
"Sandra...?" Alex menuruni anak tangga dengan cepat sembari menenteng sebuah dasi di tangannya.
"Sayang kau dimana?"
"Ada apa Alex?" Sandra masih mengenakan kimono tidurnya. Wajahnya sudah di rias tapi belum berganti pakaian. Ia sedang sibuk di dapur mencoba resep baru yaitu pancake nanas kesukaan Alex.
"Sayang...." Alex memperlihatkan dasi yang ia pegang. Kode untuk Sandra agar segera mengikatkan aksesoris itu untuk Alex.
Sandra mengangkat kedua tangannya yang kotor karena tepung.
"Biar aku saja yang mengikatkan dasi untuk Alex" Rea menawarkan dirinya dengan senang hati.
"Baiklah, sayang dengan Rea saja ya"
Bahaya sungguh bahaya... Sandra yang naif memberikan peluang pada pelakor untuk mendekati suaminya.
Sandra agaknya lupa bahwa mengikat dasi adalah hal romantis antara laki-laki dan perempuan.
"Tidak perlu aku bisa mengikatnya sendiri" Alex hampir berbalik tapi Rea menahan lengannya.
"Tidak masalah" Rea memulai Aksinya dengan mencuri pandang pada Alex.
Alex mengalihkan pandangannya dari wajah cantik Rea.
Rea mencium aroma parfum Alex yang ia sukai. Terkesan wangi dan maskulin membuatnya berkhayal tentang dirinya dan Alex.
"Terimakasih" Alex memundurkan langkahnya begitu Rea selesai dengan dasi itu. Alex tahu Rea mencoba memanfaatkan keadaan.
Meski harus Alex akui untuk mengikat dasi Rea memang lebih jago dari Sandra secara ia adalah desainer ternama.
Alex menyambar jasnya dan kembali menghampiri Sandra.
"Sayang untuk apa repot seperti ini, kau bisa meminta bantuan Soulja untuk membuat sarapan seperti biasanya"
"Aku ingin sekali membuatkan makanan kesukaan mu, lihatlah ini tidak buruk bukan?"
Alex meraih sendok dan mencicipi pancake buatan Sandra.
"Enak, awal yang bagus" Alex mengecup pipi Sandra. Lagi-lagi adegan itu diperhatikan oleh Rea. .
Lihat saja lain kali kau akan mencium pipi ku bukan Sandra! -Rea-
Alex menghabiskan sarapannya dan bergegas berangkat ke kantor barunya.
__ADS_1
"Sayang aku berangkat" Alex menoleh ke belakang melihat Rea yang berdiri di belakang Sandra.
Kenapa ada dia dimana-mana! aku pusing melihatnya! -Alex-
Alex mengecup bibir Sandra dan ia bergegas memasuki mobil sportnya.
"Kalian sweet sekali ya?" Rea terlihat mendekati Sandra begitu Alex pergi.
"Ya Alex termasuk pria yang cukup romantis dan perhatian" Sandra tersenyum mengingat tingkah Alex.
"Apa yang tidak di sukai Alex dari mu?"
Sandra terkejut mendengar pertanyaan Rea yang seolah mengulik.
"Apa ya ..Alex tidak suka jika aku telat makan, kurang istirahat, terlalu sering berpesta, bertemu Yuda,"
"Yuda? siapa dia?"
"Yuda pengacara Jeremy kau tahu bukan aku pernah bercerita jika anakku pernah terkena masalah hukum"
"Iya aku ingat"
"Yuda mendekatiku jadi Alex tidak suka dengan pria itu. ia bisa sangat marah jika aku menyebut nama Yuda"
"Oh jadi Alex cemburu?"
Ide bagus kalau aku mengatur makan siang untuk Sandra dan Yuda. lalu aku foto dan kirim ke Alex!
"Oh ya aku ke kantor dulu ya " Sandra mengenakan high heels dan bergegas memasuki mobil.
Rea bebas di rumah, ia mencari nomor telepon kantor Yuda di buku telepon.
"Ini dia!" Rea berhasil menemukan nomor telepon kantor pengacara Yuda.
Selangkah lagi aku akan bisa mendapatkan apa yang aku mau Sandra!
Siang itu Rea mengatur pertemuan Sandra dan Yuda untuk lunch bersama. Rea booking salah satu meja di restoran ternama untuk keduanya.
"Jadi kau tidak mengundang ku?". Tanya Yuda pada Sandra.
"Tidak, bukankah kau yang mengundang ku?" tanya Sandra kembali.
"Tidak Sandra, tapi sudahlah kita sudah disini sebaiknya kita makan dulu. sudah lama kita tidak bertemu"
__ADS_1
Sandra merasa tidak nyaman makan siang bersama Yuda. Ia khawatir Alex akan salah paham. Tapi Sandra juga tidak enak kalau tiba-tiba pergi dari Yuda.
Di kejauhan sebuah kamera profesional terlihat membidik gambar Sandra dan Yuda. Sudah bisa di pastikan sebentar lagi akan ada pertengkaran antara Sandra dan Alex.
***
"Jangan bohong Sandra! kau menemuinya dengan sengaja!" Alex marah besar begitu sampai di rumah.
"Alex sayang aku tidak sengaja sungguh! aku di undang atas nama klien"
"Kau pandai sekali mencari alasan Sandra!" Alex meraih jaketnya dan pergi dengan mobilnya.
Alex menunggu Josie di taman apartemen Josie. Ia menghabiskan sebatang rokok sembari menjernihkan pikirannya tentang Sandra.
"Lex?" Josie mengenakan stelan celana pendek dan kemeja berwarna biru dengan size besar. Ia terlihat cantik malam itu.
"Hai Josie maaf aku mengganggu mu malam,-malam begini"
"Tidak Alex ini baru jam tujuh malam, ada apa sepertinya kau sedang ada masalah?"
"Aku bertengkar dengan Sandra" Alex menjelaskan duduk perkara permasalahan yang ia ributkan dengan Sandra.
"Tunggu Lex, kau bilang Sandra di undang atas nama klien?"
"Benar itu alasan dia saja"
"Sepertinya ia memang tidak berbohong Lex karena aku yang menyampaikan email itu padanya tepat satu jam belum istirahat makan siang. Email itu memang dari klien baru perusahaan tapi....."
Alex mengerutkan keningnya memandang wajah Josie yang sedang berpikir.
"Tapi apa?"
"Oh aku kelolosan email itu bukan email resmi karena tidak ada tanda tangan online nya. Maaf aku sibuk jadi aku tidak memperhatikan email untuk Sandra kemarin siang"
"Jadi maksud mu Sandra tidak berbohong?"
"Kemungkinan ada seseorang yang merencanakan ini, kau mencurigai siapa?" tanya Josie.
"Sepertinya aku tahu ini kerjaan siapa"
"Siapa?"
Alex tidak menjawab.
__ADS_1
"Josh terimakasih banyak tapi aku harus pergi dulu, lain kali aku akan mentraktir mu!" Alex memeluk Josie karena sudah memberinya pencerahan. Ia bergegas menaiki mobilnya.
Masalah baru terjadi Bram yang baru saja tiba di apartemen Josie melihat Alex memeluk kekasihnya.