
"Oke aku akan mengantar mu pulang" Bram bersiap meraih kunci mobilnya.
"Tidak perlu! Aku akan naik taxi saja"
"Ayolah untuk apa kau angkuh padaku, toh aku juga sudah tahu rahasiamu"
"Jangan berani-berani bicara apapun pada Alex!"
"Janji" Bram menggerakan tangannya berjanji pada Josie bahwa rahasia nya aman.
"Ayo masuklah" Bram membuka pintu mobil untuk Josie.
"Besok ada pesta perusahaan kau pasti hadir bukan?".tanya Bram sembari mengemudikan mobilnya menuju apartemen Josie.
"Iya"
"Jangan bilang kau akan datang bersama Alex? Aku rasa ia akan membujuk Sandra agar mereka bisa datang berdua"
Tebakan Bram membuat Josie sedikit murung. Bram benar Alex pasti akan mati-matian merayu Sandra agar bisa datang berdua.
Bram tersenyum melirik Josie.
"Kenapa wanita secantik dan secerdas dirimu tidak memiliki pasangan?"
"Karena aku berusaha keras untuk masa depanku jadi aku tidak sempat memikirkan hal lain"
"Masuk akal, aku bisa melihat itu dari sisi keras kepala dan angkuh mu itu"
"Jika kau terus menghinaku makan turun kan aku!"
__ADS_1
"Maaf Josh aku rasa kita bisa berteman"
"Aku tidak mau berteman dengan orang seperti mu!"
"Kenapa Josie? dengan Alex kau mau berteman..."
"Kau Flamboyan dan terkenal palyboy jika aku berteman dengan mu orang lain pasti berpikir aku ini simpanan mu!"
"Lalu apa bedanya diriku dengan Alex? jangan bilang kau tidak tahu reputasi Alexi?" Bram menyeringai.
Josie menghela napas. Ia menyerah Bram dan Alex tidak ada bedanya sama saja. Sekalian saja ia berteman dengan Bram mungkin ia akan butuh bantuan Bram suatu saat nanti. Biar bagaimanapun Bram juga CEO perusahaan besar tidak ada ruginya menjalin persahabatan dan kerja sama dengannya.
"Baiklah kita berteman"
"Bagus" Bram tersenyum manis, kedua lesung pipinya langsung terlihat.
Astaga senyumnya dan lesung pipi itu, pantas saja wanita banyak yang menggilainya!
"Ke pesta besok apa kau akan datang dengan istri mu juga?"
"Kau mau aku tidak mengajak istriku?"
"Jangan gila, aku hanya bertanya"
Josie membuka pintu apartemennya dan hampir masuk tapi tangan Bram menahan lengan Josie.
"Aku akan datang sendiri..."
"Pasti kau sengaja bukan ingin bermain di belakang istri mu karena itu kau datang sendiri ke pesta besok"
__ADS_1
"Tidak....aku sedang dalam proses mediasi" ada kesedihan di mata Bram.
"Mediasi?!"
"Baiklah aku pergi dulu sampai jumpa besok" Bram melangkah pergi sementara Josie masih memandangi punggung Bram yang semakin menjauh.
***
"Apa ini?" Sandra melihat kotak berhias pita di ruang tamu.
"Dari tuan Alex nyonya" seorang pelayan menyahut sembari membawa secangkir coklat panas untuk Sandra.
"Alex? dia tadi kemari lagi?"
"Benar nyonya"
Sandra membuka kotak itu, ia sedikit terkejut isinya adalah gaun berwarna biru tua yang indah. Gaun itu terbuka di bagian dada dan terlihat sangat elegan.
Di dekat gaun ada sebuah kotak perhiasan usianya adakah kalung mutiara dengan liontin berlian berwarna hijau.
Sungguh indah selera Alex. Sandra tersenyum. Ia tahu Alex sengaja memberinya gaun itu pasti untuk menghadiri pesta perusahaan nanti.
Malam itu Sandra bergegas untuk merias diri. Ia di bantu perias terkenal yang sudah terbiasa merias Sandra di hari-hari penting.
Rambut Sandra di gulung ke atas Agar kalung berlian yang ia kenakan terlihat menonjol dan pas dengan riasannya.
Terakhir ia mengenakan gaun pemberian Alex di padu dengan sepatu warna senada dengan gaun.
Sandra menuruni anak tangga menuju lantai utama. Disana Alex menunggunya dengan stelan jas berwarna senada dengan gaun yang di kenakan Sandra.
__ADS_1
Bersambung ...