Nyonya Kaya & Suami Brondong

Nyonya Kaya & Suami Brondong
Bab 9 Alex Cidera


__ADS_3

Alex di usianya yang masih awal tiga puluhan ia masih senang bermain sepak bola. Dulu cita-citanya adalah menjadi pemain bola profesional. Tapi karena ayahnya menentang jadilah ia seorang pebisnis sekarang. Di waktu senggang Alex masih sering bertemu dengan teman-temannya yang saat ini menjadi pemain bola profesional. Sesekali ia di ajak bergabung untuk pertandingan non formal.


Alex selalu lincah jika menggiring si kulit bundar. Keringat yang keluar membuatnya terlihat sexy. Beberapa wanita yang duduk di bangku penonton memperhatikan Alex dengan tatapan terpesona.


Bugh!! Alex terjatuh saat berebut bola. Ia tidak bisa menggerakkan kaki kanannya. Alex meringis menahan sakit. Dua orang memapahnya keluar lapangan. Kakinya di obati sementara agar rasa sakitnya sedikit berkurang.


"Bagaimana kawan, kau terluka sepertinya kau perlu penanganan medis lebih lanjut. Ku sarankan kau ke rumah sakit saja" Kata salah satu teman Alex.


"Baiklah, aku akan ke rumah sakit nanti"


"Apa kau mau diantar? kau tidak akan bisa mengemudi dengan kaki cidera seperti ini"


"Tidak perlu aku akan menelpon istriku"


"Oh benar juga kau sudah menikah dengan nyonya kaya itu ya..."canda teman-temannya. Alex terlihat biasa saja jika ada teman atau orang lain yang bercanda tentang dirinya dan Sandra.


Alex meraih ponselnya dari dalam tas olah raganya. Ia menelpon Sandra untuk menjemputnya. Setelah menunggu satu jam akhirnya Sandra tiba dengan diantar sopir pribadinya.

__ADS_1


"Apa yang terjadi?" Sandra memandang Alex yang masih terduduk.


"Bisa kau bantu aku berdiri?"


Sandra mencoba memapah Alex. Tubuh Alex terlalu besar untuk ya. Ia tidak kuat memapah Alex seorang diri.


"Kau terlalu besar untukku, bagaimana ini?" Sandra memanggil sopirnya dan akhirnya Alex bisa sampai di mobil Sandra.


"Kita ke rumah sakit" kata Sandra pada sopirnya.


Alex memejamkan matanya menahan rasa nyeri di kakinya. Sandra terlihat cemas meski ia menutupinya karena gengsi. Sesampainya di rumah sakit dokter segera menangani cidera yang di alami Alex. Ia terkilir di pergelangan kakinya sehingga butuh waktu untuk pemulihan.


Sandra terlihat mengobrol dengan dokter yang menangani Alex.


Alex memandang Sandra dari kejauhan. Entah kenapa ia ingin menjelaskan pada Sandra agar tidak terlalu cemas. Sejak tadi Sandra terlihat cemas meski ia menutupinya dari Alex karena gengsi.


Dokter mendekati Alex dan kembali memberikan obat anti nyeri.

__ADS_1


"Dokter bisakah anda katakan pada istriku yang sangat cantik itu agar ia tidak cemas. Dan aku ingin pulang sekarang juga"


"Saya rasa anda harus disini paling tidak dua atau tiga hari untuk pemeriksaan lebih lanjut dengan spesialis saraf"


"Tidak perlu dokter, aku jamin aku tidak apa-apa hanya terkilir biasa. Tolong katakan pada istriku jika aku bisa pulang sekarang juga" Alex memohon pada dokter selagi Sandra sedang mengurus administrasi. Dokter hanya menggeleng kepala dengan tingkah pasangan berbeda usia itu.


"Baiklah"


Sandra memapah Alex menuju mobil setelah perawat mengantarnya dengan kursi roda. Sesampainya di rumah Antony membantu ibunya untuk memapah Alex.


Jeremy tidak peduli dan acuh saja melihat ayah sambungnya sedang kesakitan.


"Beristirahatlah" Sandra memasang selimut untuk Alex.


"Sayang kau tidak memberiku hadiah?" Alex mengerling nakal pada Sandra.


"Tutup mulutmu! dan sekarang tidurlah" Sandra mematikan lampu kamar. Alex masih memandang Sandra penuh harap. Wanita itu kembali mendekat dan mengecup bibir Alex.

__ADS_1


__ADS_2