
Siang itu Sandra bertemu Yuda yang sudah Janjian dengannya. Mereka makan siang di restoran Jepang.
"Kenapa anda meminta kita untuk bertemu?" tanya Sandra setelah duduk manis di depan Yuda.
Yuda ini juga tampan karena itu Alex setengah mati cemburu pada Yuda.
Alex tahu jika Yuda tertarik pada Sandra.
Semalam Alex dan Sandra bertengkar dan itu membuat Sandra jengah. Ia sengaja menemui Yuda agar Alex semakin cemburu padanya.
"Sandra apa kau tidak curiga pada Alex suamimu?"
"Curiga kenapa memangnya?" Sandra terlihat tetap tenang. Ia dari awal sudah curiga dengaan Alex dan sekarang Yuda mencoba mempengaruhinya.
"Apa kau tidak takut jika dia punya tujuan tertentu?" kata Yuda.
"Oh aku rasa tidak, aku percaya penuh padanya" mendengar perkataan Sandra barusan Yuda terlihat kecewa.
Selesai makan siang dengan Yuda Sandra bergegas pulang ke rumah. Di halaman sudah terparkir mobil Alex. Tidak biasanya ia pulang secepat itu.
"Darimana kau? Apa kau bersenang-senang dengan pria lain?!"
"Alex! Jaga mulut mu!" Bentak Sandra.
__ADS_1
Alex menyeringai menahan tawa. Ia tahu jika Sandra pergi menemui Yuda.
Sandra dan Alex sedang ada masalah. Keduanya baru bertengkar dan Alex marah besar sampai tidur di ruang tamu. Ia tidak menyentuh Sandra dan tidak menggoda istrinya itu seperti biasanya.
Sandra berjalan cepat menuju kamarnya. ia menangis karena rindu pada Alex yang terlihat menyayanginya.
"Lex kenapa kau marah sekali pada ku?!". Gumam Sandra sembari sesenggukan menahan sakit di hatinya.
Sandra meraih ponselnya dan menelpon sahabatnya Mira. Ia ingin menenangkan pikiran dan pergi ke toko Mira.
Mira me.iliki toko buku yang luas dan besar. Ia juga memiliki kedai kopi di dekat toko bukunya. Sandra memutuskan untuk minum kopi sembari mengobrol dengan Mira.
Jadilah siang itu Sandra duduk manis di kedai kopi milik Mira. Ia memesan frapuchino dan wafel hangat.
"Jadi kalian bertengkar?" Tanya Mira sambil menyesap kopinya.
"Lama sekali, memangnya Alex tahan tidak menyentuh mu selama itu?"
Wajah Sandra memerah ia mencubit lengan Mira agar memelankan suaranya jangan sampai pengunjung lain memandang mereka dan mengira keduanya adalah tante-tante mesum.
"Pelankan suaramu!"
"Baik maaf"
__ADS_1
"Apa kau ada saran?" Tanya Sandra.
"Ada" Mira tersenyum jahil. Ia pergi dan mengambil sesuatu di toko.
Mira laku kembali dan menyerahkan sesuatu pada Sandra.
"Apa ini?"
"Kau lihat saja sendiri"
Sandra terbelalak begitu membuka kantung belanjaan pemberian Mira. Isinya DVD film fulgar.
"Apa kau gila?! Untuk apa kau memberikan ini pada ku?!"
"Pakai saja cara ini aku sering berhasil jika aku bertengkar dengan Jhoni"
Jhoni adalah suami Mira. Keduanya memang pasangan gila tapi tidak ada salahnya jika ia juga mencoba pikir Sandra.
Hari itu ia membawa pulang DVD pemberian Mira. Sandra menontonnya dengan mengenakan baju sexy sembari menunggu Alex pulang. Ia berencana melancarkan aksinya sesuai petunjuk Mira.
Sandra sempat mau dan geli saat memandang dirinya di kaca. Ia terlihat seperti murahan dengan pakaian sexy yang sedang ia kenakan.
Sandra berbaring di kamarnya dan memutar film terlarang itu. Sesuatu terasa menjalari tubuhnya. Terasa panas dan ia merindukan Alex. Tidak berapa lama Alex pulang ke rumah. Sandra memastikan Alex akan masuk ke dalam kamar dan menyergapnya seperti biasa kalau mereka berbaikan.
__ADS_1
Rupanya Sandra salah, Alex malah pergi lagi dengan mobilnya entah kemana.
"Sial!" Sandra kesal ia sudah terlanjur bergairah tapi Alex malah pergi. Terpaksa Sandra menyelesaikan urusannya sendiri hingga tuntas.