
Josie tak bisa melupakan kecupannya untuk Bram kemarin malam. Meski mabuk ia masih bisa mengingat kebodohan yang sudah ia perbuat dengan pria beristri itu.
Sial! kenapa aku selalu saja terjebak dengan pria beristri!
Josie membanting map di atas meja kerjanya dan berdiri dari duduknya.
Beberapa staf lain memperhatikannya.
"Lihat apa kalian?!" Sejak pagi Josie merasa ada yang aneh. orang-orang di kantor terlihat memperhatikan dirinya. Jika menjadi pusat perhatian tentunya itu sudah biasa. Tapi kali ini berbeda. tatapan mata mereka seperti menghina dan mencerca.
"Pagi Josie, aku ingin bicara" Sandra menghampiri meja kerja Josie.
Dengan langkah percaya diri dan angkuh Josie mengikuti Sandra ke ruang kerja CEO yang dulu adalah ruang kerja Alex.
"Ada apa?" tanya Josie dingin. jujur saja Josie tidak menyukai Sandra. baginya Sandra adalah wanita tua yang tidak tahu di untung. Sudah dapat pria seperti Alex tapi malah menyia-nyiakannya.
"Ada hubungan apa kau dengan Bram?" tanya Sandra langsung tanpa basa-basi.
"Hubungan? Bram? skenario apa lagi yang ingin anda buat nyonya Sandra Campbel oh atau aku harus memanggil mu nyonya Androdelas?"
__ADS_1
"Aku tidak mengada-ada Josie tapi kau membuat skandal baru dengan Bram dan ini bisa berpengaruh pada reputasi perusahaan!"
"Skandal? memang apa lagi yang aku perbuat? aku dan Bram sama sekali tidak ada hubungan. kami hanya kebetulan kenal karena suatu insiden"
"Dan kalian berakhir di pesta dansa? berdansa dengan mesra dan akrab kau bilang tidak ada hubungan?" Sandra masih mencoba membuat Josie mengaku.
"Sandra aku harus bagaimana? kau meminta ku mengaku untuk hubungan yang aku tidak miliki!"
Sandra melemparkan tiga lembar foto ke meja kerjanya tepat di hadapan Josie.
Di foto pertama nampak Bram tengah memapah Josie yang sedang mabuk. foto kedua nampak Josie mencium Bram sebelum memasuki mobil. dan foto ke tiga Sebelum masuk ke apartemen Josie ia sempat mencium Bram dengan mesra.
Keringat dingin mulai terlihat di tengkuk Josie.
"Bagaimana apa bukti ini masih kurang?" sindir Sandra dengan ketus. Ia masih kesal dengan hadiah jas yang Josie berikan pada Alex dan sekarang ditambah foto-foto itu.
"Dengar Josie, foto itu sudah tersebar di media sosial juga, aku mendapatkannya dari asistenku"
"Oh tidak..." gumam Josie.
__ADS_1
"Apa memang tabiat mu berkencan dengan pria beristri?"
"Jaga bicara anda nyonya Sandra! saya bukan wanita seperti itu"
"Lalu ini apa?"
"Kau dekat dengan Alex dan sekarang kau dekat dengan Bram!"
"Kenapa nyonya Sandra apa anda cemburu?" Josie tertawa melihat reaksi Sandra.
"Saya bukan orang munafik seperti anda yang pura-pura tidak peduli tapi di belakang anda memata-matai"
"Apa maksud mu?!"
"Sudahlah saya tahu anda sering meminta orang memantau saya dengan Alex, apa anda takut saya merebutnya?"
"Cukup! permasalahan sekarang ada pada kau dan Bram cepat selesaikan dan berikan klarifikasi pada media atau kau mau reputasi perusahaan ikut hancur!"
Josie berjalan keluar ruangan dengan marah dan heran. Ia meluapkan potongan adegan itu dengan Bram.
__ADS_1
Dengan Ragu Josie menelpon Bram dan minta bertemu. Ia ingin tahu siapa yang sengaja mengambil gambar mereka dan menyebarkan nya.