
Bram mengadakan meeting dengan seluruh jajaran pemegang saham dari perusahaannya, Alex dan Sandra.
Tanpa diduga Bram sengaja menjebak Alex dan mengakuisisi perusahaan Alex dan Sandra sekaligus.
"Silahkan anda keluar dari ruangan ini" kata Bram pada Sandra dan Alex.
"Bram apa maksudnya ini?!" Alex berdiri dari duduknya dan hampir melempar Bram dengan gelas minuman.
"Permainan Alex, ini lah permainan. bukankah kau juga pernah melakukan hal yang sama pada perusahaan orang tua ku?"
Alex terdiam, ia teringat pernah merebut paksa 'Serikat B' yaitu perusahaan besar milik keluarga Bram.
Tapi Alex sudah mengembalikan perusahaan itu pada ahli waris dari pemilik Serikat B.
"Aku sudah mengembalikan perusahaan itu pada kakak mu Bram!"
"Iya Alex kau benar sekali, kau mengembalikan Serikat B setelah perusahaan itu di ambang kebangkrutan. dan ayah ku terkena serangan jantung. itu semua karena ulah mu!"
Sandra kebingungan dan hanya bisa terdiam. Ia pernah mendengar kejatuhan perusahaan berbentuk Serikat itu.
__ADS_1
"Bram ada apa ini?" Josie ikut berdiri dari duduknya karena tidak menyangka kejadian yang pagi itu tengah terjadi di ruang meeting.
"Josie jika kau mau tahu kau bisa mencari informasi, Alex si penipu ini sudah menghancurkan bisnis keluarga ku dan sekarang aku ingin melihatnya hancur berkeping-keping jadi debu!" kata Bram dengan wajah datar tapi terasa sangat marah.
"Sebaiknya kalian pergi dari sini atau aku akan meminta keamanan untuk menyeret kalian dari perusahaan ku!" kata Bram sembari membalikkan badan tidak Sudi memandang Alex dan Sandra.
"Ayo sayang kita pergi" Alex meraih bahu Sandra dan mengajaknya meninggalkan ruangan itu.
"Tapi Lex, bagaimana perusahaan kita?"
Alex menggeleng perlahan menahan amarahnya. pikirannya langsung kacau balau begitu ia termakan rencana Bram.
"Kau adalah wanita yang aku cintai Josie Michelle tapi jika kau memihak mereka tanpa mencari tahu kebenaran terlebih dahulu, kau pun boleh pergi dari perusahaan ku"
"Bram...." Josie tidak percaya pria di hadapannya sekarang bertingkah seperti mafia.
Josie melangkah pergi, Bram memandang punggung Josie yang menghilang di balik pintu.
***
__ADS_1
"Lex sebenarnya apa yang terjadi?!" Sandra marah besar karena ia disangkut pautkan dengan masalalu Alex.
"Sandra tenanglah, aku akan mencari cara lain"
"Sekarang apa yang bisa kau lakukan?"
"Entahlah, aku akan mencari solusinya kau jangan terus memojokkan ku Sandra!" suara Alex meninggi.
"Oh jadi sekarang kau membentak ku?! baiklah aku beritahu kau Alex jika sekarang kau hanya pecundang!" Sandra berlari menuju mobilnya dan bergegas pergi.
Sementara Alex masih berdiri di parkiran perusahaan.
"Lex...." Josie mendekati Alex. tapi pria itu hanya terdiam. Josie tahu Alex butuh waktu ia pasti juga terpukul dengan perlakuan Bram tadi.
"Baiklah aku pergi dulu" Josie menepuk bahu Alex dan bergegas pergi menuju apartemennya dengan taxi.
Di perjalanan pulang Josie mencoba mencari tahu sebenarnya ada permasalahan apa antara Alex dan keluarga Bram.
Josie membaca artikel di ponselnya dengan seksama.
__ADS_1
Ia mengusap dahinya pertanda tidak percaya dengan kejadian di masalalu. Selama ini Bram dan Alex terlihat akrab dan baik-baik saja siapa yang tahu Bram menyimpan dendam begitu besar pada Alex sehingga menghancurkan Alex sampai separah ini.