Not A Dream Marriage

Not A Dream Marriage
Bagian 8 (PERKENALAN 1)


__ADS_3

Haii para pembaca "Not a Dream Marriage" part ini cerita aku buat berdasarkan sudut pandang dari Salsabila (POV SALSA) ❤


Semoga kalian suka, Selamat membaca ❤


Jangan lupa like dan comment serta vote karena itu semua adalah bentuk support untuk author dalam berkarya lebih baik lagi. Trims ❤❤❤❤❤


------------------


Gadis pemilik rambut bergelombang itu adalah Salsabila Afsheena. Ya, aku adalah gadis itu.


Banyak orang mengatakan kepadaku bahwa rambutku ini indah, tapi aku rasa tidak juga.


Tidak sedikit pria yang mengagumiku karena wajahku yang sedikit cantik menurutku, dengan mata dan hidung minimalis serta kulit yang putih bersih sudah cukup menjadi daya tarik untuk menggaet hati banyak laki-laki.


Sejak aku memasuki Sekolah Menengah Pertama hingga kini aku sudah berada dibangku perkuliahan silih berganti laki-laki yang mencoba untuk mendekatiku tapi entah mengapa mereka selalu mundur dengan perlahan atau mendadak tidak terlihat lagi batang hidungnya disekolah keesokan harinya.


Mungkin karena mereka tidak percaya diri atau apapun alasannya itu aku juga tidak terlalu peduli. Meskipun banyak laki-laki yang menyatakan cinta kepadaku tapi aku bukanlah gadis yang mudah untuk dimiliki dan karena hal itu aku mendapatkan julukan “Si bola”. Pasti kalian penasaran apa itu “Si bola”? Kenapa harus “Si bola”?


Mereka (teman-teman yang menyukaiku) memberiku julukan begitu karena menurut mereka aku seperti bola yang bergulir sangat sulit untuk dikejar dan untuk dikuasai, kalaupun ingin mendapatkan bola itu mereka harus berlari sekencang mungkin dan berusaha keras agar bola itu tidak didapatkan atau direbut dengan yang lain.


Sejujurnya aku sedikit merasa tersinggung, tapi terserah mereka yang pasti aku adalah seorang gadis baik-baik yang beruntung memiliki orang-orang yang menjagaku dengan segenap jiwa raga serta kasih sayang yang berlimpah.


Aku anak bungsu dari dua bersaudara.


Aku memiliki seorang abang yang bernama Samuel, panggil saja dia Sam. Dia sedikit berbeda dariku, secara fisik Sam lebih mirip papahku yang berdarah Betawi-Jawa, sementara aku lebih mirip kepada mamahku yang seorang keturunan Betawi-Chiness. Jadi dimaklum saja jika aku suka berbicara sedikit berbeda entah itu dari pengucapan atau lainnya karena budaya Betawi yang begitu melekat dan sudah mendarah daging.

__ADS_1


Sejak kami kecil kami tinggal di Ibukota, keluarga besar mamah semua memang menetap di Jakarta sementara keluarga papah juga sudah ada beberapa yang pindah untuk tinggal di Jakarta hanya beberapa saudaranya yang masih memilih hidup di Jawa.


Pernah sekali kami pergi mengunjungi paman, saudara dari papah di daerah Malang sebelum akhirnya paman memilih untuk mengambil alih usahanya di Jakarta dan tinggal menetap bersama seorang putranya.


Aku anak yang cukup berprestasi disekolah, berbeda dengan bang Sam, ya meskipun aku akui bang Sam juga selalu berprestasi. Bukannya aku ingin menjelekkan abangku, tapi akan aku ceritakan kepada kalian kenakalan bodohnya bang Sam haha rasakan. Beberapa kali bang Sam sering kena hukuman mamah dan papah.


Karena sering bolos sekolah, sering berkelahi bahkan dia sangat jahil sekali kepadaku bukan hanya kepada teman-temannya meskipun begitu banyak perempuan cantik yang nempel dan mengejar cinta bang Sam.


Cihh, dia fikir dia ganteng kali yah sampai sering mematahkan hati para wanita.


Pernah sekali ketika kami masih kecil, kami mengaji di TPA bersama lalu bang Sam menghilang. Mamah, papah, guru mengaji kami semua sangat panik. Kami berusaha mencari diarea sekitar TPA kami tidak menemukan bang Sam. Papah menelpon beberapa teman bang Sam memastikan lagi apakah bang Sam pulang lebih dahulu lalu mampir kerumah temannya, ternyata nihil bang Sam tidak ditemukan. Mamah menangis meraung-raung dan pingsan beberapa kali sampai akhirnya pencarian sampai larut malam itu dihentikan dan papah menunggu 1x24 jam untuk menghubungi polisi.


