
Alex setengah berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya dan Sandra. Ia membuka pintu kamar dan terkejut mendapati Rea hanya mengenakan handuk untuk membungkus tubuh seksinya.
Alex memalingkan wajahnya menghindari godaan di hadapannya.
"Kenapa kau dikamar ku?" tanya Alex tanpa memandang Rea.
"Maafkan aku, air di rumah ini mati jadi aku mandi di kamar kalian. aku sudah meminta izin pada Sandra"
"Dimana Sandra?" ia keluar sebentar untuk membeli sesuatu.
Alex bergegas pergi ke ruang tengah. Ia duduk di sofa.
"Soulja!" Alex memanggil salah satu pelayan di rumah itu.
"Iya tuan"
"Aku mau teh"
Pelayan bernama Soulja itu meletakkan secangkir teh hangat di depan Alex.
"Kemarilah aku ingin bicara sesuatu pada mu"
"Iya tuan"
"Awasi wanita itu, aku curiga padanya"
"Siapa maksud tuan? nyonya Rea?"
"Siapa lagi, laporkan gerak geriknya padaku"
"Baiklah tuan"
Alex menyesap tehnya sembari mengunggu Sandra pulang.
__ADS_1
Tidak berapa lama terdengan deru mesin mobil Sandra di halaman. Alex menghampirinya dan membukakan pintu mobil untuk istrinya.
"Kau sudah pulang?" Sandra berjinjit mengecup bibir Alex.
"Ayo kita masuk" Alex merengkuh bahu Sandra mengajaknya memasuki rumah.
"Kau terlihat kesal ada apa?" tanya Sandra sembari memandangi wajah Alex.
"Kenapa kau izinkan sepupu mu itu untuk memasuki kamar kita?"
"Rea? ke kamar kita?"
"Kau tidak tahu?"
"Tidak"
"Ia bilang air di rumah ini mati jadi ia mandi di kamar mandi pribadi kita"
"Baiklah sayang jangan di besar-besarkan akan ku beritahu Rea agar tidak mengulanginya"
"Alex ..dia tidak seperti itu! yasudah aku minta maaf ayo kau mau mandi bukan?" Sandra menggamit lengan Alex memasuki kamar.
***
Bram mengantar Josie pulang setelah makan malam. keduanya sempat berdebat sedikit tentang liburan mereka yang tertunda karena Bram sibuk.
"Ayolah sayang jangan marah, aku janji kita akan liburan setelah pekerjaan ku selesai"
"Oke Bram sekarang pulanglah"
"Tunggu sayang, kau tidak memberiku sedikit hadiah?" Bram tersenyum manis dan itu membuat Josie luluh.
Josie mengecup bibir Bram dan mengusap wajah pria itu.
__ADS_1
"Baik pergilah aku sudah memberimu hadiah, jangan sampai kelepasan"
"Sampai jumpa, tidur lah yang nyenyak ya" Bram mengusap rambut Josie. Ia terlihat begitu menyayangi Josie.
"Sampai jumpa"
Josie masuk kedalam apartemennya dan mengganti gaunnya dengan piama.
Josie membuka ponselnya dan mengamati wajah Bram di galery ponselnya.
Dulu galery itu kosong dan gersang tidak ada foto pria disana. kecuali satu orang yaitu Alex tapi Josie sudah menghapus foto Alex dari ponselnya.
Josie membuka nakas dan mengeluarkan sebuah novel tebal. Ia membuka halaman yang sudah di beri pembatas.
Sebelum tidur malam Josie selalu menyempatkan membaca novel beberapa halaman. Ia paling suka dengan cerita picisan, tipu-tipu cinta dan buaian yang bisa membuatnya ikut kesal dan senyum-senyum sendiri dengan cerita yang ia baca.
Josie sedang jatuh cinta pada Bram, ia merasa kisahnya menarik seperti novel yang ia baca.
Ponsel Josie berbunyi ada panggilan telepon dari Sandra.
Untuk apa dia malam-malam begini menelpon ku?
"Ya Sandra?"
"Josie cepat baca email dari klien kita dan segera revisi materi untuk meeting besok karena ada perubahan. segera buat email internal dan tarik kembali produk yang sedang berjalan di produksi"
"Menarik produk kita? memang ada apa?"
"Ada perubahan di desain kemasannya, besok kita akan meeting untuk itu jadi cepat lakukan apa yang aku minta sekarang!"
"Baiklah"
Josie menutup ponselnya dan membuka laptopnya. tengah malam pun ia masih di buru pekerjaan. dulu sewaktu Alex menjadi bos nya, ia tidak pernah di ganggu malam-malam untuk urusan pekerjaan.
__ADS_1
Coba perusahaan bisa kembali ke tangan Alex aku akan bergembira untuk itu. Sandra hanya mengacaukan semua!