
Malam sudah larut dan Sandra baru pulang dari kantor. Ia sengaja menghabiskan waktu di tempat kerja agar tidak kesepian saat pulang.
Semenjak bertengkar dengan Alex ia merasa hatinya sepi dan kurang berwarna. Jeremy dan Anthony sibuk dengaan urusan masing-masing.
Sandra menghela napas, mengumpulkan kekuatan untuk melangkah ke dalam rumah. Ia sudah siap menghadapi dinginnya sikap Alex padanya. Sandra melihat sekeliling, mobil Alex tidak nampak di halaman atau di garasi.
"Dia tidak pulang" gumam Sandra sembari menarik handel pintu dan berjalan cepat menaiki anak tangga.
Ia membuka pintu kamar dengan hati hambar dan perih. Di lemparkan nya tas branded ya di lantai. Sebelah tangan Sandra meraba mencari tombol lampu.
Lampu menyala, alangkah terkejutnya Sandra mendapati seseorang berada di atas tepat tidur nya.
"Alex?" Sandra memanggil pelan nama Alex.
Alex tidak bergerak ia tertidur pulas. Ada kelegaan di hati Sandra melihat Alex kembali tidur di kamar mereka.
Sandra melepaskan sepatu Alex dan membuka kemeja Alex. Ia menyelimuti tubuh Alex.
Setelah membersihkan diri Sandra langsung berbaring di samping Alex. Ia rindu sekali pada kenakalan Alex dan gaya tengil nya yang kurang penting itu.
Keesokan paginya Alex terbangun karena mendengar suara gemericik air dari shower. Ia mengerjapkan matanya dan mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan.
Untunglah aku di kamar Sandra bukan di apartemen Josie.
Alex menyibakkan selimut dan mulai melucuti pakaiannya. Ia meraih handuk dan melilitkan ke pinggangnya.
"Sandra cepat mandinya, aku sudah terlambat!"
__ADS_1
"Sebentar!"
"Sandra aku hitung sampai tiga kalau kau tidak keluar juga aku akan masuk ke kamar mandi"
"Satu ...dua....ti..."
Sandra keluar dari kamar mandi dengan lilitan handuk putih membungkus dada hingga di atas lututnya.
Alex meliriknya dengan nakal tapi Sandra mendorongnya masuk ke dalam kamar mandi.
"Mandi.... nanti kesiangan!"
Seperti biasa kedua pasangan itu sibuk dengan stelan baju masing-masing. Sandra sibuk merias wajahnya sementara Alex sibuk mengenakan stelan jasnya.
"Sayang dimana dasi ku?"
"Ambil saja sendiri"
"Sayang, aku minta maaf ya"
Sandra menghentikan gerakannya merias wajah.
"Sandra? ..."
"Aku berpikir kemarin kau akan meninggalkan aku" kata Sandra lirih tanpa memandang Alex.
Alex meraih pelan kepala Sandra dan menyandarkan di bahunya.
__ADS_1
"Aku tidak sebodoh itu sayang, kau terlalu kaya dan cantik untuk ku tinggalkan"
Sandra memukul dada Alex, dalam hatinya ia benar-benar lega Alex udah tidak marah padanya.
Di kantor Alex berpapasan dengan Josie di lift. Keduanya terlihat canggung tapi Josie mencoba bersikap biasa dan profesional.
"Josie maaf kemarin aku meninggalkan mu sendiri"
"Sudahlah tidak masalah. sebagai gantinya kau harus mentraktir ku minum kopi"
"Tentu saja Josie ...kita makan siang bersama ya"
"Oke , ceritakan pada ku apa kau sudah berbaikan dengan Sandra?"
Alex tersenyum malu, ia mengangguk. Josie wanita yang profesional dan dewasa dalam bersikap dan bertindak. Alex di buat salah tingkah jika bicara dengannya.
"Baiklah sampai jumpa nanti"
Kata Josie saat pintu lift terbuka.
Alex berjalan cepat menuju ruang kerjanya. Ia meraih ponselnya dan mengirim pesan pada Sandra.
[Sayang aku pulang telat, aku ingin mentraktir maka malam teman ku]
Balasan dari Sandra ...
[Baiklah, jangan pulang terlalu larut, besok kita ke rumah mama]
__ADS_1
Besok memang ada acara di rumah keluarga Alex, mamanya berulang tahun dan mengadakan jamuan makan bersama keluarga besar dan teman-temannya.
Sandra menyiapkan sesuatu yang istimewa sebagai hadiah untuk ibu mertuanya.