
Alex di haruskan beristirahat di rumah karena kakinya belum pulih. Ia masih berjalan dengan tongkat penyangga. Sandra menemaninya seharian di rumah sembari membaca buku.
Siang itu seseorang yang tidak di undang datang ke rumah. Dia adalah Emely kekasih Alex. Wanita itu datang untuk menjenguk Alex.
"Selamat siang bisa saya bertemu Alex?" tanya Emely pada Moni yang membuka pintu.
"Sebentar nyonya"
Moni menghampiri Sandra di ruang baca. Ia memberi tahu jika ada seorang wanita ingin bertemu tuan Alex.
Sandra menutup bukunya dan bergegas menemui wanita yang di maksud Moni tadi. Sandra mengamati Emely dari bawah sampai atas. Tinggi, semampai, cantik dan dia tentu saja masih muda.
"Siapa kau?" tanya Sandra dengan wajah tidak suka.
"Hai Sandra, aku Emely bolehkah aku bertemu Alex? aku dengar ia sedang cidera kaki"
"Benar, tapi untuk apa kau bertemu dengannya?"
"Ayolah Sandra aku hanya sebentar saja, Alex pasti senang bertemu denganku" kata Emely percaya diri.
"Silahkan waktumu sepuluh menit" kata Sandra datar.
Emely menemui Alex di kamar. Diantar oleh Sandra. Alex nampak terkejut dengan kedatangan Emely. Tanpa persetujuan terlebih dulu wanita itu langsung nyosor dan mencium pipi Alex.
Sandra geram dan berdiri melipat tangan sembari memandang Alex yang salah tingkah.
"Kenapa kau kemari?!" bisik Alex.
"Aku dengar kau terluka"
"Aku tidak apa-apa, pergilah Emy ..." Emy adalah panggilan sayang Alex pada Emely.
Sandra berjalan keluar dan memutuskan tidak melihat kedua orang itu karena ia muak. Tidak berapa lama Emely pamit pulang. Sandra bergegas menemui Alex di kamar. Ia kesal sekali pada Alex.
"Dia kekasih mu?" tanya Sandra ketus.
__ADS_1
"Teman" jawab Alex datar.
"Bagus..kalau begitu suruh saja temanmu itu yang merawat mu! aku tidak akan merawat mu lagi"
"Sandra....sayang ..." Sandra pergi keluar dari kamar. Alex tidak bisa berbuat apa-apa.
Paginya karena ada meeting penting Alex harus pergi ke kantor. Ia sedang sibuk menyiapkan stelan kerjanya sembari kepayahan karena menggunakan tongkat. Sandra tidak tega juga melihat Alex kesulitan. Ia meraih stelan jas dari dalam lemari, satu per satu Sandra membantu Alex mengenakan pakaiannya. Dari celana panjang hingga kemeja. Semua Sandra yang memakaikan. Alex memandang Sandra dengan senyum cerah saat istrinya itu mengancingkan kemejanya.
"Kau mencintaiku?" gumam Alex.
"Diam bodoh!"
Alex tersenyum, entah kenapa ia sangat senang melihat Sandra marah dan gemas padanya. Sandra terlihat semakin cantik jika sedang kesal. Alex mengecup hidung mancung Sandra.
"Kau ke kantor hari ini?" tanya Alex sembari membiarkan Sandra memasangkan dasi untuknya. Sandra berjinjit karena Alex lebih tinggi darinya. Alex mengedarkan pandangannya dan menarik kursi kecil yang berada di sampingnya dengan sebelah kaki kirinya yang tidak sakit.
"Naiklah" Sandra menaiki kursi itu dan dengan lancar ia memasang dasi untuk Alex.
"Apa yang kau sukai dariku Sandra?" tanya Alex iseng.
"Lalu kenapa kau mau menikah dengan pria menyebalkan sepertiku?"
"Karena aku bodoh!"...
"Hahahaha! Sandra aku gemas sekali pada mu jangan memancingku atau aku akan membuat kita berdua tidak jadi pergi kerja?"
"Diam!" wajah Sandra memerah ia tahu maksud Alex. Pria yang lebih muda darinya itu cukup kranjingan jika di ranjang.
"Kau tua tapi cantik dan kau kaya! aku suka padamu sayang"
"Aku tahu, kau menipuku"
Sandra selesai memasang dasi untuk Alex. Ia mengenakan jas pada Alex.
Di luar kamar Alex dan Sandra berpapasan dengan Jeremy.
__ADS_1
"Jeremy kau mau pergi kemana? kenapa membawa tas besar?"
"Aku mau liburan ma..."
"Kenapa tidak bilang dulu?!"
"Mama menikah dengannya aku dan Antony membiarkan mama lalu kenapa sekarang maama melarang kesenanganku?!
Alex memegang bahu Sandra menenangkannya.
"Sudahlah Sandra" Jeremy menatap Alex kesal ia benci dengan ayah sambungnya itu.
"Aku pernah seusia dengan Jeremy jadi kau jangan cemas, ia hanya butuh sedikit waktu" kata Alex menenangkan Sandra.
Alex tiba di perusahaannya, Di rumah kerjanya sudah ada Emely yang menunggu. Emely terlihat cantik dan wangi seperti biasanya. Ia selalu tampil menggoda di hadapan Alex. Tapi pria itu sama sekali tidak melakukan apapun pada Emely meski wanita itu menggodanya dengan berbagai jurus.
"Hai Alexi sayang..."Emely ingin mengecup bibir Alex tapi Alex memalingkan wajahnya.
"Ada apa dengan mu Lex? kenapa kau selalu membuatku kesal?!"
"Sudahlah Emy, kaki ku sedang sakit"
"Itu alasan mu saja! oh aku tahu apa kau sekarang sudah mulai jatuh hati pada wanita tua itu?!"
"Jaga bicara mu Emy!"
"Kenapa? apa kau ketagihan tidur dengannya sehingga kau lupa niat awal kau menikahinya?!"
Alex terdiam. Ia jadi pusing pagi-pagi sudah bertemu Emely.
"Ingat Alexi Androdelas! kau menikahi wanita tua itu karena hartanya bukan karena kau menyukainya dan menidurinya!"
Emely meraih tasnya dan berjalan pergi meninggalkan ruang kerja Alex.
Alex kembali mengingat pernikahannya dengan Sandra yang megah dan mewah.
__ADS_1
Apa iya aku jatuh hati pada Sandra?