Nyonya Kaya & Suami Brondong

Nyonya Kaya & Suami Brondong
Bab 39 Ancaman Yang Nyata


__ADS_3

Sandra membuka pintu kamarnya, ia terlihat lelah setelah seharian meeting dengan para kolega perusahaan.


Sandra melepas baju kerjanya dan menggantinya dengan piama mandi. Ia menggulung rambutnya dengan jepit rambut.


Jendela besar di kamar Sandra terbuka. Alex tiba-tiba masuk ke dalam kamar melalui jendela.


"Alex?!" Sandra terkejut melihat pria itu memanjat Jendela di lantai dua. Ia tidak habis pikir bagaimana Alex melakukannya.


"Alex memandangi Sandra yang hanya mengenakan piama mandinya.


"Mau apa kau kemari Alex?"


Alex menarik Sandra kedalam pelukannya. Sandra mencoba meronta tapi percuma saja..


Alex menundukan kepalanya dan berbisik di telinga Sandra.


"Bukankah aku sudah bilang jika aku akan kemari?"


Seketika Sandra merinding saat bibir Alex menyentuh daun telinganya.


"Pergi kau! aku tidak mau melihat mu!"


"Tapi aku mau melihat mu sayang"


Alex mendorong tubuh Sandra hingga terjatuh di atas ranjang.


Alex membuka Jasnya dan melemparnya ke lantai. dengan satu gerakan ia meraih tali piama yang di kenakan oleh Sandra.

__ADS_1


"Alex pergi!" Sandra meraih bantal dan memukul wajah Alex.


Alex mencengkram kedua tangan Sandra hingga tidak bisa lagi meronta.


"Dengar Sandra apapun yang kau lakukan pada ku, aku akan tetap kembali pada mu jadi jangan harap aku akan menyingkir dari hidup mu!"


"Aku benci pada mu!" kata Sandra seraya menatap mata Alex.


"Benarkah kau benci pada ku? bibir mu suka berbohong Sandra aku akan memberikan nya pelajaran"


"Mhhhhmhh!" Alex ******* bibir Sandra dengan kasar.


Sandra menarik kerah kemeja Alex.


Tangan Alex tidak berhenti menjelajahi area tubuh Sandra.


"Tidak!" Sandra memalingkan wajahnya. Alex tersenyum dan menarik rambut Sandra hingga terurai.


"Sudah ku bilang jangan suka berbohong" Jemari Alex menyentuh lembut bibir Sandra. dalam hitungan detik ia sudah ********** kembali.


"Lex...A...Lex " Gumam Sandra yang tidak karuan.


tangan Alex memegangi pinggang Ramping Sandra.


"Oh ya sayang perusahaan ku ambilah untuk mu, aku sudah memiliki perusahaan baru. Bagaimana aku pintar bukan? aku bukan orang yang pantang menyerah Sandra. Begitu juga mempertahan kan mu di sisiku aku juga tidak akan menyerah dan melepas mu!".


Tidak ada lagi pembicaraan Alex sibuk dengan Sandra. keduanya lama tidak bertemu di ranjang. itu membuat Alex tidak bisa lagi menahan dirinya.

__ADS_1


Jam berlalu hingga Alex tertidur di atas ranjang. Sandra turun perlahan dan berjalan menuju kamar mandi.


Selesai mandi Sandra memunguti baju Alex yang teronggok di lantai. Ia meletakkannya di tepi ranjang.


Kenapa ku biarkan dia datang? kenapa aku masih menerimanya? seharusnya aku memberikan pelajaran hingga ia jera dan tidak akan menyakiti ku lagi. Tapi aku kalah dari mu Alex! -Sandra-


***


Josie menelpon Alex beberapa kali tapi tidak ada jawaban.


"Kemana kau Alex?"


Mobil Josie belum beres hingga ia butuh tumpangan pulang ke apartemennya.


"Kau butuh pertolongan?" Bram membuka kaca mobilnya.


"Tidak sama sekali!" ..


"Baiklah nona angkuh, ini sudah malam tidak akan ada taxi lewat"


Josie melirik jam tangannya dan beberapa saat berpikir keras mencari ide bagaimana ia bisa sampai ke apartemennya.


Bram membukakan pintu mobilnya untuk Josie.


"Dengar ya, aku terpaksa menumpang mobil mu! lagi pula anggap ini sebagai pertanggung jawaban mu atas kerusakan mobil ku!"


"Terserah pada mu" Bram menatap Josie lembut. Ia tertarik dengan gadis itu. Josie diam dan tiba-tiba membeku melihat tatapan Bram padanya.

__ADS_1


__ADS_2