
Alex terpaksa harus ikut meeting bersama Josie. Ia tidak punya pilihan lain.
Alex aku mohon jangan dekat-dekat dengan Josie atau hubungan kita taruhannya. Ancaman Sandra kembali terngiang di benak Alex.
Di sela meeting ponsel Alex berbunyi, ada panggilan telepon dari Sandra.
"Iya sayang, makan malam? baiklah aku sedang meeting nanti jika sudah selesai akan ku jemput"
Alex tidak perduli beberapa pasang mata menatap ke arah dirinya yang bermesraan dengan Sandra di telepon. Termasuk Josie yang juga tengah memandangnya dengan sedikit kesal.
"Bisa kita lanjutkan meetingnya?" kata Josie menahan cemburunya. Ia tidak rela mendengar Alex semesra itu pada Sandra. Ia memimpikan jika dirinya lah yang mengisi relung hati Alex dan pria itu akan memanggilnya dengan panggilan sayang.
Bagi Josie yang jarang jatuh cinta dan selalu bingung ketika di tanyai tentang pria idaman sekarang ia tahu definisi pria idaman itu seperti apa ya seperti Alex.
"Lex tunggu...." Josie mengejar langkah Alex yang terlihat buru-buru akan meninggalkan ruang meeting.
"Josh aku ada janji dengan Sandra, lain kali kita bicara" Alex menepuk lembut bahu Josie.
Josie tersenyum sedih pria idamannya adalah suami orang.
"Ehm! kau butuh teman makan malam?" Bram berdiri di belakang Josie. Ia tahu Josie sedang patah hati sekarang.
__ADS_1
"Tidak!" Josie melangkah pergi. Tapi Bram tidak menyerah dan mengikuti Josie hingga ke parkiran.
"Aku bilang tidak! kenapa kau masih mengikuti ku?"
"Josie ayolah, lihat Alex dia tidak menghiraukan mu"
"Aku tidak butuh penilaian mu Bram!"
"Alex pria beristri Josie sayang"
"Memangnya kau tidak? jangan lupa kau juga masih pria beristri" kata Josie tersenyum mengejek.
"Kau benar, lalu kenapa kau tidak mau makan malam dengaan ku? kau takut jatuh hati pada ku?"
"Baiklah terserah pada mu" Bram melangkah pergi menuju mobilnya. Josie memandangi punggung Bram yang semakin menjauh dan menghilang masuk ke dalam mobil.
Kenapa pria idaman sudah memiliki istri semua? apa tidak ada tersisa satu untukku yang bukan suami orang?! malangnya diriku dekat dengan mereka yang sudah berpasangan. menyedihkan sekali aku.....
Josie pergi ke sebuah restoran tidak jauh dari apartemennya. Ia memesan spaghetti dan jus jeruk.
Menikmati makan malam seorang diri sudah biasa bagi Josie. Ia mengedarkan pandangannya dan matanya berhenti di sebuah meja. Disana Bram sedang terlihat makan malam bersama seorang wanita.
__ADS_1
Lihat pecundang itu ia tadi merayuku dan sekarang berakhir satu meja dengan wanita muda lainnya.
Josie meminum jus jeruknya lalu berjalan menuju meja Bram.
"Oh tadi kau tidak berhasil merayuku dan sekarang kau bersama mangsa mu yang lain?" sindir Josie dengan sadis.
Bram dan wanita muda di hadapannya saling pandang. Mereka terlihat bingung dan menahan tawa.
"Josie apa yang kau bicarakan?" Bram berdiri dari duduknya dan memandang wajah cantik Josie.
"Nona aku peringatkan pada mu jika dia adalah pria beristri!"
Josie menatap wanita muda itu dengan pandangan memperingatkan sekaligus mengancam.
"Kakak ada apa ini?"
Jadi wanita ini memanggilnya dengan sebutan kakak? akrab sekali mereka! cih....
"Dan kau Bram, proses persidangan mu dengan istri mu belum berakhir kau sudah berkencan dengan wanita yang lebih muda?"
Tawa Bram hampir pecah tapi ia menahannya untuk melindungi harga diri Josie.
__ADS_1
"Josh sepertinya kaus salah paham, Maura ini adikku, adik kandung ku" kata Bram sembari tersenyum manis memperlihatkan kedua lesung pipinya.