
Josie yang merasa haus meraih gelas minuman di atas meja. Ia langsung meminumnya sampai tandas. Minuman itu tadinya adalah milik Alex yang tidak sengaja ia letakkan di atas meja dan terminum oleh Josie.
Tidak berapa lama setelah minum Josie merasa aneh dengan tubuhnya sendiri. Ia seperti kepanasan dan berga*rah.
Napasnya tidak beraturan dan pandangannya sayu menatap Bram yang sedang berbicara dengan seseorang.
Josie meraih tangan Bram dan menariknya minggir dari kerumunan pesta.
"Ada apa sayang?" Bram memandang Josie curiga.
"Bra..amm" Suara Josie lebih mirip orang Mendes*h.
"Josie ada apa? baiklah ayo kita pulang" Bram mengajak Josie menuju mobil. Setibanya di mobil Josie meraih gulungan rambutnya agar terurai bebas. Josie nampak semakin gelisah dan aneh. beberapa kali ia mengecup wajah Bram.
"Sayang kau makan atau minum apa di pesta tadi?" Tanya Bram.
Josie sudah tidak menggubris pertanyaan Bram. Ia melepas Rompi penutup gaunnya sehingga menampakkan bahunya yang putih dan mulus.
"Josie aku tahu pasti kau salah minum atau makan tadi"
Josie menyibakkan gaunnya hingga ke paha ia seperti kepanasan dan berkeringat.
Bram mempercepat laju mobilnya menuju apartemen Josie.
Ia memapah Josie menuju apartemen. Josie mendorong tubuh Bram dan menindihnya dengan beringas. Ia ******* bibir Bram,
__ADS_1
Bram mencoba menenangkan Josie ia berjalan menuju lemari es untuk menuang air putih. Josie mengejar langkah Bram dan menariknya.
"Bram sayang kau mau kemana, kenapa badan ku terasa panas"
"Josie kendalikan dirimu!"
Josie menarik tali gaunnya dan melemparkan gaunnya ke wajah Bram. Sekarang tubuh Josie nyaris telanjang.
"Josie ku mohon jangan menggoda ku!" Bram memalingkan wajahnya menghindari pemandangan indah di hadapannya.
Josie melepas pertahanan terakhir yang menutup tubuhnya dan kembali melemparkan pada wajah Bram.
Bram adalah laki-laki normal, melihat pemandangan dan suara Josie mengiba seperti itu ia jelas tergoda. Pertahanannya ikut runtuh.
Apa boleh buat Bram tak kuasa menahan godaan besar di depannya.
Josie terlihat begitu agresif terhadap Bram. ******* demi ******* mereka lakukan hingga Josie ambruk di ranjang.
Bram melanjutkan permainannya yang tidak hanya sekali tapi terjadi beberapa kali.
Josie tertidur lelap di pelukan Bram.
***
Alex memutari ruangan pesta mencari keberadaan Josie dan Bram. rupanya keduanya sudah pergi entah kemana.
__ADS_1
"Sayang ayo kita pulang" Alex mendekati Sandra yang sedang berbicara dengan Rea.
Rea memandang lekat wajah tampan Alex. Seperti tidak terjadi sesuatu dengannya. Pria itu tampak biasa saja tidak bereaksi apapun.
Ada apa ini? kenapa Alex tidak bereaksi terhadap obat perangsang itu? kenapa ia biasa saja? -Rea-
Alex memandang curiga terhadap Rea. Ia menarik pelan tangan Sandra sedikit menjauh dari Rea.
"Sandra ayo kita pulang aku meras lelah dan mengantuk" kata Alex. Ia memang sudah tidak betah berlama-lama di pesta itu.
"Baiklah, aku pamit dulu pada Rea"
"Hmmm"
"Rea kami pulang dulu ya" kata Sandra sembari merangkul pinggang Alex.
"Sukses untuk usaha mu Rea" tambah Alex.
Rea sekali lagi mengamati Alex dan tidak terjadi sesuatu. Satu hal yang ia sadari bahwa rencananya telah gagal total. Sepertinya Alex tidak meminum sampange yang tadi ia berikan.
Kalau Alex tidak meminumnya lalu siapa yang meminum sampange itu?!
"Sial!" gumam Rea.
Rea bergegas membubarkan pestanya karena ia sendiri sudah malas dan tidak minat lagi. rencananya gagal ia salah sasaran memberi obat perangsang kedalam minuman Alex. sekarang entah siapa yang telah meminumnya.
__ADS_1