Nyonya Kaya & Suami Brondong

Nyonya Kaya & Suami Brondong
Bab 36 Bram dan Josie


__ADS_3

Braghhh!


dua buah mobil bersenggolan dan membuat kedua mengemudi di dalamnya terkejut.


Josie keluar dari dalam mobilnya dengan raut wajah marah.


"Keluar!" ia mengetuk kaca mobil si pengendara ugal ugalan yang menyerempet mobil miliknya.


Seorang pria dengan stelan jas dan kaca mata hitam keluar dari dalam mobil.


Pria itu melirik mobil Josie yang lecet. Ia tanpa bicara langsung membuka dompet nya dan menyerahkan selembar kartu nama pada Josie.


"Hubungi sekretaris ku di kantor, dia akan menyelesaikan urusan mobil mu"


Pria itu kembali memasuki mobilnya dan dengan cepat langsung tancap gas meninggalkan Josie yang bengong.


Brengsek! siapa dia? berani sekali tidak minta maaf malah seenaknya.


Josie melirik kartu nama itu tertulis nama Bram Levin.


Dari nama dan perusahaannya Josie tahu pasti Alex mengenal pria sombong itu.


Josie menemui Alex di apartemen Bram.


"Hei sepagi ini kau kemari?" Alex sudah terlihat bersiap dengan kemejanya yang belum di kancingkan.


"Aku membawakan mu sarapan" Josie memandang Alex yang sedang mengancingkan kemeja hitamnya.


"Kau mau pergi? kenapa rapi sekali?"

__ADS_1


"Aku harus mulai bergerak Josie aku tidak tahan jadi pengangguran"


"Bagus Lex aku salut pada mu, tapi apa kau sudah bekerja di perusahaan?"


"Bram memberiku modal untuk membuka usaha aku akan memulainya dengan bisnis textil"


"Wow hebat sekali" Josie memberikan pelukan kepada Alex pertanda dukungannya sebagai sahabat.


"Oh ya kau bilang teman mu itu bernama Bram? apa orang ini yang kau maksud?" Josie menyerahkan kartu nama si pria sombong tadi pagi yang ia temui.


"Benar sekali, dari mana kau kenal Bram?"


"Jadi si pria sombong ini teman baik mu itu?! dia menabrak mobil ku dan dengan lagaknya memberi ku kartu nama. ia bilang sekretarisnya yang akan mengatasi semua"


Alex tertawa melihat kemarahan Josie. Ia tahu temannya Bram memang kaku.


"Kenapa harus aku yang maklum?"


"Ayolah Josie, aku rasa kalian sama"


"Apa kau bilang Alex? aku dan dia Sama?"


"Ya kalian sama-sama sombong"


Josie memukul bahu Alex hingga membuat Alex meringis dan tertawa.


"Cepat makan sarapan mu, aku pergi dulu" Baru akan melangkah pergi tiba-tiba Josie teringat sesuatu. Ia menghentikan langkahnya dan memandang Alex yang sedang merapikan rambutnya dengan jemari.


"Kemarin Sandra menemui ku"

__ADS_1


Alex terdiam, ia mengentikan gerakannya merapikan rambut.


"Aku rasa dia masih memperdulikan mu, ia cemburu pada ku"


"Apa yang Sandra katakan?"


"Dia bertanya apa kau tinggal dengan ku"


"Lalu kau jawab apa,?"


"Aku bilang iya dan kita tinggal satu atap lalu tidur bersama"


"Oh Josie jawaban macam apa itu?!" Alex mengaduk rambutnya yang sudah rapi. Sandra pasti marah dan salah paham dengan jawaban ngawur Josie.


"Aku hanya bercanda, aku katakan jika kau tinggal di apartemen teman mu. dia nampak sangat peduli pada mu tapi aku bingung kenapa dia bisa sejahat ini pada mu jika ia menyukai mu Alex?"


"Sandra tidak jahat Josie, ia hanya salah paham"


"Terserah pada mu saja, bagiku istri mu itu kejam. Aku berangkat dulu"


"Josie ..." Alex menahan lengan Josie dan mengecup pipi Josie.


"Terimakasih atas dukungan mu pada ku, kau sahabat terbaik ku"


Josie tersenyum kecil, memandang Alex ia merapikan rambut Alex dengan jemarinya.


"Baiklah mulai usaha mu dan jadilah kaya raya lalu traktir aku makan enak. Oh ya satu lagi tolong kau bilang pada teman sombong mu itu dia punya urusan dengan ku yang belum selesai!"


Alex tersenyum memandang Josie yang berjalan pergi. Ia merasa lega ternyata Sandra masih perhatian padanya.

__ADS_1


__ADS_2