
Sandra mengikatkan dasi untuk Alex, ia sengaja tidak menatap wajah Alex karena canggung setelah melalui malam panjang.
"Apa kau siap bertemu anak mu?"
"Tentu saja"
"Kau senang?"
"Jelas aku senang"
"Kenapa terus menunduk? lihat aku Sandra aku ingin memandang wajah mu"
Sandra mendongakkan wajahnya memandang Alex. Pria itu mengecup bibir Sandra lalu berjalan pergi sembari menyunggingkan senyum.
Sandra salah tingkah sendiri, ia berjalan menyusul Alex. Di rumah utama ada Yuda sang pengacara.
"Pagi pak Alex" sapa Yuda
"Pagi pak Yuda, silahkan duduk"
Sandra mendekat dan duduk di samping Alex. Di sela pembicaraan Alex merasa jika Yuda memperhatikan Sandra. Sebagai sesama pria tentu Alex tahu gelagat Yuda.
"Jika urusan soal Jeremy selesai aku ingin kita tidak ada kerja sama lagi dan tidak perlu bertegur sapa jika bertemu di luar, terutama dengan istriku"
__ADS_1
Yuda sedikit terkejut dengan perkataan Alex yang blak-blakan itu. Sandra tak kalah terkejut, ia memandang Alex dengaan kesal.
"Kau di rumah, aku dan pak Yuda yang akan membawa Jeremy pulang"
"Tapi..." Sandra kesal, ia berdiri dari duduknya dan berjalan pergi ke kamar.
Apa yang di lakukan Alex?! seenaknya saja dia mengatur ku! aku ingin menjemput anakku. Lagi pula kenapa ia begitu kesal dengan pengacara itu?
Alex naik tangga menuju kamarnya. Ia mengambil jasnya dan ponselnya yang masih tertinggal di kamar.
"Kenapa kau melarang ku? aku ingin menjemput anak ku!"
"Aku ingin kau tetap di rumah"
"Tapi Lex" Sandra menarik lengan Alex dengan agresif. Ia sukses memancing kemarahan Alex.
"Jangan macam-macam dengan ku Sandra!" Kali ini Alex benar-benar kesal.
"Kenapa? kau cemburu?" Sandra malah semakin membuat Alex marah dengan pertanyaannya.
"Kau jangan menantang ku atau aku tidak akan membebaskan anak kesayangan mu?!"
Sandra terdiam, Alex tidak akaan main-main dengan ancamannya. Alex berjalan meninggalkan kamar sembari membanting pintu dengaan keras.
__ADS_1
Sandra terduduk di depan meja rias. Ia hanya bisa menunggu kabar dari Alex dan menyambut Jeremy pulang ke rumah.
Alex dan Yuda berhasil membebaskan Jeremy. Tidak cukup bukti untuk memenjarakan anak itu. Alex dengan licik dan cerdik membuat keluarga perempuan yang sudah melaporkan Jeremy untuk mencabut laporannya. Sebagai gantinya ia memberikan sejumlah imbalan pada keluarga itu. Alex tahu Jeremy tidak melakukan pelecehan ia hanya di jebak.
"Jagoan...lain kali jika kau mau mendekati seorang gadis belajarlah dari ku" gumam Alex sebelum mereka meninggalkan kantor polisi.
"Terimakasih" ucap Jeremy meski gengsi tapi ia harus mengakui jika Alex yang membuatnya bisa terbebas dari hukum dan fitnah.
"Bagus.. kau anak baik, setidaknya kau tahu berterimakasih"
"Kenapa mama tidak ikut menjemput ku?"
"Apa kehadiran ku tidak cukup? ibu mu pasti menyambut mu di rumah. Ia menyiapkan makanan kesukaan mu"
Jeremy terdiam ia sedang tidak ingin berdebat dengan ayah sambungnya itu.
Setibanya di halaman rumah Jeremy langsung keluar dari mobil Alex dan berhambur ke dalam rumah mencari ibunya.
"Mama..."
"Jeremy, syukurlah" Sandra memeluk erat anak sulungnya itu sembari menangis. Ia lega anaknya sudah terbebas. Anthony juga ikut memeluk ibu dan kakaknya.
"Sungguh drama yang sempurna" gumam Alex sembari melepas kaca mata hitamnya.
__ADS_1
"Apa aku juga harus ikut berpelukan?" goda Alex sembari memandang Sandra.
"Diam kau!" gertak Sandra.