Pukul 10.00 malam hari bang Sam tiba-tiba muncul memasuki rumah, mamah dan papah bersyukur bang sam tidak kenapa-napa.


Dan apakah kalian tahu bang Sam mengilang pergi kemana?


Itu adalah pengalaman horror sekaligus konyol yang bang Sam alami.


Bang Sam sangat nakal tapi dia juga sangat tampan, kalau kata para wanita zaman now dia itu “Bad Boy”.


Aku peringatkan kalian jangan membayangkan bang Sam yang berlebihan karena aku merasa kasihan kepada kalian kalau ujung-ujungnya cinta kalian bertepuk sebelah tangan.


Terlepas dari abangku yang “BAD BOY”, keluargaku bisa dikatakan keluarga yang sederhana. Meskipun sejujurnya kami dari kalangan yang cukup berada tapi papah dan mamah selalu mengajarkan kesederhanaan kepada anak-anaknya.


Aku juga bukan seorang yang sulit untuk bergaul entah disekolah, dikampus, dimanapun aku adalah tipe orang yang mudah berbaur.

__ADS_1


Tetapi anehnya aku hanya mempunyai satu sahabat mungkin kami bersahabat sejak dari dalam kandungan namanya Anna, Marianne nama lengkapnya. Anna masih berdarah campuran Belanda dari ayahnya sementara ibunya asli Depok dan jadilah Anna seorang keturunan Belanda-Depok.


Yang sangat mengherankan meskipun ayahnya Anna adalah seorang yang berdarah Belanda, Anna lebih cenderung menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupannya sehari-hari.


Pernah suatu hari aku melihat ayah Anna berbicara panjang lebar kepada Anna dengan menggunakan bahasa Belanda tapi Anna hanya diam tak menjawab.


Aku sangat penasaran karena melihat ekpresi Anna yang sedikit gugup dan palongo.


Ketika aku tanyakan kepada Anna tentang apa yang ayahnya bicarakan dengan polosnya Anna menjawab tidak tahu dan tidak mengerti.


Dalam hati kecilku hanya dapat berteriak "Dasar Belanda Depok."


Sedikit cerita lagi tentang Anna, dia itu cantik, baik dan pintar tapi entah kenapa dia itu tidak pernah ingin merasakan berpacaran selama ini dengan alasan mau fokus menamatkan pendidikannya terlebih dahulu.


Oke sebenarnya aku tidak masalah kalau dia memutuskan seperti itu, hanya saja sekarang ini aku selalu merasa ia akan kesepian jadilah aku mak comblang diantara Anna dan bang Sam.


Sudah lumayan lama juga aku menjadi mak comblang mereka, tapi nampaknya semua usahaku belum membuahkan hasil karena sampai detik ini bang Sam masih terlihat cuek dan biasa saja berbeda dengan Anna yang sedikit demi sedikit nampaknya sudah mulai ada sinyal menyukai bang Sam.


Setidaknya sinyal itu ada dari perubahan raut wajah Anna ketika Erna teman wanitanya bang Sam yang hampir setiap hari mampir kerumah sekedar membawakan makanan ringan atau apalah alasannya demi menemui bang Sam.


Hubungan mereka begitu rumit, padahal jika mereka saling suka apa salahnyakan mencoba? Tapi lagi-lagi seperti yang aku katakan jangan berharap lebih karena hati kalian pasti akan dipatahkan oleh bang Sam.


Soal cita-cita, jangan tanyakan yah cita-citaku waktu masih kecil ingin menjadi apa, hehe.


Yang pasti sekarang ini aku benar-benar sedang berjuang untuk menyelesaikan pendidikanku agar dapat meraih cita-cita yang aku miliki dari kecil. Cita-citaku adalah menjadi seorang pengantin. Iya, karena aku ingin menjadi pengantin dan menikah hanya dengan laki-laki yang aku cintai, hidup saling melengkapi, memiliki banyak anak-anak lucu dan menua bersama.

__ADS_1


Kelihatannya memang konyol tapi memang itulah keinginanku, itulah cita-citaku. Aku memilih itu sebagai cita-citaku setelah aku menomor duakan keinginanku untuk menjadi seorang Guru, semua itu bukan tanpa alasan. Bukankah sangat mengerikan jika kita menikah dengan laki-laki yang sama sekali tidak kita cintai? Yang bahkan hadirnya saja tidak pernah kita inginkan selama hidup kita.


Mimpi buruk itu yang selalu aku takutkan. Mimpi tentang masa depan, kehidupan mengerikan bersama seorang laki-laki yang tidak pernah kita inginkan, terlibat dalam suatu ikatan bukan untuk seminggu atau setahun, tapi untuk selamanya. Dan anehnya mimpi itu terasa seperti nyata!


__ADS_2