
"Maafkan aku sayang" Alex memeluk Sandra dari belakang. ia merengkuh pinggang ramping Sandra yang kini sedang terisak.
"Sandra ...maukah kau memaafkan ku?"
Sandra berbalik dan memandang Alex. Ia mengangguk perlahan sembari menyandarkan kepalanya di bahu Alex.
Alex mencium kening Sandra dan sesaat keduanya berciuman melepas kerinduan setelah pertengkaran kemarin.
Alex ******* bibir Sandra, tidak bisa di pungkiri ia terjebak dengan rasa sukanya pada Sandra. Alex sendiri tidak tahu yang ia rasakan adalah cinta atau kecanduan terhadap tubuh Sandra.
******* kecil muncul dari bibir Sandra saat Alex menggigitnya dengan nakal.
"Aku merindukan tubuh mu Sandra sayang" tanpa buang waktu Alex mengangkat tubuh Sandra menuju kamar mereka. Ia merebahkannya dan dengan liar menciumi bagian wajah, leher dan dada Sandra.
Tanda kepemilikan ia tinggalkan disana sini sehingga membuat kulit putih Sandra nampak bercak kemerahan karena perbuatan nakal Alex.
"Katakan kau merindukan ku?" bisik Alex di telinga Sandra. Tangannya sudah menjalar ke area sensitif Sandra. Wanita itu mengerang dan menggigit bibirnya.
"Aku....ak..u merindu...kan mu" kata Sandra terbata-bata menikmati sentuhan demi sentuhan yang di luncurkan Alex padanya.
"Kalau begitu aku ingin kau menggoda ku" bisik Alex. Ia menyeringai sembari menarik tubuh Sandra menghadap padanya.
Kepala Sandra mulai menuruni perut Alex dan menciumnya. Erangan dan suara tertahan Alex membuat Sandra melepas semua yang ia kenakan.
Sepertinya mereka sungguh sudah berbaikan.
***
Pagi itu Sandra bangun lebih awal. Ia membersihkan diri dan mandi dengan wajah sumringah meski sekujur tubuhnya terasa nyeri.
Area tertentu terasa ngilu karena Alex menghajarnya habis-habisan.
Selesai mandi Sandra segera berganti pakaian dan ia merias wajah cantiknya. tak lupa di kenalannya aksesories perhiasan berlian berupa anting dan kalung membuatnya tampil sangat menawan.
Hari itu Alex akan mengajak Sandra ke rumah orangtuanya karena ada pesta disana. Ibu Alex yaitu nyonya Vita Androdelas sedang berulangtahun.
__ADS_1
Sandra menyiapkan kado spesial berupa tas branded untuk ibu mertuanya.
"Bangun sayang....." bisik Sandra di telinga Alex.
Alex bergumam sembari menyibak selimutnya dan berjalan malas menuju kamar mandi. Ia ingin buang air kecil sehingga tidak sempat menggoda istrinya yang cantik.
Alex sekalian mandi dan membersihkan diri. Ia mengenakan baju ganti yang sudah di siapkan Sandra.
"Kau sudah siap?" tanya Alex seraya meraih jam tangannya dan mengenakan benda berharga mahal itu di pergelangan tangan kanan nya.
"Sudah, aku juga mempersiapkan kado spesial untuk mama"
"Hmmm" Alex mengecup kening Sandra dan menggandeng tangannya berjalan menuruni anak tangga menuju lantai utama.
Seperti biasa rumah sudah sepi karena Jeremy dan Anthony sudah pergi. Jeremy sepertinya ke kampus dan Anthony pergi ke sekolah.
"Kita langsung ke rumah saja, pesta diadakan nanti siang" kata Alex.
Sandra menurut saja dan keduanya menuju rumah keluarga Alex.
Sandra di sambut mertuanya dan iparnya.
"Lania sapa kakak ipar mu" Ibu mengedipkan mata ke arah Lania adik Alex.
"Hai kakak ipar kau semakin cantik"
Sandra tahu pujian itu tidak tulus di berikan padanya. Dan ia tidak peduli.
Ibu dan Lania memandang ke arah perhiasan berlian yang di kenakan Sandra.
Menantuku rupanya sungguh kaya dan bukan abal-abal, batin nyonya Vita.
"Ma aku ada rencana" bisik Lania.
"Apa Lania?"
__ADS_1
"Kemarilah menjauh sedikit dari keramaian" Laina menarik lengan ibunya sedikit menepi dari kerumunan pesta. Sandra terlihat sedang mengobrol dengan beberapa tamu yang kebetulan ia juga kenal.
"Lihat perhiasan yang di pakai Sandra, itu berlian mahal ma aku bisa membedakannya dengan berlian biasa"
"Mama tahu dari tadi mama juga melihatnya"
"Bagaimana kalau nanti mama bilang ke Sandra, mama ingin menyimpan perhiasan milik Sandra itu"
"Lania mana mungkin Sandra mau memberikan perhiasan itu"
"Ma menantu mama itu konglomerat jelas ia pasti mau, berlian itu kecil harganya di banding semua kekayaan yang ia miliki"
"Nanti mama akan merayunya"
Setelah pesta selesai dan Sandra bersiap pulang dengan Alex. Nyonya Vita menahan mereka.
"Sandra bisakah mama bicara?"
"Ada apa ma?" tanya Alex.
"Ini urusan wanita" kata nyonya Vita
"Tentu" jawab Sandra.
"Sandra maama menginginkan perhiasan mu itu, apa kau bersedia memberikannya untuk mama?"
Degh! .....Sandra sudah curiga. Sejak tadi ibu mertua dan iparnya selalu memandangi perhiasan miliknya.
"Tapi ma...perhiasan ini adalah berlian langka pemberian suami ku dulu, jadi maaf aku tidak bisa memberikannya"
"Oh jadi begitu? lihat saja mama akan mengadu pada Alex"
Sandra terdiam ia kesal dengan keluarga Alex. Tapi jika berpisah lagi dengan Alex rasanya Sandra tidak sanggup. Tapi perhiasan itu sangat berarti untuknya karena mendiang suaminya yang memberikan langsung di hari ulang tahun pernikahan mereka dulu.
"Maaf ma aku tidak akan memberikan perhiasan ini, jika mama mau mengadu pada Alex silahkan tidak masalah. memangnya aku susah jika harus berpisah dari Alex? uangku lebih banyak darinya. mama jangan macam-macam pada ku!" gertak Sandra, ia tidak peduli jika Alex marah padanya. Dirasa ibu dan adik iparnya sudah membuatnya muak serta mencoba mengelabuhi Sandra.
__ADS_1
Mereka bahkan mengancam akan mengadukan pada Alex, Itu bukan masalah besar jika Alex membela keluarganya Sandra akan meninggalkannya tanpa pikir panjang.
Bersambung .....