio mengikuti langkah Pak Dan yang memimpin perjalanan mereka kali ini.
Pak Dan menceritakan banyak sekali perubahan penginapan yang semakin hari semakin berkembang ternyata April sangat piawai mengelola, membuat Gio tak merasa sia-sia telah memberikannya tugas seperti ini. Salsa hanya menjadi pendengar setia. Tak banyak tanya atau komentar.
“Nyonya besar apakah ada yang ingin kau tanyakan?” tanya Pak Dan yang melihat Salsa hanya terdiam sedari tadi.
“Iya sebenarnya ada, aku sangat suka sekali konsep penginapan ini. Siapakah penggagas konsep penginapan ini? Aku yakin dia sangat berbakat.” Ujar Salsa. Yang ditanya siapa tetapi yang menjawab siapa.
“Apa kau yakin ingin mengetahuinya?” Gio melemparkan pertanyaan kepada Salsa.
__ADS_1
“Tentu saja,” jawab Salsa dengan percaya diri.
“Baiklah beri tahu dia Pak Dan.” Gio menatap Salsa, menunggu bagaimana ekspresi dari gadisnya.
“Nona April yang membuat ide dan konsepnya.” Pak Dan tersenyum tanpa dosa setelah mengucapkan nama April di depan Salsa.
“Oh,” Salsa hanya menjawab sekenanya. Dia tak merasa heran jika April bisa mendapat ide dan konsep sebagus ini hanya karena dia juga punya konsep yang cukup baik untuk merebut Reza darinya.
Salsa tak ingin ambil pusing dengan nama April, dia lebih memilih untuk kembali menikmati suasana di penginapan yang sepertinya dia pernah kunjungi.
***********
Salsa merasa seperti seseorang sedang mengangkat tubuhnya. Aroma tubuh Gio tercium jelas. Benar, Gio sedang mengangkat tubuhnya.
Aaaa sialan, kenapa dia bisa gendong gue?
Salsa memutuskan untuk tetap melanjutkan aktingnya yang pura-pura tertidur. Sebenarnya dia sudah bangun sejak Gio baru akan mengangkat tubuhnya.
Gio sangat hati-hati menggendong tubuhnya membuat jantung Salsa berdebar-debar. Padahal Gio tak perlu melakukan hal semacam ini kepadanya. Gio bisa saja meninggalkannya tertidur sendirian di pesawat tetapi Gio lebih memilih untuk membawanya dengan cara yang tak pernah di duga.
Setelah Salsa merasa tubuhnya mendarat di mobil dia baru memutuskan membuka matanya mengakhiri akting. Salsa berpura-pura tertidur untuk mengetahui apa yang akan Gio lakukan padanya.
Ternyata dia masih mempunyai hati nurani juga.
__ADS_1