
Sandra bangun pagi dan melakukan kegiatannya seperti biasa. Ia joging terlebih dulu membakar lemak. Setelah joging ia kembali ke rumah menikmati segelas jus buah segar. Sandra menaiki anak tangga memeriksa kamar Jeremy dan Antony yang belum bangun.
"Jeremy bangun! kau ada kuliah pagi bukan?"
Jeremy menggeliat malas dan tidak merespon ibunya. Sandra menyibak tirai kamar dan membangunkan Jeremy kembali.
"Jeremy jangan sampai mama marah ya..."
Sandra berpindah ke kamar Antony, anak keduanya itu sedikit berbeda dari kakaknya. Antony terlihat sudah selesai mandi dan sedang menunggu pelayan menyiapkan seragam sekolahnya.
"Good job sayang" Sandra kembali ke kamarnya sendiri. Sementara Alex belum juga bangun. Sandra menuju kamar mandi dan membiarkan Alex masih tertidur. Air hangat selalu membuat badan terasa segar. Selesai mandi keramas Sandra berdiri di depan cermin yang terpasang di dinding kamar mandi.
Ia menyapu cermin yang terkena uap hair hangat itu dengan lengannya. Pantulan wajahnya nampak di depan cermin. Sandra mengamati sedikit kerutan yang nampak di bawah matanya. Ia harus membuat janji dengan dokter kecantikan siang ini.
Sandra mengenakan makeup tipis, ia mengeringkan rambutnya. Suara hairdryer membangunkan Alex yang tertidur lelap.
"Sayang bisakah kau singkirkan benda itu!"
__ADS_1
"Kau ada meeting pagi jadi lebih baik bangun dan bergegaslah"
Alex bangun dan berjalan ke kamar mandi. Selesai mandi ia meraih pakaiannya dari lemari khusus. Alex nampak tampan dengan stelan jas berwarna navy dengan dasi warna merah bergaris. Sandra sudah turun ke lantai bawah dan menikmati makan paginya. Ia memilih salad segar dan air putih. Sementara Alex memilih roti dan sup hangat.
Antony terdengar memanasi Mogenya sementara Jeremy sudah berangkat dan tidak sarapan.
Ponsel Alex berbunyi, ada pesan masuk dari Emely.
[Hai sayang aku tunggu kau mengajakku makan siang....]
Sandra melirik Alex dan menghentikan sarapannya. Ia meraih tas branded nya dan berlalu menuju garasi. Sandra tahu pasti mantan kekasih Alex yang mengirim pesan tadi. Karena itu ia tidak berpamitan pada Alex.
Sementara Alex cuek saja Sandra marah padanya. Ia sedang malas meladeni Sandra.
Alex berjalan menuju mobil sportnya yang terparkir di halaman. Ia melaju menuju kantornya.
Siang itu Alex dan Emely bertemu di Grand hotel A. Disana terkenal restorannya yang memiliki menu lezat selain penginapannya Yang juga memanjakan mata dan membuat nyaman.
__ADS_1
"Kau semakin tampan, apa wanita tua itu merawat mu dengan baik?" sindir Emely.
"Tentu saja sayang, Sandra banyak harta ia bisa merawat ku dengan baik"
Emely terlihat jengkel tapi ia mencoba tenang. Karena ia merindukan wajah tampan dan body Alex yang selalu membuatnya serasa terbakar gairah.
"Aku sudah booking salah satu kamar VVIP di sini jadi kita bisa bersantai sejenak"
Alex dan Emely memasuki kamar hotel. Emely melepas jas yang di kenakan Alex. Ia menggoda Alex, ******* bibir pria itu dan melonggarkan dasinya. Alex meladeni Emely, ia memagut dan menggigit bibir Emely. Alex menggerakkan tangannya ke **** ***** Emely.
"Ayolah Alex...." Emely menunduk dan melepas ikat pinggang Alex, ia menurunkan resleting celana Alex. Alex menahan kepala Emely dan ia berdiri berjalan sedikit menjauh sembari membenahi kancing celananya.
"Kenapa Alex?! kenapa kau tidak pernah melakukannya denganku? dengan wanita tua itu Pasti kau pernah melakukannya bukan?!"
Emely histeris seperti orang gila karena Alex menolaknya.
Alex tidak menjawab pertanyaan gila Emely. Kenyataannya ia memang beberapa kali melakukannya dengan Sandra. Entah kenapa ia tertarik dengan Sandra. Alex memang baj*ngan tapi ia tidak meniduri sembarang wanita.
__ADS_1
Alex mengenakan kembali jasnya dan merapikan penampilannya. Ia berjalan menghampiri Emely dan mengecup kening Emely.
"Mengertilah Emely, ini demi masa depan kita. bersabarlah, biarkan aku dengan Sandra dulu. Setelah ku dapatkan semua aku akan meninggalkannya"