Nyonya Kaya & Suami Brondong

Nyonya Kaya & Suami Brondong
Bab 18 Imbalan (21+)


__ADS_3

Alex menyibakkan selimut dan berjalan menuju kamar mandi. Ia ada janji bertemu dengan pengacara Jeremy pagi ini.


Sandra sudah tidak ada di tempat tidur, wanita itu entah pergi kemana. stelan baju kerja Alex sudah Sandra siapkan. sarapan juga sudah ia letakkan di meja dekat balkon. Kopi masih hangat sempurna berarti belum lama Sandra meninggalkan kamar itu.


Alex menyesap kopinya dan menikmati sarapan. Udara segar dan langit cerah membuat mood Alex terasa bagus. Apa lagi tadi malam ia sudah memuaskan dirinya dengan tubuh Sandra.


Senyum tersungging di bibir Alex mengingat tadi malam ia melakukan berbagai gaya dengan Sandra. Wajah sendu Sandra karena sedang banyak masalah malah membuat Alex semakin tidak bisa menahan diri. Wanita itu begitu cantik ketika terlihat sedih.


Ponsel Alex berbunyi, pengacara Jeremy menelponnya. Ia bergegas pergi dengan mobilnya tanpa mencari tahu dulu Sandra pergi kemana, kenapa sepagi itu istrinya sudah tidak di rumah.


Nanti saja, aku ada yang lebih penting yaitu bertemu pengacara untuk Jeremy.


Pengacara itu bernama Yuda, terlihat profesional tampan dan mungkin usianya di atas Alex. Bisa jadi ia seusia dengan Sandra.


"Baiklah pak Alex saya berjanji anak anda akan bebas secepatnya" kata Yuda sembari memasukan berkas kedalam tas kerjanya.


Alex mengenakan kacamata hitamnya dan pergi ke kantor. Ia sempat menelpon Sandra saat perjalanan ke kantor. Wanita itu tidak mengangkat telepon Alex.


"Kau menghilang tanpa bilang dulu pada ku. Aku mencari mu Sandra, akan ku buat perhitungan nanti malam!"


Begitu pesan suara yang di tinggalkan Alex di telepon.


Sandra berada di kantor polisi ia menjenguk Jeremy dan membawakan makanan kesukaan anak sulungnya itu.


"Selamat pagi" Yuda bertemu Sandra dan Jeremy di kantor polisi. Yuda memperkenalkan dirinya sebagai pengacara yang di minta Alex untuk menangani kasus Jeremy.


"Oh saya Sandra ibunya Jeremy" Sandra dan Yuda berjabat tangan. Pria itu memandangi wajah Sandra sembari tersenyum manis. Seolah ia sedang mengagumi wanita di hadapannya.


Sandra segera menarik tangannya yang di genggam oleh Yuda. Dengan canggung Sandra meminta Yuda untuk duduk dan menjelaskan apa saja yang harus mereka lakukan di persidangan nanti.


"Saya akan membebaskan Jeremy tanpa persidangan. Alex sudah memberikan saya bukti kuat untuk membebaskan Jeremy dari sini"

__ADS_1


"Bukti apa itu pak Yuda?" tanya Sandra bingung karena Alex tidak pernah bercerita apapun.


"Sebuah rekaman, sepertinya Pak Alex menyuruh seseorang untuk menemui gadis dan keluarga yang mengaku menjadi korban pelecehan Jeremy"


"Baiklah, saya mohon anda bisa membebaskan anak saya"


Yuda mengangguk mantap. Ia mulai melakukan tugasnya. Sementara Sandra harus ke kantornya untuk mengurus beberapa pekerjaan yang tertunda.


Ia membuka ponselnya dan mendengarkan pesan suara dari Alex. Ia hanya menggelengkan kepalanya. Alex seperti tidak pernah memiliki rasa puas mengerjainya.


Alex pulang ke rumah lebih awal sementara Sandra baru menyusul. Yuda mengabarkan jika kemungkinan besok Jeremy akan bebas. Sandra dan Anthony terlihat senang dan haru. Ibu dan anak itu saling berpelukan sembari menangis.


Alex mengamati dari kejauhan, ia terdiam menyaksikan Sandra yang memeluk Anthony sambil berlinang air mata.


"Sekarang beristirahatlah, besok kita jemput kakak mu bersama"


"Iya ma" Anthony pergi ke kamarnya. Sandra juga berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya. Ia membuka pintu kamar perlahan. Nampak Alex sedang berdiri memegang segelas minuman di tangannya. Ia menatap ke luar balkon.


"Terimakasih" bisik Sandra parau di sela tangisnya.


Alex berbalik memandang Sandra, dengan lembut ia mengusap air mata Sandra dengaan jemarinya.


"Apa kau senang anak mu besok bebas?" Sandra mengangguk mendongakkan wajahnya memandang ketampanan di hadapannya. Sandra berjinjit dan mengecup bibir Alex.


Aroma parfum Sandra tercium di hidung Alex, menggoda nya untuk berbuat lebih.


Ia meletakkan gelas minumannya, lalu menggoda Sandra.


"Kau sudah dengar pesan ku di telepon?" Alex mengerlingkan matanya.


Sandra mengangguk, ia mengusap leher Alex,

__ADS_1


"Setelah dari kantor polisi kemana kau pergi?"


"Ke kantor" jawab Sandra, wajahnya memanas karena Alex menarik pinggangnya mendekat.


"Setelah itu kau kemana? kenapa terlambat pulang?"


"Aku ..aku ke klinik kecantikan"


Alex menyeringai sambil meraba lembut kulit wajah Sandra. putih, mulus dan wangi.


"Apa kau siap?" suara Alex membuat Sandra bergetar hebat. Gairahnya terpancing hanya dengan bisikan Alex.


Alex mencium bibir Sandra dengan lembut, ia mendudukkan Sandra di atas meja rias. Dan dengan leluasa Alex melakukan yang ia mau pada Sandra.


Alex menggigit bibir Sandra hingga ada sedikit darah disana. Sandra terpekik kesakitan.


"Apa kau merasa sakit Sandra sayang? ini belum seberapa sayang"


Alex melepas kemejanya, dada bidangnya terpampang di hadapan Sandra. bentuk tubuh yang proporsional dan sempurna itu membuat Sandra tak berdaya.


Alex terus menciumi leher Sandra dan meninggalkan stempel kepemilikan disana. tangan Alex menyusup kebalik dress pendek Sandra. Ia meremas sesuatu disana. Lembut dan sensaninya membuat Alex semakin bergejolak. Ia sangat kecanduan dengan yang satu itu. Alex merobek dress yang di kenakan Sandra dengan kasar.


Tampak dua bukit kembar di hadapan mata Alex yang liar dan nyalang.


"Alex..." Sandra mendesah pelan.


Alex tidak perduli, ia menempelkan ujung lidahnya di atas bukit itu dan memainkannya hingga membuat Sandra kepanasan. Ia hampir melompat dari atas meja rias kalau sebelah tangan Alex tidak mencengkram pinggangnya.


"Alex....!" Sesapan yang di rasakan Sandra begitu membuatnya mabuk dan gila. Pria di hadapannya membuatnya seperti melayang dari kesadarannya.


Bersambung .......

__ADS_1


Dukung karya ini dengan Like, komen dan vote ya agar Thor bisa up terus....,🙏


__ADS_2