
Sandra bersantai sejenak dari rutinitasnya yang menumpuk. Ia meraih ponselnya ada alarm yang mengingatkan untuk berkunjung ke klinik kecantikan langganannya.
"Oh aku harus bertemu dokter hari ini ..." Sandra meraih cermin kecil di tasnya.
Ia panik ketika mulai terlihat sedikit kerutan di bawah matanya.
Apa ini?! sepertinya aku memang harus segera ke klinik.
Sandra buru-buru pergi dengan mobilnya. Ia tidak peduli lagi dengan meeting siang itu. mengatasi kerutan di wajahnya juga sangat penting.
Siang itu Sandra tiba di klinik kecantikan langganannya. hari itu klinik cukup ramai dan kamar perawatan pun penuh.
Semakin banyak saja wanita yang mencemaskan kerutan dan seabrek masalah kecantikan lainnya.
Sandra menuju kamar VVIP diantarkan pelayan. Ia akan melakukan perawatan wajah dan kuku. Cat kukunya perlu di perbarui karena ia sudah hampir satu Minggu memakai cat kuku berwarna hijau tosca. Sandra ingin warna yang lebih soft saja.
"Sandra...?" seorang wanita cantik dengan kimono menyapanya. Sepertinya wanita itu baru selesai melakukan perawatan wajahnya.
"Angelica?"
"Benar, apa kabar Sandra?"
"Yah aku baik sekali"
"Kau mau perawatan wajah?"
"Iyah aku ada janji dengan dokter untuk perawatan wajah dan kuku"
"Kebetulan sekali, apa setelah ini kita bisa mengobrol sebentar?" pinta Angelica.
__ADS_1
Angelica yang saat ini masih berstatus istri Bram dan ia juga teman Sandra di acara Sosialita papan atas. meski mereka bukan sahabat tapi mereka kenal cukup baik.
"Baiklah tapi mungkin aku masih lama"
"Tidak masalah, aku akan menunggu mu"
Sandra mulai melakukan perawatan untuk mengencangkan kulit wajahnya. lalu merawat kuku tangan dan kakinya.
Sandra puas dengan perawatan hari itu. Wajahnya masih terlihat sedikit memerah dan hanya di pulas makeup tipis saja.
"Kau sudah selesai?" Angelica rupanya benar-benar menunggu Sandra.
"Bagaimana kalau kita minum kopi di dekat sini" ajak Sandra.
"Baiklah"
"Ada apa Angie tidak biasanya kau akan mengajakku bicara seperti sekarang ini?"
"Langsung saja Sandra aku ingin bertanya pada mu, aku membaca artikel tentang Bram di media online. dan wanita itu Josie Michelle dia pekerja di perusahaan Alex"
Sandra sudah menebak bahwa Angelica ingin tahu soal Josie. wanita itu sungguh meresahkan para istri!
"Iya aku paham maksud mu Angie. Aku sudah menanyai Josie terkait artikel yang beredar itu. Ia bilang dirinya dan Bram tidak ada hubungan apapun. kejadian itu hanya tidak sengaja karena ia sedang banyak minum"
"Kau tahu Sandra, aku tidak percaya jika Bram tidak memiliki hubungan apapun dengan wanita itu"
"Entahlah kau lebih tahu" jawab Sandra.
"Oh ya bukankah kau dan Bram sedang dalam proses perpisahan?"
__ADS_1
"Benar tapi karena aku melihat Bram dekat dengan wanita itu aku tidak akaan membiarkannya!"
"Kau ingin mempertahankan Bram?"
"Tentu saja! aku tidak rela dia bersenang-senang dengan wanita itu!"
Sandra belajar satu hal bahwa ia memang harus waspada pada Josie. sepengetahuan Sandra Josie menyukai Alex bukan Bram.
Sandra meraih ponselnya dan mengirim pesan singkat pada Alex.
"Oh ya Angie maaf aku harus pergi karena Alex menjemput ku"
"Senang sekali ya Sandra suami mu perhatian dan pengertian"
Sandra tersenyum dan bergegas pergi meninggalkan cafe. di luar terparkir mobil Alex.
"Kenapa wajah mu memerah sayang?" tanya Alex yang terkejut melihat wajah Sandra merah seperti alergi makanan.
"Aku habis perawatan"
"Baiklah"
"Kenapa kau bau parfum wanita?" tanya Sandra curiga.
"Aku baru bertemu Josie, ia menyemprotkan parfum yang baru ia beli. Katanya aku harus mencobanya"
"Wanita itu lagi!"
"Sayang..." Alex mati kutu, ia lupa Sandra tidak suka jika dirinya berteman dengan Josie. Keduanya bertengkar lagi di dalam mobil.
__ADS_1