Nyonya Kaya & Suami Brondong

Nyonya Kaya & Suami Brondong
Bab 28 Marah Tapi Rindu


__ADS_3

Sesampainya di rumah sakit luka di kaki Sandra di obati oleh dokter dan di perban.


Sementara Sandra harus berjalan dengan alat bantu. Alex menggendong Sandra masuk ke dalam mobil.


"Dengar Alex aku masih marah pada mu! Kebaikan mu ini tidak akan bisa mengobati luka yang kau buat kemarin"


"Baiklah terserah kau saja"


"Aku tidak ingin satu mobil dengan mu!" kata Sandra ketus.


"Baiklah aku akan keluar"


Alex benar keluar dari dalam mobil Sandra. Ia memilih naik taxi dan tetap mengikuti mobil Sandra dari belakang.


Sesampainya di rumah Sandra bergegas istirahat di kamarnya. Alex menunggu di ruang tengah sembari memainkan ponselnya.


"Hai Anthony" Alex memanggil anak sambungnya yang baru saja tiba di rumah.


"Kau marahan lagi dengan mama?" Antony melepas tas ranselnya dan duduk di depan Alex.


"Ya hanya pertengkaran kecil, itu wajar"


"Bagaimana keadaan kaki mama?"


"Sudah di obati oleh dokter tinggal menunggu pemulihan"


"Berarti besok mama tidak bisa ke sekolah ku"

__ADS_1


"Kenapa mama harus kesekolah? Apa kau membuat onar dan guru memanggil orang tua mu?"


"Besok ada pembagian rapor sebelum libur musim panas"


"Baiklah jagoan bagaimana kalau aku saja yang datang?"


"Kau tidak keberatan?"


"Tentu saja tidak"


"Baiklah jangan terlambat besok kau harus tiba di sekolah ku jam delapan tepat"


"Baiklah"


Anthony berlalu ke kamarnya, Alex melirik jam tangannya. Ia memutuskan madi di kamar mandi tamu sebelum melihat Sandra di kamarnya.


Alex dengan hati-hati berbaring di samping Sandra. Setelah memastikan Sandra masih tertidur Alex segera menyingkirkan bantal pembatas yang sengaja di pasang oleh Sandra.


Tanpa di duga Sandra berbalik dan memeluk Alex, ia memindahkan tubuhnya dan menyandarkan kepalanya di dada Alex.


Tangan Sandra meraba wajah Alex. Ia membuka sedikit matanya lalu memejam lagi sembari bergumam.


"Aku akan menceraikan mu" gumam Sandra sembari mengusap wajah Alex yang baru saja bercukur.


"Hmmmm" jawab Alex yang tidak yakin dengan ucapan istrinya barusan.


Jadilah keduanya tidur bersama satu ranjang dan seperti biasa, seperti tidak ada pertengkaran di antara mereka.

__ADS_1


Keesokan paginya Sandra terbangun lebih dulu. Ia tersentak berada di pelukan Alex. Sandra bergegas bangkit dari tempat tidur. Ia melemparkan sebuah bantal ke arah Alex.


"Bagaimana kau bisa disini?!"


"Kau sudah bangun?" Alex membuka matanya dengan malas.


"Alex jawab aku kenapa kau bisa disini?!"


"Apa kau tidak ingat bagaimana kau memeluk ku erat tadi malam?"


Wajah Sandra memerah, ia berjalan terpincang-pincang menuju kamar mandi.


"Sandra hentikan jangan berjalan seperti itu! Lihat kaki mu!" Alex kesal melihat kecerobohan istrinya.


Alarm di jam tangan Alex berbunyi. Ia sengaja memasang alarm di jam tangannya pukul tujuh agar tidak terlambat ke sekolah Anthony untuk mengambil rapor.


"Sandra nanti kita bicara, aku harus pergi dulu" kata Alex dari luar pintu kamar mandi. Sandra tidak menjawab.


Kenapa aku selalu saja kalah oleh nya! brengsek kau Alex! Aku seperti tidak bisa marah terhadap mu!


Selesai mandi Sandra bergegas berganti pakaian. Ia memeriksa ponselnya ada beberapa pesan singkat masuk.


Sekretarisnya mengabarkan meeting besar yang harus ia hadiri siang ini.


Bagaimana aku bisa hadir, kaki ku masih sakit.


Sandra baru ingat jika siang ini ia akan meeting dengan kliennya yaitu dari perusahaan Alex. Sepertinya akan seru sekali meeting siang nanti.

__ADS_1


__ADS_2