
Alex dan Sandra tiba di kediaman orang tua Alex yang cukup mewah. Disana terdengar keramaian karena pesta sudah di mulai sejak tadi.
Ibu mertua Sandra sengaja merayakan ulang tahunnya di siang hari karena ia lebih suka suasana siang di dekat pantai sembari menunggu momen indah yaitu menyaksikan matahari tenggelam.
Sandra yang nampak cantik dengan stelan kasualnya berjalan anggun di sisi Alex.
"Alex sayang" Nyonya Vita terlihat memeluk puteranya yang baru saja tiba. Beberapa tamu undangan terpana dengan ketampanan Alex.
"Ma pesta apa ini?"
"Pesta ulang tahun"
"Ulang tahun siapa? mama sudah berulangtahun dan istriku memberi kado tas branded pada mama"
"Itu pesta ulang tahun mama Alex, kalau sekarang pesta ulang tahun pernikahan mama dan papa"
Alex menggaruk dagunya seraya mengedarkan pandangannya di antara kerumunan tamu. Ia mencari sosok ayahnya.
"Hai Sandra .." nyonya Vita menyapa Sandra setelah sedikit beradu argumen dengan Alex.
"Kau cantik sekali Sandra"
"Terimakasih ma, mama juga sangat cantik"
Keduanya saling tersenyum basa basi. nyonya Vita memang kurang menyukai Sandra.
"Oh ya ini kado untuk mama"
"Oh thank you sayang"
"Sandra kemarilah" Alex memanggil Sandra untuk bergabung dengan ayah mertuanya juga.
"Selamat ulang tahun pernikahan ya pa" kata Sandra.
"Terimakasih Sandra, papa harap pernikahan kalian juga awet ya"
__ADS_1
Sandra tersenyum getir, ia tidak tahu apakah pernikahannya dengan Alex akan panjang mengingat Alex pria yang tampan, muda dan di gilai banyak wanita. Mungkin nanti ketika Sandra sudah mulai keriput Alex akan berpaling darinya.
"Tentu saja pa pernikahan kami akan panjang". jawab Alex yakin.
Mendengar jawaban Alex itu Sandra tidak tahu harus merasa lega atau itu hanya hiburan sekejap.
"Alex...?"
Baru saja Sandra mencoba berpikir positif dan mengamini jawaban Alex tadi, kini sudah ada seorang wanita cantik berdiri di hadapan mereka dengan wajah berbinar.
"Maura?" Alex mengenali wanita muda itu sebagai Maura.
"Iya kau ingat aku?" Maura memeluk Alex tanpa permisi dulu pada Sandra.
"Yah tentu aku ingat kau Maura, sahabat terbaik ku"
"Hai..." Maura menyapa Sandra dan hanya di balas senyuman manis oleh Sandra.
"Maura ia istriku Sandra"
"Oh ya aku ingat, kau adalah Sandra Campbel bukan? janda kaya raya itu? kau sosialita ternama ya kan?"
"Mau Ra sudah lah dia istri ku sekarang" Alex merasa sedikit tidak enak. Ia meraih tangan Maura dan mengajaknya menyingkir sebentar untuk bicara.
Sandra tidak peduli dengan apa yang kedua orang itu bicarakan. Ia mengambil segelas minuman dan mulai meminumnya.
Setengah jam berlalu, satu jam berlalu dan sekarang Sandra masih berdiri seorang diri memegang gelas minuman.
Alex masih asyik berbicara dengan teman baiknya itu si Maura.
Sial! aku bosan! batin Sandra kesal.
Ia meraih segelas minuman lagi dan meneguknya hingga habis.
Sepertinya sekarang ia hampir mabuk kepayang, semua berkunang-kunang dan ia ingin sekali menertawakan dirinya yang seperti pecundang.
__ADS_1
Datang ke pesta keluarga bersama suami, lalu di cueki dan di biarkan sendiri.
"Lihat Maura dia begitu cantik ya Sandra? tapi kau tenang saja mereka hanya berteman" kata nyonya Vita yang sepertinya sengaja membuat panas hati Sandra.
"Maura itu juga dari kalangan keluarga kaya lho Sandra, mungkin kau mengenal perusahaan mereka"
"Entahlah ma aku tidak ingat karena yang bekerja sama dengan perusahaan ku semua orang kaya"
Telak, nyonya Vita di buat kesal oleh menantunya. Tadinya ia ingin menjatuhkan Sandra dan membuatnya cemburu tapi sepertinya percuma saja.
Sandra sekarang benar sudah mabuk. Ia mulai sempoyongan. Sementara Alex masih berbicara dengan Maura, mereka pindah ke dalam rumah sehingga Alex tidak melihat kondisi Sandra.
"Wah kenapa dia?" seorang tamu undangan melihat Sandra terjatuh di lantai. Sandra terduduk dan melepas sepatunya.
"Apa dia mabuk?" bisik-bisik mulai terdengar diantara para tamu.
Alex yang di beri tahu oleh ayahnya segera menghampiri Sandra.
"Sandra?! ada apa ini? kau mabuk?!"
Alex memapah Sandra dengan gemas. Ia tentu di buat malu dengan tingkah Sandra.
"Kenapa kau tidak bisa mengendalikan diri mu Sandra!"
Alex mulai marah dan membawa Sandra ke kamarnya yang berada di rumah orang tuanya.
"Kau marah padaku sekarang?! kau mengajak ku kemari dan kau malah asyik sendiri dengan wanita itu!"
"Sandra kenapa kau ini?! kau salah paham pada Maura?"
"Salah paham? baiklah aku mau pulang ke rumah ku!"
"Sandra!"
Alex mengejar langkah Sandra yang berjalan cepat menuju mobil. Ia segera mengemudikan mobil milik Alex dalam keadaan setengah mabuk.
__ADS_1
Sandra menghentikan mobil itu di pinggir jalan lalu ia menangis di dalam mobil tanpa Alex tahu hati Sandra sakit dan ia merasa harga dirinya terinjak oleh kelakuan Alex dan ibunya.