
Seorang perempuan cantik berperawakan tinggi semampai bak super model muncul di hadapan Alex dengan memamerkan senyum terbaiknya.
"Hai .." Sapa Rea sembari tersenyum memandang Alex.
"Hai aku suami Sandra" Alex mengulurkan tangannya.
Sekilas Alex bisa tahu Rea adalah tipe perempuan licik. Ia sudah banyak bergaul dengan perempuan dan ia bisa mengamati mereka dengan sekali memandang sorot mata dan cara mereka berpura-pura tersenyum.
"Sayang aku ganti baju dulu ya" Alex menyentuh lembut pipi Sandra.
Rea di buat iri melihatnya. Sejak dulu Sandra selalu beruntung dan kali ini Rea bisa melihat ketulusan Alex pada Sandra.
Rea sempat mendengar berita di luar sana jika suami Sandra adalah pria yang lebih muda usianya dan hanya inginkan harta Sandra saja. tapi melihat gelagat Alex pada Sandra itu mematahkan semua berita di luar.
"Rea ayo kita ke ruang makan lebih dulu, biarkan Alex menyusul"
"Baiklah, oh ya dimana para jagoan mu?"
"Jeremy sedang pergi dengan teman-temannya, Anthony ada kegiatan kemping dari sekolah"
"Lama sekali aku tidak bertemu dengan mereka, oh ya Sandra bagaimana hubungan kedua anak mu dengan Alex?"
"Baik-baik saja, mereka akrab seperti teman"
"Benarkah? menarik sekali. aku tidak menyangka jika Alex juga bisa memenangkan hati kedua anak mu"
"Ya dia memang terlihat seperti Casanova tapi ia punya sisi berbeda. aku bisa melihatnya sendiri" kata Sandra sembari tersenyum mengenang kebaikan Alex.
Alex menghampiri Sandra dan Rea di ruang makan. Alex terlihat segar setelah mandi dan berganti pakaian. Ia mengenakan sweater lengan panjang berwarna navy dan celana panjang berwarna putih.
"Jeremy menelpon sepertinya ia akan menginap di rumah temannya" kata Alex.
__ADS_1
"Tidak! bagaimana ia bisa menginap di rumah temannya? akan ku telpon Jeremy" Sandra selalu cemas jika Jeremy tidak pulang. ia takut anak itu akan tergoda hal yang tidak baik di luar sana.
"Sayang tenanglah, Jeremy sudah dewasa tidak masalah jika ia ingin menginap di rumah temannya" kata Alex sembari menarik kursi dan duduk tenang mengamati makanan di atas meja.
Rea diam-diam melirik Alex yang sejak tadi cuek saja padanya.
"Tapi Lex...."
"Tenanglah anak mu itu baik dan manis, ia pasti bisa menjaga nama baik orang tuanya"
Pria ini sungguh istimewa, beruntung sekali Sandra mendapatkannya. lihatlah fisiknya tampan dan sempurna. sikapnya juga dewasa dan mengayomi Sandra. menarik ....mungkin aku akan tinggal disini cukup lama. -Rea-
"Rea ayo kita makan" Sandra meraih sebuah piring dan mengisinya dengan sepotong steak tenderloin kesukaan Alex dan paprika panggang.
"Sayang aku tidak mau ada paprika di piringku!" Alex terlihat panik melihat sayuran melengkapi hidangannya.
"Tidak! kau harus makan sayur" Sandra tetap memberikan paprika panggang pada Alex. ia ingin Alex makanan sayur dan juga buah.
Sandra tidak menyadari jika ada bahaya mengancam hubungannya dengan Alex.
Mendengar Alex memanggil Sandra dengan sebutan sayang, itu membuat Rea juga ingin dipanggil demikian.
"Rea kenapa diam? makanlah" kata Alex yang tiba-tiba memperhatikan Rea.
"Tentu saja aku akan makan" Rea tersenyum.
"Oh ya Lex apa Rea bisa tinggal disini?"
"Tentu saja silahkan, apa Rea bekerja?" tanya Alex curiga. untuk apa Rea tinggal bersama Sandra padahal bisa saja perempuan itu menyewa apartemen mewah. dilihat dari tampangnya dia bukaan orang susah.
"Rea akan membuat kantor disini, ia kan desainer ternama di Milan jadi ia putuskan membuka cabang di kota ini"
__ADS_1
"Bagus, tidak masalah tapi jika kau butuh privasi aku bisa mencarikan mu apartemen berkelas" kata Alex sambil tersenyum.
Melihat Alex tersenyum padanya Rea langsung bertekad akan merebutnya dari Sandra. ia tidak mau pindah kemana-mana ia ingin tinggal bersama Alex.
"Baiklah nanti akan ku pikirkan" Jawab Rea.
***
Bram menghampiri Josie di apartemennya dengan seikat bunga mawar.
"Maafkan aku" wajah Bram memelas.
Josie diam dan muak melihat Bram di hadapannya.
"Baiklah jika kau butuh waktu aku akan pergi dan tidak mengganggu mu" Bram meletakkan bunga di depan pintu apartemen Josie. ia berjalan pergi sementara Josie tidak bergeming. Ia memandang punggung Bram yang semakin menjauh.
Josie berlari mengejar Bram menuju parkiran.
"Tunggu!"
Bram menghentikan gerakannya membuka pintu mobil.
"Kau pikir kau siapa berani sekali mempermainkan aku?!" mata Josie berkaca-kaca.
"Josie aku..."
"Kemarin kau mengabaikan ku tanpa kabar. kau tahu aku sangat cemas kemana kau pergi dan bagaimana keadaan mu. setelah kembali kau tidak bicara padaku! sekarang kau memberiku perhatian seolah kau kekasih ku! apa tujuan mu Bram?!"
"Josie...." Bram melangkah dan menarik Josie kedalam pelukannya.
"Aku mencintai mu Josie karena itu aku mencoba menghindar dari mu agar perasaanku tidak semakin tumbuh padamu. tapi aku gagal kau selalu di pikiran ku"
__ADS_1
Josie membalas pelukan Bram ia merengkuh kan kedua tangannya di bahu pria itu.
Sudah bisa di pastikan jika cinta Bram berbalas oleh Josie. wanita itu juga menyukainya. Keduanya sepakat untuk menjalin hubungan menjadi sepasang kekasih.