
Sandra mengenakan long dress berwarna hitam dengan aksesoris kalung berlian serta anting berlian kecil. Ia nampak elegan dan cantik. Riasan natural membuat wajahnya terlihat fresh dan muda. Saat berjalan menuruni anak tangga rumahnya, Sandra berpapasan dengan Alex yang baru saja pulang bekerja. Alex memandang Sandra yang mengabaikannya dan berjalan keluar menuju mobil.
"Sandra ..! mau kemana? pesta lagi?" Alex mengejar Sandra saat wanita itu hendak masuk ke dalam mobilnya.
"Apa urusannya dengan mu?" Sandra menutup pintu mobil. Sopir mengemudikan mobil itu meninggalkan halaman rumah mewah Sandra.
Alex kesal dan berjalan menuju kamarnya. Ia berpapasan dengan Jeremy anak pertama istrinya. Jeremy yang melihat Alex langsung mencibir ayah tirinya itu. Ia menertawakan Alex yang di abaikaan oleh ibunya.
"Mungkin sebentar lagi kau akan terbuang dari kehidupan mama" sindir Jeremy sembari berjalan menuju kamarnya.
Alex tidak menghiraukan Jeremy, ia pergi ke kamarnya dan mandi air hangat. Selesai mandi Alex memutuskan menunggu Sandra di kamar sembari bekerja. Alex menyalakan laptopnya dan memeriksa saham perusahaan Sandra. Cukup mengagumkan sahamnya tinggi.
Sandra sudah membagi harta itu dengan Jeremy dan Antony. Separuh nya untuk Sandra. Separuh yang Sandra miliki itu setara dengan satu perusahan yang di pimpin Alex sekarang.
Alex meraih ponselnya sembari melirik jam tangannya. Malam sudah cukup larut tapi Sandra belum juga pulang.
Sial! kemana dia?! kenapa selarut ini tidak pulang juga.
Tapi untuk apa aku mencemaskan Sandra, toh aku menikahinya bukan karena cinta.
__ADS_1
Alex berdiri di dekat jendela kamar ia menatap melalui jendela kaca besar di hadapannya. Nampak mobil Sandra tiba di halaman rumah. Sopir hanya berdiri di dekat mobil dan tidak membuka pintu mobil. Sandra juga tidak terlihat keluar dari mobilnya.
Alex memutuskan untuk turun dan berjalan menuju halaman.
"Kenapa tidak membuka pintu mobil?" tanya Alex pada sopir pribadi Sandra.
"Tuan...nyonya sedang tertidur di dalam mobil. Saya tidak berani membangunkan"
"Buka pintu mobilnya" perintah Alex. Sopir membuka pintu mobil nampak Sandra tertidur bersandar di kursi belakang. Gaun panjangnya yang membelah sampai atas membuat kulit pahanya terpampang. Alex segera mengangkat tubuh Sandra dan membawanya masuk ke dalam rumah. Aroma minuman tercium dari napas Sandra.
"Kalau tidak bisa minum kenapa harus minum?" bisik Alex kesal. Ia menidurkan Sandra di atas tempat tidur mereka. Tubuh Sandra terlihat begitu menggoda kejantanan Alex.
Wanita ini memiliki daya tarik tersendiri untuk ku, sial aku tidak bisa menahannya Sandra!
Sandra menggeliat ketika tangan Alex sampai di dadanya. Senyum samar terlihat di wajah cantik Sandra.
"Bangun sayang aku ingin kau melayaniku" Alex terus membelai dan bermain di dada Sandra. Meremas, memilin ia lakukan dengan bukit kembar Sandra yang terbebas dari bra. Karena long dress yang di kenakan Sandra memang di desain tanpa harus mengenakan bra.
Napas Alex memburu di dekat telinga Sandra. Wanita itu menggeliat dan menyambut bibir tipis Alex yang menggoda.
__ADS_1
Merasa mendapat sambutan, Alex semakin leluasa melampiaskan niatnya pada Sandra. Tangannya menyingkap gaun panjang Sandra. Bibirnya ******* da*a Sandra dan malam panjang mereka lalui meski saling marahan. Sandra tertidur pulas tanpa mengenakan sehelai kain pun. Alex memeluknya dan mendekapnya seolah ia benar-benar mencintai Sandra.
Paginya Sandra terbangun dengan tanda merah di sekujur leher dan dadanya. Alex sudah tidak ada di sisinya. Pria itu bangun lebih awal dan berangkat bekerja. Sepertinya Alex sangat sibuk akhir-akhir ini. Sandra mandi dan mengenakan dress pendek. Ia turun ke lantai utama rumahnya dan sudah sepi.
"Moni apa tuan tadi sarapan?" tanya Sandra pada pelayannya.
"Tidak nyonya, tuan pergi buru-buru di jemput seorang wanita cantik"
"Apa?! wanita cantik?"
Moni nampak salah tingkah karena keceplosan bicara. Ia bergegas kembali ke belakang. Sementara Sandra langsung terbakar emosi dan marah. Ia meminta sopir mengantarkannya menuju perusahaan Alex.
Sesampainya di perusahaan milik Alex, Sandra bergegas menuju ruang meeting utama. Ia langsung menerobos masuk ruangan setelah sekretaris Alex gagal menghadangnya.
Sandra menghentikan langkahnya ketika seisi ruang meeting terkejut dengan kedatangannya. Alex sedang berbicara dengan koleganya juga terhenti dan memandang istrinya.
Sandra mematung salah tingkah dan gugup. Alex segera menghentikan meetingnya dan di ambil alih oleh asistennya. Alex merengkuh bahu Sandra dan mengajaknya menuju ruang kerjanya.
"Kau sangat merindukan ku?" Alex menyeringai memandang Sandra yang memerah wajahnya karena malu.
__ADS_1
Sial Moni bilang Alex di jemput wanita cantik!
"Tadi pagi aku di jemput sekretaris ku karena mobilku sedikit bermasalah. Bagaimana kau puas dengan jawabanku? atau kau masih merasa cemburu dan ......ingin kita melakukan seperti semalam?" tawa Alex pecah ketika wajah Sandra terlihat panik dan malu.