
Sandra melepas kaca mata hitamnya dan berjalan menuju ruang praktek dokter kecantikan langganannya yaitu dokter Seina.
"Hai Sandra .." sapa dokter Seina. Keduanya memiliki perbedaan usia yang cukup jauh. Dokter Seina terlihat seusia dengan Alex.
"Hai dokter, aku ingin melakukan perawatan seperti biasa"
"Baiklah, sebentar ya akan ku minta petugas mengosongkan ruang VVIP"
Sandra terbiasa di manjakan perawatan di ruangan khusus. Ia tidak ingin bercampur dengan pelanggan lain. Apa lagi saat ini gosip tentang dirinya yang menikahi pria lebih muda sudah menyebar seantero kota. Sandra bahkan menutup akun media sosialnya karena hujatan mulai bertebaran disana.
Sandra berjalan mengikuti dokter Seina menuju ruang perawatan. Beberapa wanita yang juga melakukan perawatan disana mulai berbisik tentangnya.
"Dia melakukan perawatan pasti karena takut suami berondong ya akan pindah haluan" Sandra masih bisa mendengar ucapan para wanita yang menggosipkan dirinya itu.
"Lihatlah ada kerutan di bawah matanya, pasti dia sedang panik sekarang" tambah para penggosip itu.
Sandra tetap terlihat tenang meski telinganya terasa panas karena ucapan para wanita itu.
__ADS_1
Sandra melakukan beberapa treatment untuk membuat kulit wajahnya lebih terlihat kencang tapi juga terlihat alami.
Ponsel Sandra berbunyi, ada pesan dari Alex.
[Kau dimana sayang?]
Sandra tidak membalas pesan Alex, ia mengabaikannya dengan kesal. Sandra masih marah pada Alex, ia sungguhan cemburu pada pria muda itu. Tadinya Sandra menerima pinangan Alex hanya untuk bersenang-senang tapi sekarang sepertinya ia salah besar. Sandra mulai terjerat dengan pesona pria itu.
Alex pria yang hot dan penuh karisma, ia bisa membuat wanita sekitar termasuk Sandra bertekuk lutut padanya saat keduanya sedang melakukan kegiatan ranjang.
Alex duduk di sofa sedang memainkan ponselnya. Ia berdiri dari duduknya begitu Sandra tiba di kamar mereka.
cup...Alex memberikan kecupan di bibir sensual Sandra.
"Kau tampak segar, apa dari perawatan kecantikan?"
"Untuk apa kau tahu?" Sandra bergegas menuju kamar mandi. Ia mandi air hangat agar rileks. Selesai mandi Sandra mengenakan pakaian tidur yang sexy.
__ADS_1
"Kau sengaja menggodaku?" sindir Alex yang menatap Sandra dari atas sampai bawah.
"Aku? wanita tua ini tidak mungkin mampu menggoda Alexi Androdelas yang hebat dan gagah" Sandra balik menyindir Alex.
Alex menyeringai dan menarik rambut panjang Sandra. Wajah cantik Andra terlihat angkuh dan menggemaskan.
"Sepertinya aku tidak akan menahan diri lagi sayang" napas Alex yang memburu menyapu kulit wajah Sandra membuatnya merinding.
"Aku pastikan malam ini tidak akan terjadi apapun!" Sandra melepaskan cengkraman Alex dan berjalan menuju ranjang. Ia menyibak selimut dan memejamkan mata.
Alex tersenyum ia merebahkan diri di sofa. Entah kenapa ia selalu tidak bisa menahan diri terhadap Sandra. Lebih baik malam ini ia tidur di sofa agar tidak tersiksa.
Paginya Alex bangun lebih dulu ia berangkat ke kantor karena ada meeting direksi di perusahaannya. Sandra yang sedang malas berangkat ke kantornya, ia memilih di rumah untuk berkebun.
Jeremy semalam tidak pulang, ia meminta izin untuk menginap di rumah temannya. Sementara Antony sudah berangkat ke sekolahnya.
Jadilah Sandra berkebun di halaman samping menanam beberapa bibit bunga. Sandra sedang tidak mengenakan kutek di kuku tangannya jadi dia bisa aman berkebun dengan sarung tangan tanpa takut kutek itu akan rusak.
__ADS_1