Nyonya Kaya & Suami Brondong

Nyonya Kaya & Suami Brondong
Bab 70


__ADS_3

Josie duduk seorang diri di cafe ia sedang memikirkan cara membantu Alex dan Sandra.


Pertaruhannya adalah rumah tangga Alex, aku tahu Sandra adalah perempuan labil yang akan terpengaruh kondisi. disaat seperti ini ia pasti akan ragu pada Alex.


"Apa aku boleh duduk disini nona Josie Michelle?"


Josie mendongak dan melihat pria di hadapannya.


"Alex?! ah aku mencari mu sejak kemarin kau tidak bisa di hubungi!"


"Baiklah biarkan aku duduk dulu lalu akan ku dengarkan amarah mu"


Alex duduk di hadapan Josie sembari memesan secangkir kopi.


"Katakan kenapa kau mencari ku dan kenapa kau melamun disini seorang diri?"


"Aku mencemaskan mu"


"Bagus, kau memang harus mencemaskan ku Josie karena kita bersahabat baik"


"Diam bodoh! aku serius!"


"Aku juga serius"


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Josie cemas.


"Seperti yang kau lihat aku sangat baik, kau jangan cemas"

__ADS_1


"Apa kau dan Sandra baik-baik saja?"


"Ya kami memang sedikit bertengkar tapi kami baik-baik saja"


"Kau yakin?"


"Seribu persen aku yakin"


"Baiklah, aku tadi menemui Bram dan..."


"Dan kau membujuknya tapi gagal" kata Alex dengan tenang.


"Bagaimana kau tahu?"


"Bagaimana aku tahu? gadis seperti dirimu kurang menarik kalau harus menggoda Bram untuk meloloskan perusahaan ku dan Sandra .."


"Baiklah-baiklah aku minta maaf aku hanya bercanda"


"Dalam situasi seperti ini hentikan bercanda mu itu!"


"Josie, kau sahabat terbaikku terimakasih. kau tenang saja aku pasti bisa merebut perusahaan ku dan Sandra kembali"


Bukan kau yang aku cemaskan Alex tapi Sandra, aku tidak yakin ia bisa bertahan dengan situasi ini.


Sandra adalah wanita kaya yang biasa bergelimang harta dan sekarang ia sedang dalam masa sulit. Josie tidak yakin Sandra tidak akaan meninggalkan Alex.


"Hei apa yang kau pikirkan?" Alex menjentikkan jarinya di depan wajah Josie.

__ADS_1


"Josie sejujurnya aku mencemaskan mu, pasti berat untuk mu sekarang karena di satu sisi aku sahabat mu dan satu sisi Bram adalah kekasih mu"


"Dia bukan kekasih ku"


"Kau yakin?"


"Yakin"


"Kau bohong Josie, kau masih menyukai Bram bukan? jangan demi aku dan Sandra kau korbankan dirimu dan hubungan mu dengan Bram. toh dia tetap baik pada mu bukan?"


Bram memang baik pada Josie bahkan tidak berubah masih tetap menyayangi Josie tapi Josie hanya tidak bisa menerima perlakuan Bram pada Alex.


"Oke sekarang pulanglah, aku harus pergi" kata Alex sembari meraih tangan Josie dan menepuk nya"


"Hmm lain kali kita bicara lagi" Josie berdiri dan meraih tasnya.


"Oh ya Josh tetaplah bekerja di perusahaan itu, siapapun pemiliknya sekarang. kau adalah orang terbaik yang di miliki perusahaan itu jadi jangan pergi"


"Aku akan bertahan di perusahaan itu jika kau pemiliknya"


"Josie terimakasih atas kesetiaan mu tapi, aku mohon ini demi masa depan mu dan juga demi perusahaan agar tidak bangkrut setelah nanti aku berhasil merebutnya kembali!" Alex tersenyum menepuk bahu Josie.


"Baiklah aku akan berpikir itu"


Alex dan Josie berpisah, Alex bergegas menemui seseorang untuk ia mintai tolong. sementara Sandra sejak tadi tidak bisa di hubungi.


Alex mengemudikan mobilnya menuju tempat yang jauh dari perkotaan. ia akan menemui seseorang yang menurutnya bisa membantunya sekarang.

__ADS_1


__ADS_2