Nyonya Kaya & Suami Brondong

Nyonya Kaya & Suami Brondong
Bab 55 Sepasang Kekasih


__ADS_3

"Jadi kalian sudah saling menyatakan perasaan?" Alex terkejut mendengar curhatan Josie siang itu di restoran langganan mereka.


"Begitulah, bagaimana pendapat mu?"


"Josie jika kau bahagia aku akan selalu mendukung mu" kata Alex menepuk bahu Josie pertanda ia memberi dukungan penuh pada sahabatnya.


"Apa Bram pria baik?"


"Apa yang kau harapkan dari pertanyaan mu Josh? kau pikir ada pria baik?" Alex tertawa melihat wajah Josie yang berubah panik.


"Dengar Josie jika kau menyukainya dan ia menyukai mu maka beri kepercayaan padanya"


"Kau benar Alex .."


"Oh ya aku belum bercerita padamu jika sepupu Sandra ikut tinggal di rumah. Ia baru tiba dari Milan"


"Oh ya? seperti apa dia?"


"Sepertinya ia seusia dengan mu, cantik dan ideal"


"Lalu apa kau tergoda?"


"Pertanyaan macam apa itu?! jelas saja, mana ada pria tidak tergoda melihat yang seperti itu?"


"Alex!" Josie melemparkan sepotong roti ke arah Alex yang tertawa.


"Aku hanya bergurau, Sandra jelas jauh lebih baik dari sepupu nya itu. Aku hanya curiga saja pada perempuan itu"

__ADS_1


"Curiga kenapa?"


"Aku cemas jika dia menyakiti Sandra"


"Kau gila! seorang Alex bisa berubah sejauh ini karena seorang Sandra. Apa kau benar-benar mencintai istrimu itu?" gurau Josie. ia tahu Alex banyak berubah dan sejak awal Alex memang mencintai Sandra.


"Ya aku rasa aku sangat mencintainya. Aku tidak bisa jika tanpanya"


Josie kembali melempar sepotong roti ke arah Alex karena gemas.


"Josie berbahagialah dengan Bram, nikmati hubungan kalian. Kau berhak untuk merasakan dicintai seutuhnya"


Entah kenapa ucapan Alex kali ini terasa sangat tulus dan berhasil membuat Josie hampir menangis.


"Bodoh!"


"Lex tetaplah berteman dengan ku" pinta Josie.


"Tentu saja tapi jika Sandra melarang maka aku akan menurut padanya"


"Sial! aku sudah menduga kau mengerjai ku!"


"Josh aku harus kembali ke kantor untuk meeting. Oh ya jika Bram menyakiti mu jangan sungkan bicara padaku, aku akan menghabisinya untuk mu!"


Josie tersenyum dan mengangguk. Ia melambaikan tangan pada Alex yang berjalan menjauh.


Josie telah mengubur perasaan sukanya untuk Alex. Kini ia menganggap Alex adalah sahabatnya tidak lebih.

__ADS_1


Sorenya Josie bertemu Bram di apartemennya. Lama sekali rasanya apartemen Josie sepi dan hambar. Kini sudah ada Bram yang mengisi dan mewarnai hati dan juga tempat tinggal Josie.


"Kau mau minum teh?" tanya Josie pada Bram yang duduk bersandar di sofa.


"Boleh sayang"


Saat Bram memanggilnya sayang hatinya terasa luluh. Panggilan itulah yang Josie rindukan dari seorang pria.


Selama ini hanya Alex yang memberinya perhatian sebagai sahabat. dan kini Bram mengisi kekosongan itu.


"Tadi siang aku bertemu Alex di restoran" kata Josie.


"Hmmm jangan sering menemuinya sayang aku cemburu" Bram melepas jasnya dan menggulung lengan kemejanya. ia terlihat maskulin dan tampan dengan kemeja warna putih.


"Oh ya bagaimana jika lusa kita berlibur ke kota B? aku akan bilang pada Sandra agar memberi mu cuti selama satu Minggu"


"Satu Minggu? itu mustahil"


Pekerjaan Josie terlalu menumpuk untuk di tinggalkan.


"Aku akaan membuatnya menjadi tidak mustahil. kau siapkan saja apa yang harus kau bawa dan aku akan memastikan tiket pesawat ada di tangan mu besok"


"Baiklah kalau begitu"


Malam itu Bram menginap di apartemen Josie. Tidak ada ciuman panas apalagi tidur seranjang, ia hanya tidur di sofa ruang tamu.


Bram senang bisa menjaga Josie, ia berharap bisa menikah dengan Josie secepatnya.

__ADS_1


__ADS_2