
"Apa ini?" Suara Sandra bergetar menahan amarah. Alex panik dan mencoba menjelaskan pada Sandra.
"Sandra ini tidak seperti yang kau lihat sayang...aku kemari karena menolong Rea"
"Tidak Sandra aku tadi memang meminta bantuan Alex karena kaki ku terkilir tapi lihatlah apa yang ia lakukan padaku?!"
"Rea apa yang kau katakan?!" Alex kesal karena Rea berbohong.
Dasar wanita ular! Licik sekali dia. aku tertipu olehnya!
"Seharusnya aku biarkan kau kesakitan Rea! Sandra percayalah aku tidak melakukan apapun pada wanita ini!"
"Sandra aku sepupu mu tidak mungkin aku berbuat buruk pada mu! Alex merayuku dia mencoba memancingku Sandra"
"Itu tidaklah benar sayang!" Alex panik dan marah. Ia menyadari kebodohannya. Seharusnya ia tidak terpancing dengan jebakan Rea.
'"Stop! Berhenti kalian...! Kau Alex aku memberimu kesempatan berkali-kali dan kau selalu mengulanginya"
"Sandra aku jujur tidak berbuat apapun, aku hanya menolong Rea. Percayalah sayang aku mohon Sandra" Alex mengiba nyaris putus asa.
"Sandra kau percaya pada ku bukan?" kata Rea dengan licik.
"Cukup Rea! Aku tahu sejak kecil kau menginginkan apapun yang aku miliki. Jangan kau kira aku tidak mengamati mu sejak kau datang. Kau memang tertarik pada Alex sejak awal bukan?"
Oh syukurlah Sandra mempercayai diri ku. Wanita ini aku tidak akan mengampunimu! -Alex-
"Sandra jadi kau menuduh ku ingin merebut Alex?"
"Memang itu kenyataannya Rea! kau mau merebutnya dari ku"
__ADS_1
"Alex ayo kita pergi dari sini" Alex segera meraih tangan Sandra. keduanya pergi meninggalkan Rea yang marah dan kesal. Rea membanting baju yang di pengangnya ke lantai.
"Lihat saja Sandra aku akan membalas mu! jika aku tidak bisa mendapatkan Alex kau juga tidak boleh bersenang-senang dengannya!"
Sandra hanya terdiam selama perjalanan pulang ke rumah. Alex cemas memperhatikan istrinya sepertinya akan ada badai sesampainya di rumah nanti.
"Sayang aku minta maaf"
"Sudahlah aku tahu Rea yang bersalah" kata Sandra sembari memandang jalanan kota melalui kaca mobil.
"Apa setelah ini kau masih mau menganggapnya sepupu mu?"
"Alex, entahlah aku tidak tahu. aku masih terkejut dengan semua ini"
"Oh ya bagaimana kau bisa tahu jika Rea bersalah dan menjebakku?"
"Josie? kapan kau bertemu dengannya?"
"Tadi aku ke kantor mu dan kau tidak di tempat tapi aku sempat berbicara dan sedikit bertengkar dengan Josie"
"Oh syukurlah"
Josie kau memang penyelamat ku! -Alex-
Setibanya di rumah Sandra bergegas menaiki anak tangga. Ia sempat menyapa kedua anak remajanya yang sedang duduk di ruang tengah.
"Hai jagoan..." Alex menyapa Jeremy dan Anthony yang sedang main game.
Kedua remaja itu mengamati ibu dan ayah sambungnya yang terlihat seperti biasa selalu bertengkar.
__ADS_1
"Aku tidak menyangka hubungan ini tidak berakhir dengaan cepat" gumam si sulung Jeremy.
"Sudahlah ...Kau kalah Jeremy!" Anthony berdiri dan bersorak Sorai karena ia unggul dari Jeremy dalam bermain game sepak bola.
"Ah sial!" Jeremy menyerahkan lembaran uang pada Anthony sebagai tanda ia kalah taruhan.
Kembali ke Sandra dan Alex yang sedang berada di kamar mereka. Alex baru selesai mandi sementara Sandra sedang membersihkan riasan wajahnya.
"Ini bantal dan malam ini kau tidur di sofa!" Sandra dengan ketus menyerahkan sebuah bantal pada Alex.
"Sayang kenapa aku tidur di sofa?"
"Karena aku sedang tidak mau dekat-dekat dengan mu!"
"Tapi sayang kenapa aku harus tidur di sofa? ayolah Sandra...."
"Baiklah kalau begitu aku saja yang tidur di sofa!"
"Tidak sayang! baiklah aku saja"
Alex berjalan membawa bantal menuju sofa besar di kamar itu.
"Besok akan ku buang sofa ini..." gumam Alex tidak jelas.
"Kau mengatakan sesuatu?!" Sandra menatap tajam ke arah Alex.
"Tidak sayang, aku hanya bilang aku mencintai mu Sandra, selamat malam"
Alex langsung merebahkan diri di sofa sebelum pertengkaran kembali terjadi.
__ADS_1