
Sandra meletakkan perhiasannya ke dalam kotak dan memasukannya ke dalam tas. Ia Memutuskan memberikan perhiasan itu pada ibu Alex.
Alex masih tertidur di balik selimut setelah semalaman ia mengerjai Sandra.
"Lex bangun"
Dengan satu gerakan Alex meraih lengan Sandra dan menariknya hingga wanita itu jatuh ke pelukannya.
"Alex kau terlambat ke kantor nanti, aku juga harus ke kantor aku ada meeting pagi"
"Siapa yang peduli dengan meeting pagi Sayang?!" Alex meraih tali kimono yang di kenakan Sandra.
"Lex jangan bilang mau lagi?!"
Alex hanya menyeringai, ia mulai meraba dada Sandra.
Lex cukup aku sudah lelah, sudah ngilu sekali.
Hanya dengan sekali hentakan Alex berhasil menguasai Sandra sepenuhnya. Ia terdiam membiarkan Sandra menikmati terlebih dulu.
"Lex ...sudah cukup"
Sandra heran kenapa Alex seperti tak pernah kehabisan stamina. Ia selalu saja fit dan garang saat di ranjang. Ya disemua urusan juga ia kelihatan garang.
"Mungkin kau harus mulai berolah raga yang rajin sayang agar badan mu lebih kuat" bisik Alex di telinga Sandra yang membuat Sandra geli.
__ADS_1
Alex memulai permainannya di balik selimut tebal. Ia mulai bergerak perlahan hingga membuat Sandra menahan omelannya.
Sandra hanya bisa menggigit bibirnya merasakan sensasi pagi yang Alex berikan.
Setelah dua jam lamanya akhirnya Alex mengakhiri semua. Ia menggendong Sandra menuju bathub.
Selesai mandi keduanya segera bersiap dengan stelan kerja masing-masing. Sandra memakaikan dasi untuk Alex.
Alex memandangi wajah cantik Sandra yang sudah terpoles riasan natural.
"Untuk apa perhiasan yang kau masukan ke dalam tas tadi?"
Sandra terkejut rupanya Alex tahu. Pria itu tidak benar-benar tertidur, dasar curang!.
"Tidak ada"
"Siapa bilang? Aku mau menjualnya"
"Sandra kau jangan berbohong padaku, untuk apa kau menjual perhiasan mu? kau sama sekali tidak kekurangan uang. Mendiang suaminya meninggalkan segalanya untuk mu"
"Tapi Lex aku sudah berjanji pada mama"
"Aku yang membatalkan janji itu, jika kau memberikan perhiasan itu pada mama aku tidak akan mengampuni mu Sandra" Alex mencengkram dagu Sandra. Ia mengecup bibir Sandra sebelum pergi bekerja.
Sesampainya di kantor, Alex menelpon ibunya.
__ADS_1
"Ma jangan mengganggu Sandra"
"Ada apa Alex? Sandra mengadu apa?"
"Dia tidak mengadu apapun tapi aku tahu mama mengganggu Sandra dengan meminta perhiasan berlian miliknya"
"Lex mama tidak meminta tapi Sandra sendiri yang akan memberikannya"
"Ma jangan Berani mengganggu rencana ku atau aku akan menghentikan semua aliran dana ke keluarga kita. Apa mama sudah tidak mau bersenang-senang, shoping dan berkumpul dengan teman-teman mama?"
Alex mematikan telepon, ia jengah dengan keluarganya yang ikut campur dengan pernikahannya.
Di kantor Sandra tidak fokus dengan pekerjaannya. Ia masih teringat tentang perhiasan itu. Sebenarnya ia ingin memberikan perhiasan itu pada ibu mertuanya sebagai tanda balas budinya pada Alex.
Tapi Alex melarangnya, Sandra tidak yakin jika Alex menikahinya karena ingin merebut hartanya.
Sejauh ini Alex tidak pernah mengusik harta Sandra. malah sebaliknya ia banyak pengeluaran karena mengurusi Jeremy dan Anthony yang bermasalah hukum.
Ada desir berbeda di hati Sandra, ia benar-benar jatuh cinta pada Alex. Ia tidak tahu harus berbuat apa jika suatu hari nanti Alex meninggalkannya untuk yang lain.
Alex masih muda, tampan dan kaya. Ia digilai banyak wanita cantik di luar sana. Sandra pikir suatu hari Alex akan kepincut wanita lain dan mulai sadar jika usianya dan Sandra terpaut jauh. Mungkin ia juga akan mulai menyadari kerutan di wajah Sandra.
Ponsel Sandra berbunyi ada pesan singkat dari Yuda bekas pengacara Jeremy.
[Hai nyonya apa kau ada waktu makan siang?]
__ADS_1
begitu bunyi pesan singkatnya. Sandra mengerutkan keningnya.
Bukankah Alex sudah memperingatkan orang ini? kenapa juga dia masih berani menghubungi ku?