Nyonya Kaya & Suami Brondong

Nyonya Kaya & Suami Brondong
Bab 38 Bertemu Di Loby


__ADS_3

Usaha yang mulai Alex mulai menunjukan hasil. Ia memang cerdas dalam waktu singkat bisnisnya banyak di lirik perusahaan lain untuk bekerja sama.


Sandra membaca artikel tentang Alex yang di muat di harian bisnis online.


"Apa mama belum memaafkannya?" tanya Anthony sembari memakai sepatunya. Ia akan berangkat sekolah pagi itu.


Sandra hanya terdiam memandangi ponselnya dan merenungkan pertanyaan Anthony.


"Maafkan dia ma, aku rasa di bukan orang jahat. Selama menikah dengan mama dia malah banyak membantu kita" Anthony berdiri dari duduknya dan beranjak pergi ke garasi.


"Hati-hati di jalan Anth" Sandra melambaikan tangan pada anak bungsunya.


Anthony benar selama ini Alex memang banyak membantunya dan anak-anak. Tapi belum saatnya Sandra kembali pada Alex ia masih ingin membuat Alex jera.


***


Alex menikmati sarapan bersama Josie di apartemen Alex.


Pagi itu Josie mampir membawakan sarapan untuknya dan Alex.


"Aku senang melihat mu seperti sekarang" kata Josie sambil mengunyah sandwich nya.


Alex terlihat kembali seperti semula, ia nampak rapi dan bersih. wajahnya sudah terbebas dari bulu halus yang beberapa hari menghias disana dan memudarkan ketampanan nya.


"Aku sedang bersemangat" kata Alex


"Bagus, apa kemarin kau menemui istrimu yang hebat sekali itu?" sindir Josie.


"Hei Josie sayang...bisakah kau berteman dengan wanita yang kucintai itu?"


"Aku dan istri mu tidak akan bisa jadi sahabat"


"Baiklah kau tidak perlu bersahabat dengan Sandra cukup dengan ku saja. oh ya bagaimana mobil mu apa sudah beres?"


"Nanti sepulang bekerja aku akan mengambilnya dari bengkel"

__ADS_1


"Apa Bram bertanggung jawab atas mobil mu?"


"Aku tidak butuh pria itu!"


"Haha... kalian sangat serasi"


"Serasi kata mu?"


"Kalian sama-sama sombong dan angkuh mungkin kalau Bram belum menikah dia akan menikahi mu"


"Jadi dia sudah menikah?"


"Kenapa? kau terlihat kecewa?"


Josie mendelik ke arah Alex ingin rasanya ia mencubit bibir Alex agar berhenti menggodanya dengan Bram.


"Aku akan mengantar mu ke kantor"


"Oke"


Alex menghentikan mobilnya di pelataran perusahaan. dulu itu adalah perusahaan miliknya sebelum CB group mengambil alih semua. Alex mengenakan kaca mata hitamnya sembari memandang loby perusahaan.


"Tenanglah aku percaya perusahaan ini akan kembali pada mu" kata Josie.


Di waktu yang sama mobil Sandra berhenti tidak jauh dari Alex dan Josie yang berdiri.


Sandra keluar dari mobilnya. Ia memandang Alex dan Josie, terlihat wajahnya tidak suka dengan kebersamaan Alex dan juga Josie.


"Aku rasa dia cemburu" kata Josie sembari melangkah ke dalam loby.


Alex mengejar Sandra dan meraih tangan wanita itu.


"Sayang..."


Sandra menghentikan langkahnya, beberapa karyawan yang melintas terlihat memandangi mereka.

__ADS_1


"Aku mau bicara sebentar" kata Alex memohon.


"Aku ada meeting penting" kata Sandra angkuh.


"Baiklah lain kali saja, tapi kau jangan terkejut jika tiba-tiba aku ada di kamar mu"


Sandra terkesiap dan mendorong tubuh tegap Alex menjauh darinya. Alex menyeringai memandangi Sandra yang memasuki lift di iringi sekretarisnya.


Sementara di ruang meeting sudah ada Sandra, Bram dan beberapa kolega lainnya.


Josie memimpin meeting pagi itu. Seperti biasa ia selalu terlihat cerdas dan gesit dalam bekerja. Cara bicaranya di depan kolega membuat terkesima.


Bram terus memandangi Josie. Ia tersenyum jahil saat Josie melirik ke arahnya.


Dasar brengsek bukan kah dia sudah menikah untuk apa dia memandangi ku seperti itu!


"Bagaiman Bu Sandra apakah anda setuju dengan konsep yang saya tawarkan?"


"Saya sangat setuju Josie, itu bagus tapi bagaiman dengan dana dan pelaksanaannya nanti?"


"Kalau itu ibu jangan khawatir karena saya dan tim sudah menyiapkan anggaran dan perusahaan konstruksi untuk pembangunan hotel kita nanti"


"Baiklah saya ikut saja"


"Bram bagaimana menurut mu?" tanya Sandra membuyarkan lamunan Bram pada Josie.


"Apa kau yakin proyek ini tidak akan gagal nona Josie?"


"Tentu saja saya yakin akan berhasil tuan Bram yang terhormat!" Josie terlihat jengkel tapi itu malah membuat Bram gemas.


Sandra hanya menggelengkan kepala melihat perdebatan Bram dan Josie. Ia jadi teringat Alex.


Kau jangan terkejut jika tiba-tiba aku ada di kamar mu...


Kata-kata Alex tadi pagi terngiang kembali di pikiran Sandra.

__ADS_1


__ADS_2