
Siang itu Sandra memenuhi undangan Yuda untuk makan siang bersama di sebuah restoran. Sandra berbincang dengan Yuda yang tidak henti menghasutnya.
Pikiran Sandra melayang merenungkan perkataan Josie padanya.
Apa aku yang terlalu kejam pada Alex? tapi dia juga membuatku seperti ini. Ini hukuman untuknya ...tapi bagaimana jika Josie merebutnya?
"Sandra...? Sandra?" suara Yuda membuyarkan lamunan Sandra.
Sementara di meja sebelah Alex tampak memperhatikan Sandra dan Yuda. Ia tahu Sandra sedang melamun dan tidak berminat menanggapi ocehan Yuda.
Alex berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri meja Sandra dan Yuda. Ia melepas kaca mata hitamnya dan menatap Sandra yang nampak terkejut dengan kehadirannya.
"Alex?"
"Hai sayang...." Alex tersenyum manis dan mengecup bibir Sandra sebagai sapaan.
Sandra diam dan hanya memandang Alex sementara Yuda nampak kepanasan. ia tidak menyangka Alex juga ada di sana.
"Mau apa kau Alex?" tanya Yuda yang bangkit dari kursinya. wajahnya masam dan nampak kesal karena Alex mengacaukan acara makan siangnya bersama Sandra.
"Kenapa Yuda? apa aku tidak boleh menyapa istriku? kau sendiri makan siang dengan istriku apa kau meminta izin pada ku?!"
__ADS_1
Tatapan mata kedua laki-laki itu nampak beringas. Bisa jadi sebentar lagi Alex yang tempramen akan memukul wajah Yuda.
Sandra berdiri dan melerai keduanya.
"Stop! Alex ini di tempat umum"
Alex menyambar lengan Sandra dan membawanya pergi dari hadapan Yuda.
Alex membuka pintu mobilnya dan memaksa Sandra masuk kedalam mobil. Tangannya memegang kepala Sandra dengan lembut agar Sandra tidak terantuk bagian atas mobilnya.
"Aku adalah suami mu dan kau istriku Sandra! lalu kenapa si brengsek itu mendekati mu?! aku tidak akan segan meremukkan wajahnya!"
"Alex kau ingat perbuatan mu?! sudah jangan mengkambing hitamkan orang lain"
Kecupan demi kecupan ia berikan di wajah Sandra. wanita itu hanya terdiam. Sandra juga sangat merindukan Alex tapi ia masih marah padanya.
"Ayolah sayang maafkan aku, aku tahu kau masih peduli pada ku" Alex mengingat kemarin Sandra menemui Josie dan bertanya soal dirinya.
Air mata Sandra menetes membasahi pipinya.
"Aku belum bisa memaafkan mu Lex, biarkan aku pergi aku butuh sendiri"
__ADS_1
"Tidak sayang aku tidak akan membiarkan mu pergi dariku" Alex memeluk Sandra, ia cemas jika Sandra akan meninggalkannya. Alex lebih cemas lagi jika Sandra berhasil termakan hasutan Yuda si ular berbisa itu.
Keduanya terdiam di dalam mobil cukup lama. Sandra menikmati kebersamaannya dengan Alex walau hanya sebentar. ia bergegas pergi ke mobilnya begitu Alex memberinya kesempatan untuk pergi.
***
Josie melemparkan kartu nama ke meja kerja Bram. ia sengaja mendatangi kantor milik Bram untuk membuat perhitungan dengan pria sombong itu.
"Hei nona Josie apa maksudnya ini?"
"Ambil kartu nama mu karena aku tidak butuh!"
"Tunggu! bukan kah aku mau bertanggung jawab dengan kerusakan mobil mu meski kau juga yang salah?"
"Aku yang salah? jelas-jelas kau yang menabrak ku!"
"Ambil kartu nama mu kembali karena aku tidak butuh uang mu! aku masih sanggup membenahi mobilku yang kalau tabrak!"
"Josie!" Bram berdiri dan menahan Josie yang hampir melangkah pergi dari ruangan nya.
Bram memandang lekat penuh rasa kesal pada wanita angkuh di hadapannya. Cantik dan memukau, itu adalah kesan saat Bram memandang wajah Josie dari dekat.
__ADS_1
"Lepaskan!" Josie mendorong tubuh Bram dan berlalu pergi. Bram tersenyum memandang wanita angkuh itu yang berjalan menjauh darinya.