
Sandra telah mengembalikan perusahaan Alex dan sekarang Alex kembali memimpin perusahaannya dan menggabungkan dengan usaha baru yang baru ia rintis.
Semua staf menyambut kedatangan Alex dengan tepuk tangan dan ucapan selamat.
"Selamat akhirnya kau kembali ke perusahaan ini" kata Josie sembari menjabat tangan Alex.
"Terimakasih Josh kau telah berusaha keras membuat perusahaan ini tetap stabil. Aku tahu selama ini kau membackup pekerjaan Sandra"
"Syukur kalau kau tahu jadi aku tidak perlu repot menerangkan pada mu bahwa istri mu kurang konsisten memegang perusahaan ini"
"Kau lakukan demi aku?"
"Bukan Alex tapi demi semua yang mencari makan di perusahaan ini. Jika di biarkan istrimu bisa saja membuat perusahaan ini bangkrut dalam sehari"
"Oke Josie kau bukan hanya sahabatku tapi juga mitra terbaik ku, aku sudah kembali jadi kau bisa sedikit bersenang-senang dengan Bram"
Wajah Josie langsung berubah canggung begitu Alex menyebut nama Bram.
"Kenapa? apa kalian sedang bertengkar?"
"Tidak"
"Oh ya waktu di pesta Rea aku mencari kalian tapi kalian tidak ada, apa kalian pulang duluan?"
Wajah Josie terlihat tidak nyaman saat Alex menanyakan itu. Ia teringat malam panasnya bersama Bram.
"Iya kami pulang duluan karena Bram harus pergi untuk menyelesaikan beberapa urusan"
__ADS_1
"Oh baiklah"
"Aku harus kembali ke pekerjaan ku" Kata Josie sembari menyambar ponselnya yang ia letakkan di meja kerja Alex.
Gila! jangan sampai Alex dan yang lain tahu soal hubungan ku kemarin malam dengan Bram! kalau tidak bisa hancur reputasi ku!
Josie bekerja dengan pikiran yang kurang fokus. Baru kali ini bisa terjadi kisah asmara yang berhasil mengobrak-abrik fokus Josie terhadap pekerjaannya.
Sejak tadi wajah Bram membayang di benaknya.
Josie melirik jam tangannya, ia memutuskan untuk membeli kopi dan menghilangkan sejenak beban pikirannya tentang Bram.
Josie pergi ke cofeshop dan memesan segelas latte dan roti cokelat hangat.
"Sayang..." Josie terkesiap ketika mendapati Bram berdiri di hadapannya dan meraih pergelangan tangannya.
"Bram...?"
"Aku sibuk karena perusahaan sedang berbenah. Kau pasti sudah tahu Alex kembali ke perusahaan nya"
"Aku tidak percaya Josie, kau memang menghindari ku! kau tidak mau mengangkat telepon dari ku, tidak membaca pesan ku dan juga kau sama sekali tidak menghubungiku"
Wajah Josie memerah dan canggung, ia menghindari tatapan mata Bram.
"Baiklah duduk kemari dan minum kopi mu" Bram menuntun Josie dengan lembut untuk duduk di salah satu spot yang terletak di emperan cofeshop.
Bram membukakan bungkus roti dan menyerahkannya pada Josie.
__ADS_1
"Sekarang aku ingin memandang wajah cantik mu, ayo lihat aku"
Josie yang sedari tadi menunduk mencoba mengangkat wajahnya dan memandang pria tampan di hadapannya dengan ragu.
"Sayang apa karena kejadian kemarin malam kau jadi..."
"Sstttt....Bram aku tidak ingin membahasnya"
"Baiklah sayang sekarang makan roti itu dan minum kopi mu"
Sementara di restoran lain Alex dan Sandra sedang makan siang bersama tapi sialnya Rea datang menyusul mereka.
Kenapa dia bisa ikut kemari? aku jadi tidak selera makan! -Alex-
"Hai Alex" sapa Rea yang siang itu terlihat glamor dan berlebihan dengan dandanannya.
"Hai Rea" Alex melirik Sandra berharap Sandra mengusir wanita itu. tapi sepertinya mustahil karena Sandra yang polos malah memesankan makanan untuk Rea.
"Aku harap tidak mengganggu kalian ya" kata Rea basa-basi.
Rea meraih tisu dan membersihkan bibir Alex.
Alex terkejut dan sedikit menjauhkan wajahnya dari tangan Rea yang lancang.
"Oh maaf aku hanya membersihkan sisa makanan. maafkan aku"
"Tidak masalah" jawab Sandra cuek sembari melanjutkan makan siangnya.
__ADS_1
Alex geram dan ia ingin menggigit Sandra saking kesalnya.
Sandra adalah wanita yang mudah cemburu tapi kenapa dengan wanita genit ini dia tidak bereaksi?! batin Alex.