
Jam sudah menunjukan pukul 12.00 siang sebagian karyawan mulai berhamburan keluar gedung untuk makan siang.
Salsa masih asyik menunggu bersama sekretarisnya Reza. Karena sudah jam makan siang sekretaris Reza pamit meninggalkan Salsa sendirian di meja kerjanya. Sebelumnya Maya menghubungi rekannya yang ikut meeting bersama atasannya dan ternyata meeting telah selesai setengah jam yang lalu.
“Mbak Salsa mau nitip minum apa? Biar nanti saya belikan. Sepertinya pak Reza keluar sebentar, meeting sudah selesai setengah jam lalu, Mbak.” Sekretaris Reza memberi informasi kepada Salsa.
“Terima kasih tawarannya. Apa pak Reza ada jadwal keluar hari ini?” Salsa bertanya kembali.
“Gak ada sih Mbak, mungkin ada hal yang pak Reza ingin beli atau hal mendesak lainnya.”
“Baiklah, aku menunggu saja di sini. Kamu segera makan siang nanti keburu jam makan siangnya habis.”
“Baik Mbak.”
Sekretaris Reza pergi meninggalkan Salsa
sendirian di meja kerjanya. Sesungguhnya Maya merasa tidak enak meninggalkan Salsa sendirian. Maya sudah mencoba untuk menghubungi Reza namun nomornya tidak dapat dihubungi.
Sambil menunggu Rezanya, Salsa mengambil ponselnya dari dalam tas membuka aplikasi untuk melihat keberadaan Rezanya. Baru saja ia ingin membuka aplikasi gawainya sudah mati karena daya baterainya habis.
__ADS_1
“Aduhhh mati, lupa bawa power bank lagi.”
Bosan menunggu, akhirnya ia memutuskan untuk berkeliling menunggu Rezanya.
Pukul 12.30 sebagian karyawan sudah kembali, kantor mulai ramai di isi oleh karyawan yang lalu lalang. Setelah bosan berjalan-jalan Salsa berniat untuk naik kembali menuju lantai atas ke ruangan Reza.
Antrian Lift sangat ramai. Pintu lift terbuka, Salsa diam melihat salah seorang yang ia kenal tetapi yang dilihatnya tak melihat kembali Salsa karena tertutup oleh kerumunan sebagian orang.
Salsa menaiki Lift selanjutnya. Langkahnya tergesa-gesa hingga sesuatu mampu membuat ketergesaan-nya berhenti. Kakinya mematung. Langkahnya terasa berat untuk dilanjutkan kembali.
Salsa berusaha mengatur nafasnya pelan. Memperhatikan sejenak mungkin itu yang harus ia lakukan. Sekian menit langkahnya tertahan, matanya masih menatap kedepan seakan tidak percaya.
Dilihatnya kembali, gadis itu menatap Rezanya dengan tatapan yang berbeda.
Perasaan sedih berbalut kekecewaan kini ia rasakan. Belum sempat Salsa berbalik harus di lihatnya kembali perempuan itu berani mencium pipi kanan dan kiri lelakinya sebagai tanda perpisahan.
Salsa hanya bisa menunduk, dia tidak dapat melangkah maju atau sekedar membalikkan badannya untuk berlari pergi meninggalkan adegan yang seharusnya tidak pernah ia lihat.
Salsa menenggelamkan wajahnya pada kedua telapak tangannya, ia masih mematung kakinya terasa lemas tak berdaya. Perempuan cantik itu berjalan melewatinya tanpa menengok kepadanya sedikitpun. Reza langsung memasuki ruangannya selepas perempuan itu pergi meninggalkannya.
__ADS_1
Sekretaris Reza yang sedari tadi mengumpat di balik ruangan lain hanya mampu melihat Salsa dengan perasaan sedih mungkin seperti yang dirasakan juga oleh Salsa saat ini. Melihat perempuan rekan kerja atasannya sudah pergi sekretaris Reza segera menghampiri Salsa yang masih menutup wajah untuk menahan air matanya agar tidak terurai.
“Mbak Salsa, Pak Reza sudah datang yah? Ayo kita masuk ke dalam Mbak!” Sekretaris Reza mencoba menyapa Salsa seperti tidak terjadi apa-apa.
“Maya aku mau pulang saja, jangan sampaikan kepada Pak Reza jika aku datang kesini membawakan makan siang untuknya. Makanannya kamu makan saja yah, bagikan kepada yang lainnya juga karena aku membawa cukup banyak. Aku pamit pergi dulu.”
Salsa pergi meninggalkan sekretaris Reza tanpa membiarkannya banyak bertanya. Baginya, kesedihan yang ia alami jangan sampai orang lain tahu cukup dirinya saja yang menikmatinya.
Sekretaris Reza merasa bersalah dengan Salsa harusnya ia mengatakan kepada Salsa untuk pulang saja dan jangan menunggu sampai atasannya datang.
*****
Triing.. triing..
Satu pesan masuk kedalam ponsel seorang wanita.
[“Saya keluar makan siang bersama bu April, kalau ada yang mencari saya tunggu saja.”]
“Pesan masuk dari Pak Reza. Apa aku harus bilang ke Mbak Salsa untuk pulang saja ya? Hmm, tapi sudahlah nanti juga sepertinya Pak Reza tidak bersama Bu April lagi kembali ke kantornya.”
__ADS_1
Akhirnya Sekretaris Reza memutuskan untuk tidak mengatakan kepada Salsa dan membiarkannya menunggu.