
Sandra datang ke pesta lelang berlian dan arisan yang diadakan para sosialita papan atas.
Di ruangan itu setiap wanita terlihat menampilkan yang terbaik dari mereka. mulai dari makeup, gaya rambut, label ternama pakaian mereka, tas dan sepatu branded, Samapi ke perhiasan berlian yang mereka kenakan.
Semua berlomba-lomba untuk pamer kekayaan.
Sandra bertemu Angelica disana. Wanita itu mendekati dan menyapa Sandra yang sedang mengambil sepiring kecil salad dan diet coke.
"Hai Sandra" sapa Angelica yang tampil lebih cantik. begitulah wanita ketika ia baru saja tersisih dari seorang pria maka ia akan memperlihatkan sisi terbaiknya pada dunia.
"Hai Anggie aku sampai hampir tidak mengenalimu"
"Ya kau benar aku merubah sedikit di wajahku"
Hidung Angelica terlihat lebih lancip.
"Baiklah apa yang terjadi jika aku boleh tahu?" tanya Sandra sembari menyuapkan potongan buah ke mulutnya.
"Aku sudah resmi berpisah dari Bram"
"Benarkah?"
"Iya dan aku yakin ia akan bersama dengan wanita penggoda itu"
"Siapa?"
"Siapa lagi kalau bukan Josie Michelle?"
"Aku tidak menyangka, tapi semoga kau baik-baik saja dan segera menemukan pengganti Bram"
"Tentu saja, sebagai wanita aku juga ingin memperingatkan mu untuk berhati-hati"
"Hati-hati untuk apa?"
"Sandra ayolah suamimu masih muda dan tampan. Aku tahu reputasi Alex"
Wajah Sandra merah padam menahan kesal. Ia meletakkan piring saladnya dan tidak mood lagi untuk makan.
Angelica pergi meninggalkan Sandra dan bergabung dengan wanita sosialita lainnya.
"Hai kakak kau disini juga?" Laura menyapa Sandra.
Laura ini adalah mantan sekretaris Sandra dulu, usianya masih muda dan ia sekarang menjadi atlit golf profesional.
"Hai Laura aku dengar kau kalah lagi" Sandra memang tak menyukai Laura.
__ADS_1
"Iya tidak masalah aku akan bekerja lebih keras"
"Oh ya aku dengar kau kembali dengan Alex" sindir Laura.
"Iya benar"
"Aku tidak menyangka pemuda seperti Alex bisa bertahan dengan mu"
"Apa maksud mu?!"
"Aku rasa ia bertahan dengan mu karena uang mu, jika kau tidak kaya mana mau Alex bersammaa mu?"
Sandra ingin menampar Laura tapi ia urungkan. ia harus bersikap elegan di pesta itu.
"Tidak masalah Laura aku memang tua tapi aku kaya, jadi aku bisa membuat diriku terlihat muda sedangkan kau, uang tak punya prestasi juga tak ada. saat kau seusiaku mungkin kau sudah keriput dan terlihat tua!"
Sandra meninggalkan Laura yang bengong. Ia tidak pernah menang berdebat dengan mantan atasannya itu.
Sebelum pulang Sandra mampir ke pusat perbelanjaan. Ia membeli bahan untuk pesta kecil-kecilan nanti malam. Sandra berpikir ada serunya juga kalau ia mengundang Josie datang ke rumahnya untuk pesta Barbeque.
***
Alex mengenakan kemeja berwarna navy di padu celana jeans putih. Ia terlihat muda dan tampan. Sedangkan Sandra masih merias wajahnya di depan cermin.
"Sayang memang siapa saja yang kau undang ?" tanya Alex sembari menggulung lengan kemejanya.
"Josie?"
"Hmmm, apa kau senang aku mengundangnya?"
"Tentu saja aku senang dia teman ku"
"Baiklah kalau begitu turun dan temui teman mu itu aku rasa ia sudah tiba"
"Apa kau tidak keberatan?"
"Tidak Alex, ini rumah ku apa kau akan berselingkuh disini?"
"Baiklah kalau begitu aku turun dulu" Alex mengecup pipi Sandra lalu bergegas turun menemui Josie.
Josie terlihat duduk di bangku kayu di pinggir kolam renang. Di sanalah pesta Barbeque akan diadakan.
"Hai Josh" sapa Alex.
"Alex?" keduanya berpelukan akrab. Sandra memandang mereka dari lantai dua kamarnya melalui jendela.
__ADS_1
"Kenapa kau mengabaikan telepon ku beberapa hari ini?" tanya Josie.
"Maaf aku sedang sibuk"
"Apakah ada alasan lain?"
"Tidak aku memasang sibuk" kata Alex sembari tersenyum.
"Baiklah"
"Ayo kita mulai menata sayuran dan daging" Alex menusukan beberapa jenis sayuran dan potongan daging untuk di panggang.
"Dimana Sandra?"
"Sebentar lagi ia turun, tadi masih merias diri"
"Lex ...."
"Iya, ada apa?"
"Apa kau ...." Josie terlihat ragu untuk bertanya soal Bram pada Alex. ia tidak mau Alex menuduhnya yang bukan-bukan karena menanyakan Bram.
"Ada apa Josh?"
"Apa kau hanya mengundang ku?"
"Oh tentu tidak, Sandra juga mengundang orang lain"
"Tapi dimana dia?" Josie penasaran siapa lagi yang di undang Sandra.
"Belum tiba tunggu saja"
Sandra menghampiri Alex dan Josie. Ia ikut bergabung memanggang daging.
"Mana tamu satunya sayang?" tanya Alex.
"Sebentar lagi ia tiba" Sandra meembuka sebotol anggur dan menyiapkan empat buah gelas di atas meja kayu.
Alex tidak peduli siapa yang di undang Sandra . Ia asyik memakan hasil panggangannya tadi dengan Josie.
"Oh itu dia!"
Alex dan Josie memandang ke arah yang di lihat Sandra.
"Bram?" Alex sedikit terkejut, ia mendekati Bram dan menyapanya. sementara Josie hanya diam salah tingkah.
__ADS_1
Dia menghilang berhari-hari tanpa kabar dan sekarang muncul di sini! -Josie-