
Malam itu Alex dan Josie pergi minum ke bar setelah lelah seharian bekerja. Alex melepas jasnya dan meletakkannya di sandaran kursi. Ia menikmati segelas minuman dengan Josie.
"Bagaimana dengan istri mu?" celetuk Josie.
Alex tersenyum sembari meletakkan gelasnya. Ia memandang Josie lalu beralih kembali ke gelas minumannya.
"Sandra...." suara Alex lembut menyebut nama Sandra.
"Kau pasti mencintainya? hahaha!" Josie geli melihat pria seperti Alex bisa jatuh hati pada seorang wanita.
"Siapa bilang aku mencintainya? aku tidak bicara apapun!"
"Kau menyebut namanya dengan lembut dan penuh kerinduan. aku rasa itu cukup menggambarkan rasa cinta mu" Josie tersenyum getir. baru saja ia tertarik dengan pria di hadapannya tapi sepertinya akan bertepuk sebelah tangan.
"Aku tidak mencintainya!" tegas Alex sekali lagi.
"Lalu kenapa kau menikahinya?"
"Aku menikahinya karena dia kaya raya dan cantik" Alex tertawa lepas. ia kembali mengingat rencana awal menikahi Sandra.
"Lalu apa yang sudah kau lakukan dengaan rencana mu itu? apa kau sudah merebut hartanya? kau sudah meninggalkannya? apa kau yakin bisa tega melihat wanita itu hidup miskin?"
__ADS_1
Hidup miskin? Sandra ....
Benar juga kalau aku merampas harta peninggalan suaminya ia pasti akan hidup miskin karena bangkrut. lalu ia masih terbebani dengan dua begundal yang nakal seperti Jeremy dan Anthony. Kasian sekali Sandra.....
Alex mengusap wajahnya, ia terlihat begitu gelisah.
"Pulanglah dan temui dia. kau sangat merindukan nya bukan?" Josie menyodorkan jas milik Alex.
"Tenanglah kau jangan mendramatisir Josie, ini tidak seperti yang kau bayangkan"
"Baiklah kau pria yang memiliki gengsi tinggi. Kau sulit mengakui perasaan mu rupanya. Kalau begitu kita minum dan .....kau pulang ke apartemen ku" tantang Josie dengan senyum manisnya.
"Baiklah memangnya kau pikir aku takut?! jangan menyesal jika terjadi sesuatu pada mu!"
Di kursi belakang Josie menggoda Alex. Ia sengaja menaikan rok yang di kenakan ya dan nampaklah stoking hitam sexy membalut pahanya.
Kaki jenjang Josie pasti sudah berhasil menggoda banyak pria, pikir Alex.
"Kau menggoda ku?" tanya Alex menyeringai.
"Kenapa kau masih memikirkan dia?" timpal Josie semakin menantang.
__ADS_1
"Aku sudah bilang kau jangan sampai menyesal!"
Alex mulai meraba kaki jenjang Josie. Dalam pikiran Josie berkecamuk hebat.
Untung aku sudah wax ke salon jadi kaki ku mulus. oh ya untung aku memakai dalamnya baru Victoria X jadi tidak akan memalukan jika Alex melihatnya.
Alex mencium telinga Josie hingga wanita itu mendesah perlahan. tapi celakanya ia malah teringat dengan Sandra.
Aroma parfum keduanya berbeda. Alex lebih menyukai aroma Sandra. Ia juga lebih menyukai geliat Manja dan suara Sandra. ketidak berdayaan Sandra saat Alex membuatnya K.O.
Ah sial aku malah tidak bisa fokus, kenapa Sandra mengikuti pikiran ku terus!
Alex terdiam dan menghentikan gerakannya, Josie terlihat kecewa lalu ia tertawa.
"Sudah ku bilang pulanglah pada Sandra, kau pasti mengingatnya tadi saat kau mempermainkan ku"
"Josie..." Alex terlihat menyesal dan tidak tega pada Josie.
"Pulanglah Lex, cari taxi lain. aku akan pulang sendiri ke apartemen ku"
"Josie maafkan aku" Alex menggenggam tangan Josie dengan lembut.
__ADS_1
Ternyata playboy seperti mu juga setia Alex, jika ada kesempatan aku ingin mendapat kan cintamu seperti Sandra.