Nyonya Kaya & Suami Brondong

Nyonya Kaya & Suami Brondong
Bab 66 Hilang Arah


__ADS_3

Sandra pergi ke sebuah bar di tengah kota. Ia mencari keberadaan Alex disana. di sudut ruangan VVIP bar itu terlihat Alex sedang minum di temani beberapa wanita yang menggerombol disisinya.


Sandra muak sekali dan ingin melempari Alex dengaan botol minuman yang berjajar rapi.


"Alex ayo kita pulang" Sandra mendekati Alex dan satu persatu wanita yang menemani Alex pergi menjauh.


"Sayang kau meencariku? aku belum menemukan solusi sayang sabarlah" kata Alex dengan suara sebagai karena mabuk.


"Lex hentikan!"


"Ummm baiklah aku akan berpikir lagi sayang tapi aku masih harus disini, sekali saja biarkan aku disini dulu"


"Kau sudah mabuk berat Alex!"


Sandra mencoba memapah Alex keluar bar dan berjalan menuju mobilnya.


Di dalam mobil Alex berontak dan marah pada Sandra. Ia hampir saja menampar wajah mulus istrinya.


"Lihat dirimu, kau bahkan berani kasar padaku" kata Sandra sedih.


"Maaf Sandra aku sudah bilang pada mu aku perlu waktu! kau ingin segera mengembalikan kekayaan mu?! kenapaa kau tidak memikirkan ku Sandra?! aku juga hancur! kau ingin segera pamer kekayaan lagi dan bergabung dengan geng sosialita mu itu?!"

__ADS_1


"Alex!" Sandra lah yang menampar wajah Alex dengan keras.


"Ingat tamparan itu agar kau kembali waras!"


Sandra menjalankan mobilnya dan pulang ke rumah. Tingkah Alex malah seperti remaja mabuk-mabukan, lari dari masalah dan tenggelam di kelamnya bar.


"Aku lelah Alex jika seperti ini, aku jatuh dan kau juga merasakan hal yang sama laku kenapa kita tidak bangkit bersama dan memulai kembali semua?!"


Sandra menangis di pelukan Alex yang sudah tidak sadar dan tertidur di atas ranjang nya yang nyaman. Alex tidak peduli lagi Sandra tersiksa dan butuh bantuan. Alex sudah lupa dengan janjinya pada Sandra untuk selalu melindunginya dan menjaganya.


Alex kini sibuk dengan minuman dan dunia malam yang menjebaknya. Kehilangan perusahaan untuk kesekian kalinya membuatnya gila dan hilang arah.


***


Ia terhitung sebagai Staf junior meski hanya magang.


Jovina wanita dewasa dan mandiri, ia adalah atas Jeremy di perusahaan itu.


Jovina wanita angkuh dan keras kepala. ia selalu bisa menaikan penjualan produk perusahaan setiap tahunnya. karena itu perusahaan selaku memberinya keistimewaan.


Pagi itu Jeremy selaku anak buah Jovina ikut meeting di ruang kerja Jovina.

__ADS_1


"Siapa kau?" tanya Vina pada Jeremy.


"Nama ku Jeremy, aku baru saja bergabung dengan perusahaan ini"


"Oh bagus satu lagi manusia tidak berguna dikirim ke divisi ku!"


Jeremy terkejut dengan perkataan Jovina barusan. Ia merasa tersinggung dengan wanita itu.


"Aku akan bekerja dengan sebaik mungkin" kata Jeremy.


Jovina tertawa mendengar ucapan Jeremy yang polos. perkataan semacam itu biasa di lontarkan staf baru dan masih junior seperti Jeremy.


"Baiklah kita lihat berapa hari kau akan sanggup bertahan di perusahaan ini anak muda!"


"Tentu saja nona aku terima tantangan itu" kata Jeremy dengan percaya diri.


Jovina terdiam memandang Jeremy dari atas hingga bawah. Pria muda tampan dan maskulin. tinggi dan atletis.


"Kenapa kau tidak menjadi model saja?" tanya Jovina


"Kenapa aku harus menjadi model? apa menurut anda fisik ku menarik?" Jeremy tersenyum jahil. Dan atasannya yang angkuh itu terlihat salah tingkah. Jovina meminta Jeremy meninggalkan ruang kerjanya dengan gerakan tangan menunjuk ke arah pintu.

__ADS_1


Sepertinya permainan dan kisah Jeremy akan segera di mulai.........


__ADS_2