Nyonya Kaya & Suami Brondong

Nyonya Kaya & Suami Brondong
Bab 42 Isi Hati Josie (2)


__ADS_3

Pesta di gelar dengan mewah di ballroom hotel ternama. Disana di hadiri para CEO perusahaan dan staf perusahaan.


Sandra tampil memukau dengan gaun panjang berwarna biru begitu juga dengan Alex ia terlihat tampan dan berwibawa dengan stelan jas yang sepadan dengan warna gaun Sandra.


Semua mata menuju Alex dan Sandra begitu keduanya turun dari mobil dan berjalan menuju ruangan pesta di gelar.


Beberapa bergunjing tentang keadaan rumah tangga Sandra dan Alex yang bocor ke publik. Mereka mencoba menerka apakah Sandra dan Alex telah berbaikan dan kembali bersama.


Melihat Sandra menggamit lengan Alex sepertinya sudah bisa di tebak bahwa para wanita tak akan punya celah lagi untuk menggoda Alex malam ini.


Bram berjalan menghampiri Alex dan Sandra. Ia nampak tampan dalam balutan tuksedo dan jas berwarna hitam.


"Hai pasangan sensasional..." gurau Bram seraya menyerahkan segelas minuman pada Alex.


"Hai calon duda" Balas Alex sembari tersenyum keduanya bersulang. Sandra menggeleng kepala melihat kedua pria dihadapannya.


Tidak berapa lama wanita yang memukau juga hadir di pesta itu yaitu Josie. Ia datang dengan gaun berwarna salmon dan tas tangan warna senada dengan gaunnya.


Bram memandang Josie dari kejauhan. Ia mengangkat gelas minumannya tanda bersulang lalu meneguknya.


Wanita cantik, cerdas dan kesepian....batin Bram.


"Hai nona Josie maukah anda berdansa dengan saya?" Bram mengulurkan tangannya.


Josie memandang ke lantai dansa disana ada Alex dan Sandra yang sedang jadi pusat perhatian. Sandra terlihat begitu cantik dan luwes berdansa begitu juga Alex ia tampan dan gagah pas sekali menjadi pasangan Sandra.


Mungkin memang ini saat nya aku menyerah Alex....-Josie-

__ADS_1


Josie menerima uluran tangan Bram dan turun ke lantai dansa.


Keduanya terlihat nyaman satu sama lain. Sesekali Josie tertawa saat Bram melontarkan lelucon padanya.


"Apa menurutmu mereka ada hubungan?" bisik Sandra pada Alex.


"Biarkan saja sayang"


"Tapi aku berteman dengan istri Bram"


"Siapa? si Angelica itu?"


"Iya ..."


"Mereka sedang dalam sidang, sudah biarkan saja yang terpenting adalah kita ..."


"Sayang aku minta maaf ya, tolong kasih aku kesempatan sekali lagi" mata Alex terlihat memohon. Sandra yakin kali ini Alex pasti tidak berbohong.


Sandra mengangguk dan menyandarkan kepalanya di bahu Alex. Keduanya lanjut berdansa.


Kembali ke pasangan Bram dan Josie. keduanya telah selesai berdansa dan minum bersama.


"Apa kau tidak cemburu melihat mereka?" Bram memandang Sandra dan Alex yang terlihat semakin mesra.


"Tidak"


Josie berbohong sesungguhnya ada rasa perih di hatinya melihat Alex kembali berbaikan dan bermesraan dengan Sandra.

__ADS_1


"Aku tidak masalah jika itu jawaban bohong" kata Bram sembari tersenyum menggoda Josie.


Josie memukul dada Bram dan tertawa.


"Sepertinya aku tidak bisa menyembunyikan apapun dari mu"


"Nanti pulang aku akan mengantar mu jadi aku berhenti minum" Bram meletakkan gelas minumannya. Ia membiarkan Josie tetap minum.


Malam semakin larut Josie mulai tak terkendali. Ia menarik rambutnya yang di gulung gaya chic none hingga terurai.


Sangat cantik dan menawan ketika rambut Josie terurai bebas. Bram baru pertama melihat penampilan Josie yang seperti itu.


Ia memandangi Josie hingga puas sebelum mengantarkannya pulang ke apartemen.


"Ayolah Josh kita pulang" Bram memapah tubuh Josie.


"Kenapa pulang aku masih mau berdansa.." Josie meracau dan bernyanyi tidak jelas.


Bram hanya tersenyum sembari membawa Josie kedalam mobilnya.


Sesampainya di apartemen Josie, Bram memapah Josie ke tempat tidur. Ia melepaskan high heels yang di kenakan Josie dan mengusap wajah cantik di hadapannya.


"Baiklah nona manis, aku pulang dulu sampai jumpa besok"


Tanpa terduga Josie menarik jas yang di kenakan Bram. Wajah Bram mendekat dengaan wajah Josie hanya berjarak hidung.


Tidak Josie,....aku tidak akan menyentuh mu sebelum aku berpisah dari Angelica....

__ADS_1


Josie memberikan hadiah kecupan manis di bibir Bram. Ia lalu tertidur lelap di balik selimut tebalnya.


__ADS_2